• Latest
Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Naik ke Rp16.795

Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Naik ke Rp16.795

January 9, 2026
Emiten Nagita Slavina (VISI) Rugi di Semester I-2026, Ini Penyebabnya

Emiten Nagita Slavina (VISI) Rugi di Semester I-2026, Ini Penyebabnya

August 5, 2026
Swipe Sekali, Rp23 M Melayang! Ini Sisi Gelap Startup Live Belanja

Swipe Sekali, Rp23 M Melayang! Ini Sisi Gelap Startup Live Belanja

August 5, 2026
Ekonomi RI Tumbuh 5,29% & Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp17.905/US$

Ekonomi RI Tumbuh 5,29% & Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp17.905/US$

August 5, 2026
Asing Net Sell Rp65,81 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Asing Net Sell Rp65,81 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

August 5, 2026
Ada Kabar Baik dari Domestik & Global, IHSG Naik 0,69% ke 6.363

Ada Kabar Baik dari Domestik & Global, IHSG Naik 0,69% ke 6.363

August 5, 2026
Breaking News! BNI (BBNI) Cetak Laba Rp10,8 T di Semester I-2026

Breaking News! BNI (BBNI) Cetak Laba Rp10,8 T di Semester I-2026

August 5, 2026
Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, IHSG Langsung Menguat 0,62%

Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, IHSG Langsung Menguat 0,62%

August 5, 2026
Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, IHSG Langsung Menguat 0,62%

Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, IHSG Langsung Menguat 0,62%

August 5, 2026
Ekonomi RI Tumbuh 5,29% & Rupiah Perkasa, Dolar Turun Jadi Rp17.905

Ekonomi RI Tumbuh 5,29% & Rupiah Perkasa, Dolar Turun Jadi Rp17.905

August 5, 2026
OJK Wajibkan Pindar Lapor Transaksi dan Larang Jual Beli Data Nasabah

OJK Wajibkan Pindar Lapor Transaksi dan Larang Jual Beli Data Nasabah

August 5, 2026
Harapan Damai di Selat Hormuz, Harga Minyak Emas & Emas Anjlok

Harapan Damai di Selat Hormuz, Harga Minyak Emas & Emas Anjlok

August 5, 2026
Dikabarkan Mau Caplok Raksasa Tambang Australia, Bos BUMI Buka Suara

Dikabarkan Mau Caplok Raksasa Tambang Australia, Bos BUMI Buka Suara

August 5, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, August 5, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Naik ke Rp16.795

7 months ago
in Lifestyle
Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Naik ke Rp16.795
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (9/1/2026).

Melansir data Refinitiv, rupiah terdepresiasi sebesar 0,06% dan ditutup di level Rp16.795/US$. Pelemahan hari ini sekaligus memperpanjang tren pelemahan rupiah menjadi enam hari perdagangan beruntun sejak awal 2026.

Di sepanjang perdagangan rupiah sempat bergerak melemah hingga menembus level Rp16.843/US$ sebelum akhirnya pelemahan berkurang hingga di level penutupan.

Sementara itu, hingga pukul 15.00 WIB, indeks dolar AS (DXY) kembali melanjutkan penguatan dengan naik 0,10% ke level 99,035. Level tersebut juga menjadi posisi terkuat DXY dalam satu bulan terakhir, atau sejak 10 Desember 2025.


Penguatan dolar AS di pasar global menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pelemahan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini.

Menguatnya DXY mencerminkan meningkatnya minat pelaku pasar terhadap aset berdenominasi dolar AS, sehingga meningkatkan permintaan dan menekan pergerakan mata uang lainnya, terutama mata uang negara berkembang (emerging markets), termasuk rupiah.

Dolar AS menguat seiring pelaku pasar mencermati rilis laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (nonfarm payrolls/NFP) terbaru, yang dinilai krusial dalam memberikan gambaran mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS.

Perhatian pasar juga tertuju pada data klaim pengangguran mingguan yang menunjukkan kenaikan tipis jumlah pengajuan tunjangan pengangguran, serta dinamika tingkat pengangguran yang berpotensi menjadi penentu arah kebijakan suku bunga ke depan.

Di sisi lain, pelaku pasar global juga mewaspadai potensi tambahan sentimen dari putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat terkait kewenangan Presiden AS dalam menerapkan tarif perdagangan berbasis status darurat. Putusan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi arah kebijakan perdagangan AS dan menambah ketidakpastian di pasar keuangan global.

Ekspektasi pasar saat ini masih menunjukkan peluang besar bagi bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan FOMC akhir Januari mendatang. Kondisi ini turut menopang penguatan dolar AS dan memberikan tekanan lanjutan terhadap pergerakan rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Emiten Nagita Slavina (VISI) Rugi di Semester I-2026, Ini Penyebabnya

Emiten Nagita Slavina (VISI) Rugi di Semester I-2026, Ini Penyebabnya

August 5, 2026
Swipe Sekali, Rp23 M Melayang! Ini Sisi Gelap Startup Live Belanja

Swipe Sekali, Rp23 M Melayang! Ini Sisi Gelap Startup Live Belanja

August 5, 2026
Ekonomi RI Tumbuh 5,29% & Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp17.905/US$

Ekonomi RI Tumbuh 5,29% & Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp17.905/US$

August 5, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .