• Latest
Momok MSCI, Penyebab IHSG Ambruk Hingga Mundurnya Bos BEI-OJK

Momok MSCI, Penyebab IHSG Ambruk Hingga Mundurnya Bos BEI-OJK

January 30, 2026
Pendatang China Ini Jualan Kopi, Berubah Jadi Orang Terkaya RI

Pendatang China Ini Jualan Kopi, Berubah Jadi Orang Terkaya RI

August 8, 2026
Konglomerat RI Ini Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Begini Kisahnya

Konglomerat RI Ini Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Begini Kisahnya

August 8, 2026
Saldo Minimal Nasabah Prioritas Bank BRI-Mandiri-BNI per Agustus 2026

Saldo Minimal Nasabah Prioritas Bank BRI-Mandiri-BNI per Agustus 2026

August 8, 2026
Prabowo Mau Perbaiki Buku SD-SMA, Malaysia-Kamboja Jadi Pembanding

Prabowo Mau Perbaiki Buku SD-SMA, Malaysia-Kamboja Jadi Pembanding

August 7, 2026
Prabowo Lagi Perbaiki Buku SD-SMA, Malaysia-Kamboja Jadi Pembanding

Prabowo Lagi Perbaiki Buku SD-SMA, Malaysia-Kamboja Jadi Pembanding

August 7, 2026
Pemerintah Perkuat & Bangun Ekosistem Kekayaan Intelektual

Pemerintah Perkuat & Bangun Ekosistem Kekayaan Intelektual

August 7, 2026
Unilever Sabet ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI

Unilever Sabet ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI

August 7, 2026
Video: Iran Tuding Trump Lakukan "Diplomasi Teater" – Rupiah Perkasa

Video: Iran Tuding Trump Lakukan "Diplomasi Teater" – Rupiah Perkasa

August 7, 2026
Sentimen Ini Bikin IHSG Akhir Pekan Melesat Tembus Level 6.400

Sentimen Ini Bikin IHSG Akhir Pekan Melesat Tembus Level 6.400

August 7, 2026
Ini Bukti Warga RI Makin Doyan Beli Barang Pakai Pay Later

Ini Bukti Warga RI Makin Doyan Beli Barang Pakai Pay Later

August 7, 2026
Istana Ungkap Sosok Ini Dipertimbangkan Prabowo Jadi Calon Gubernur BI

Istana Ungkap Sosok Ini Dipertimbangkan Prabowo Jadi Calon Gubernur BI

August 7, 2026
IHSG Happy Weekend! Melesat 1% & Tembus Level Psikologis 6.400

IHSG Happy Weekend! Melesat 1% & Tembus Level Psikologis 6.400

August 7, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, August 8, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Momok MSCI, Penyebab IHSG Ambruk Hingga Mundurnya Bos BEI-OJK

6 months ago
in Lifestyle
Momok MSCI, Penyebab IHSG Ambruk Hingga Mundurnya Bos BEI-OJK
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan signifikan pekan ini. Indeks ambrol nyaris 7% dalam sepekan, bahkan pada perdagangan hari Rabu dan Kamis, IHSG sempat diberhentikan sementara perdagangannya karena turun lebih dari 8% dalam sehari perdagangan.

Pada titik terendah perdagangan intraday pekan ini, IHSG sempat menyentuh level 7.482 atau ambruk 18% dari rekor harga penutupan tertinggi bursa yang dicatatkan kurang dari dua minggu lalu.

Pelemahan signifikan ini terjadi karena adanya kabar buruk dari penyedia layanan indeks global yang membuat tekanan jual semakin tinggi, khususnya dari investor asing.

IHSG mulai ambruk pada perdagangan hari Rabu merespons pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait penilaian free float saham-saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes.

Dalam pengumuman tersebut, MSCI menyoroti masih adanya kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia meski terdapat perbaikan minor pada data free float dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

MSCI menjelaskan bahwa sebagian pelaku pasar global mendukung penggunaan laporan Monthly Holding Composition Report dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai data tambahan. Namun, banyak investor menyampaikan kekhawatiran signifikan atas kategorisasi pemegang saham KSEI yang dinilai belum cukup andal untuk mendukung penilaian free float dan kelayakan investasi.

Menurut MSCI, persoalan mendasar masih berkaitan dengan keterbatasan transparansi struktur kepemilikan saham serta potensi perilaku perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu pembentukan harga wajar. Oleh karena itu, MSCI menilai dibutuhkan informasi kepemilikan saham yang lebih rinci dan dapat diandalkan, termasuk pemantauan konsentrasi kepemilikan saham, guna mendukung penilaian free float yang lebih robust.

“Sejalan dengan kondisi tersebut, MSCI menerapkan perlakuan sementara atau interim treatment untuk sekuritas Indonesia yang berlaku efektif segera,” sebagaimana disampaikan dalam pengumuman di situs resminya.

Langkah ini diambil untuk memitigasi risiko perputaran indeks dan risiko investabilitas sembari menunggu adanya perbaikan transparansi dari otoritas pasar terkait.

Dalam kebijakan sementara tersebut, MSCI akan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham atau Number of Shares (NOS) hasil peninjauan indeks maupun aksi korporasi. Selain itu, MSCI tidak akan menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI) serta menahan migrasi naik antar segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Atas kejadian ini, terdapat kemungkinan penurunan bobot saham Indonesia dalam MSCI Emerging Markets Indexes. Bahkan, MSCI membuka peluang reklasifikasi Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Frontier Market, dengan tetap melalui proses konsultasi pasar.

Merespons keputusan MSCI, Goldman Sachs ikut menurunkan peringkat (rating) saham Indonesia menjadi underweight, menyusul peringatan dari indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Dalam laporan terbarunya, bank investasi asal Amerika Serikat itu memperkirakan aksi jual pasif (passive selling) oleh investor global masih akan berlanjut, seiring keputusan MSCI yang menilai pasar saham Indonesia menghadapi persoalan struktural, khususnya terkait kepemilikan saham dan free float.

Akibatnya investor semakin panik, sehingga sejumlah pejabat dan regulator bertemu untuk mengambil langkah konkrit meredam ketakutan investor. Sejumlah tokoh penting dari Menteri Keuangan Purbaya, Menko Perekonomian Airlangga, CEO Danantara Rosan, CIO Danantara Pandu serta otoritas bursa BEI dan pengawas keuangan OJK buka suara.

Buntutnya, pada hari Jumat, Direktur Utama BEI Imam Rachman mengundurkan diri, disusul oleh Ketua OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua OJK Mirza dan Kepala Eksekutif OJK pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi ikut mundur.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pendatang China Ini Jualan Kopi, Berubah Jadi Orang Terkaya RI

Pendatang China Ini Jualan Kopi, Berubah Jadi Orang Terkaya RI

August 8, 2026
Konglomerat RI Ini Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Begini Kisahnya

Konglomerat RI Ini Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Begini Kisahnya

August 8, 2026
Saldo Minimal Nasabah Prioritas Bank BRI-Mandiri-BNI per Agustus 2026

Saldo Minimal Nasabah Prioritas Bank BRI-Mandiri-BNI per Agustus 2026

August 8, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .