• Latest
Harga Minyak Anjlok ke US$ 64, OPEC+ dan Tarif AS Jadi Pemicunya

Harga Minyak Anjlok ke US$ 64, OPEC+ dan Tarif AS Jadi Pemicunya

July 1, 2025
OJK Bongkar Daftar Pihak Terkait Pelanggaran 3 Emiten Konglomerat

OJK Bongkar Daftar Pihak Terkait Pelanggaran 3 Emiten Konglomerat

October 21, 2026
GIC & Temasek Jawab Dugaan Pengaruhi MSCI Downgrade Bursa RI

GIC & Temasek Jawab Dugaan Pengaruhi MSCI Downgrade Bursa RI

October 21, 2026
OJK Imbau Event Lari Lindungi Peserta Pakai Asuransi

OJK Imbau Event Lari Lindungi Peserta Pakai Asuransi

October 21, 2026
Membaca MSCI dengan Kepala Dingin

Membaca MSCI dengan Kepala Dingin

October 21, 2026
Akhiri Perdagangan IHSG Parkir Naik 0,9%

Akhiri Perdagangan IHSG Parkir Naik 0,9%

October 21, 2026
OJK & BEI Kumpulkan Investor Institusi Usai Pengumuman MSCI, Bahas Ini

OJK & BEI Kumpulkan Investor Institusi Usai Pengumuman MSCI, Bahas Ini

October 21, 2026
WIFI Angkat Komut dan Dirut Baru, Fadel Muhammad Gantikan Hashim

WIFI Angkat Komut dan Dirut Baru, Fadel Muhammad Gantikan Hashim

October 21, 2026
Meleset dari Ramalan Pasar! BI Tahan Suku Bunga di 5,75%

Meleset dari Ramalan Pasar! BI Tahan Suku Bunga di 5,75%

October 21, 2026
BI Ungkap Kredit Nganggur Tembus Rp2.562 T hingga September 2026

BI Ungkap Kredit Nganggur Tembus Rp2.562 T hingga September 2026

October 21, 2026
BI Pangkas GWM, Bos-Bos Bank Kompak Buka Suara Soroti Likuiditas

BI Pangkas GWM, Bos-Bos Bank Kompak Buka Suara Soroti Likuiditas

October 21, 2026
2 Tahun Memimpin, Prabowo Bangga & Kerja Dengan Hasil Nyata

2 Tahun Memimpin, Prabowo Bangga & Kerja Dengan Hasil Nyata

October 21, 2026
Respons MSCI Potensi Downgrade Bursa RI, Prabowo: Indonesia Tak Takut

Respons MSCI Potensi Downgrade Bursa RI, Prabowo: Indonesia Tak Takut

October 21, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, October 21, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Harga Minyak Anjlok ke US$ 64, OPEC+ dan Tarif AS Jadi Pemicunya

1 year ago
in Market
Harga Minyak Anjlok ke US$ 64, OPEC+ dan Tarif AS Jadi Pemicunya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia tertekan pada awal perdagangan Selasa (1/7/2025), di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan produksi OPEC+ serta ancaman tarif baru dari Amerika Serikat yang bisa memicu perlambatan ekonomi global.

Melansir dari Refinitv, harga minyak Brent kontrak September turun 0,24% ke US$66,58 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 0,31% ke US$64,91 per barel. Pelemahan ini terjadi setelah kabar bahwa aliansi produsen OPEC+ akan kembali meningkatkan produksi pada Agustus mendatang.

Mengutip Reuters, sumber internal menyebut OPEC+ tengah bersiap menaikkan pasokan sebanyak 411.000 barel per hari (bph). Jika disahkan dalam pertemuan resmi pada 6 Juli, maka ini akan menjadi kenaikan bulanan keempat berturut-turut dan menambah total pasokan baru sepanjang 2025 menjadi 1,78 juta bph, setara dengan lebih dari 1,5% dari permintaan global.

Selain pasokan yang berpotensi membanjir, pelaku pasar juga mencermati tenggat waktu 9 Juli, di mana AS dijadwalkan mengaktifkan tarif baru atas berbagai barang impor. Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan bahwa tarif bisa naik hingga 50%, bahkan jika negosiasi dagang masih berlangsung. Ketidakpastian ini menambah tekanan terhadap proyeksi permintaan energi dunia.

Di sisi proyeksi harga, Morgan Stanley memangkas estimasi harga Brent ke kisaran US$60 per barel pada awal 2026, seiring prediksi surplus pasokan mencapai 1,3 juta bph tahun depan dan meredanya risiko geopolitik global.

Padahal, ketegangan geopolitik sempat mendorong harga melonjak tajam bulan lalu. Brent sempat menembus US$80 per barel saat konflik antara Israel dan Iran memanas pasca serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran. Namun pasar kembali tenang usai mantan Presiden AS Donald Trump memediasi gencatan senjata 12 hari kemudian.

Meski tensi politik mereda, analis memperingatkan volatilitas pasar masih tinggi dalam waktu dekat. “Harga masih sensitif terhadap perubahan kebijakan dan dinamika pasokan. Fokus utama saat ini adalah keseimbangan jangka pendek antara sinyal kenaikan produksi dan potensi penurunan permintaan global,” ujar analis energi dari JP Energy Research pada Business Today. 

CNBC Indonesia

(emb/emb)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Rusia dan OPEC+ Bikin Harga Minyak Membara




Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Bongkar Daftar Pihak Terkait Pelanggaran 3 Emiten Konglomerat

OJK Bongkar Daftar Pihak Terkait Pelanggaran 3 Emiten Konglomerat

October 21, 2026
GIC & Temasek Jawab Dugaan Pengaruhi MSCI Downgrade Bursa RI

GIC & Temasek Jawab Dugaan Pengaruhi MSCI Downgrade Bursa RI

October 21, 2026
OJK Imbau Event Lari Lindungi Peserta Pakai Asuransi

OJK Imbau Event Lari Lindungi Peserta Pakai Asuransi

October 21, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .