• Latest
Analisa Dolar AS Tembus Rp17.300, Respons BI & Ramalan Ekonomi RI

Analisa Dolar AS Tembus Rp17.300, Respons BI & Ramalan Ekonomi RI

April 24, 2026
Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

November 7, 2026
Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

November 7, 2026
Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

November 7, 2026
Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

November 7, 2026
Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

November 6, 2026
BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

November 6, 2026
Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

November 6, 2026
OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

November 6, 2026
RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

November 6, 2026
Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US

Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US$85

November 6, 2026
Pengusaha Minta Bank Swasta RI Jadi Tempat Parkir DHE, BI Menjawab!

Pengusaha Minta Bank Swasta RI Jadi Tempat Parkir DHE, BI Menjawab!

November 6, 2026
MKNT Masuk HSC, 99,64% Saham Dikuasai Segelintir Investor

MKNT Masuk HSC, 99,64% Saham Dikuasai Segelintir Investor

November 6, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, November 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Analisa Dolar AS Tembus Rp17.300, Respons BI & Ramalan Ekonomi RI

7 months ago
in Market
Analisa Dolar AS Tembus Rp17.300, Respons BI & Ramalan Ekonomi RI
Share on FacebookShare on Twitter




Bandung, CNBC Indonesia-Ketidakpastian global yang semakin tinggi membawa dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap mata uang banyak negara, termasuk rupiah. Beberapa hari lalu, rupiah bahkan menembus level Rp17.300 per dolar AS atau terlemah sepanjang masa.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) BI Juli Budi Winantya menjelaskan, ketidakpastian ini dipicu oleh perang antara Amerika Serikat dan Iran yang semakin panas. Banyak analis memperkirakan perang akan berlangsung lama, sehingga prospek ekonomi juga semakin memburuk.

“Kondisi perang memperburuk situasi ekonomi sekarang dan ke depan,” terangnya dalam diskusi bersama media di Bandung, Jumat (24/4/2026)

Dampak perang mengganggu jalur logistik dunia pasca Selat Hormuz ditutup. Harga minyak dunia juga melonjak drastis yang diikuti oleh beberapa barang dan jasa lainnya, membuat inflasi dunia diperkirakan meningkat dari 4,1% menjadi 4,2%

“Maka dari itu ekonomi dunia ini akan lebih lambat dari perkiraan semula, dari 3,1% jadi 3%,” ujarnya.

Masalah bergeser pada sektor keuangan. Ruang pelonggaran moneter global menjadi lebih sempit. Suku bunga acuan AS atau Fed Fund Rate diperkirakan tetap hingga akhir tahun. Belanja pertahanan AS melonjak membuat pelebaran defisit dan mendorong peningkatan yield obligasi.

“Ini yang membuat apresiasi dolar, DXY meningkat hampir ke semua mata uang,” terang Juli.

Indeks Dolar AS (DXY) sempat nyaris menyentuh 100. Sementara itu rupiah menembus level Rp17.300. Meski demikian, Juli menyebut pelemahan yang dialami rupiah tidak seburuk mata uang negara lain.

“Nilai tukar rupiah dibandingkan negara lain masih stabil cukup terjaga,”tegasnya. 

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan hari ini di zona hijau dengan apresiasi sebesar 0,52% ke level Rp17.190/US$. Penguatan ini sekaligus membawa rupiah kembali turun ke bawah level psikologis Rp17.200/US$

Respons Bank Sentral, kata Juli adalah dengan mempertahankan suku bunga BI-Rate sebesar 4,75%. Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah juga terus diperkuat dengan intervensi di pasar off-shore melalui NDF dan intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, DNDF, serta pembelian SBN di pasar sekunder, didukung dengan penguatan kebijakan transaksi pasar valas.

Di samping itu, BI terus mengoptimalkan berbagai instrumen moneter SRBI. Pada 21 April 2026 SRBI tercatat sebesar Rp885,41 triliun, antara lain didukung dengan kepemilikan nonresiden yang mencapai Rp165,98 triliun (18,75% dari total outstanding).

Di tengah gejolak tersebut, BI meyakinkan ekonomi nasional masih cukup kuat. Pada 2026 diperkirakan 4,9-5,7% dengan inflasi terjaga 2,5 plus minus 1%. Ini didorong oleh konsumsi rumah tangga yang terjaga, neraca dagang yang surplus dan cadangan devisa yang memadai.

(mij/mij)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

November 7, 2026
Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

November 7, 2026
Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

November 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .