• Latest
Bupati Cianjur Jadi Terkaya di Jawa, Tapi Rakyatnya Hidup Menderita

Bupati Cianjur Jadi Terkaya di Jawa, Tapi Rakyatnya Hidup Menderita

April 25, 2026
Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

November 7, 2026
Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

November 7, 2026
Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

November 7, 2026
Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

November 7, 2026
Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

November 6, 2026
BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

November 6, 2026
Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

November 6, 2026
OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

November 6, 2026
RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

November 6, 2026
Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US

Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US$85

November 6, 2026
Pengusaha Minta Bank Swasta RI Jadi Tempat Parkir DHE, BI Menjawab!

Pengusaha Minta Bank Swasta RI Jadi Tempat Parkir DHE, BI Menjawab!

November 6, 2026
MKNT Masuk HSC, 99,64% Saham Dikuasai Segelintir Investor

MKNT Masuk HSC, 99,64% Saham Dikuasai Segelintir Investor

November 6, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, November 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Bupati Cianjur Jadi Terkaya di Jawa, Tapi Rakyatnya Hidup Menderita

7 months ago
in Market
Bupati Cianjur Jadi Terkaya di Jawa, Tapi Rakyatnya Hidup Menderita
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Fenomena pejabat bergaya hidup mewah di tengah kondisi rakyat yang sulit bukanlah hal baru. Pola ini sudah muncul sejak era kolonial dan terus berulang hingga kini, mencerminkan ketimpangan yang mengakar dalam sejarah kekuasaan di Indonesia.

Salah satu contoh mencolok terjadi di Cianjur, Jawa Barat, pada awal abad ke-19. Wilayah ini dikenal sebagai daerah yang sangat makmur di Pulau Jawa, terutama karena hasil komoditas perkebunan yang melimpah.

Kemakmuran tersebut terutama ditopang oleh produksi kopi yang sangat besar. Dalam catatan sejarah, Cianjur menjadi salah satu pusat produksi kopi utama di wilayah Priangan, bahkan mencapai angka produksi yang sangat tinggi pada masanya.

Kondisi ini turut mengangkat status sosial para elite lokal, termasuk bupati, yang menikmati limpahan kekayaan dari sistem ekonomi yang berlaku saat itu.

Sejarawan Belanda Jan Breman dalam bukunya Keuntungan Kolonial dari Kerja Paksa: Sistem Perdagangan dari Tanam Paksa Kopi di Jawa 1720-1870 (2014) mencatat, pada masa tanam paksa (1830-1870), Cianjur menjadi penghasil kopi terbesar di wilayah Priangan. Pada 1806, produksinya bahkan mencapai sekitar 1,5 juta kopi.

Kekayaan ini kemudian mengangkat posisi elite lokal, termasuk bupati. Menurut sejarawan Nina Herlina Lubis dalam Kehidupan Kaum Menak Priangan, 1800-1942 (1998), para bupati merupakan kelompok paling kaya di wilayahnya. Mereka memperoleh pemasukan dari gaji, pajak, hingga praktik feodalisme yang tidak tertulis.

Namun, kemakmuran itu tidak dirasakan oleh rakyat. Rakyat justru menanggung beban berat dari sistem tanam paksa kopi. Kerja keras para petani menjadi fondasi kekayaan daerah, tetapi hasilnya lebih banyak mengalir ke kas kolonial dan dinikmati oleh elite lokal, termasuk bupati.

Terlebih, Bupati Cianjur justru dikenal dengan gaya hidup mewah. Jan Breman mencatat, sang bupati kerap berkeliling menggunakan kereta berlapis emas, layaknya bangsawan besar.

“Layaknya tuan besar konsumtif, mereka berbelanja barang mewah dengan harga tinggi. Di saat pulangnya mereka membawa candu, tembakau, dan katun, barang-barang yang akan dijual kepada kepala bawahannya,” tulis Breman.

Kemewahan ini bahkan berdampak langsung ke daerah lain. Pegawai kolonial asal Belanda, Multatuli, dalam novelnya Max Havelaar (1860), menyoroti bagaimana kunjungan Bupati Cianjur ke Lebak justru membebani wilayah yang disinggahi.

Menurutnya, bupati datang dengan rombongan besar yang harus ditanggung oleh daerah setempat.

“Ratusan orang itu yang semuanya harus ditampung dan diberi makan, begitu juga kuda-kudanya,” tulis Multatuli.

Menurut Nina Herlina Lubis, kondisi ini tidak lepas dari cara pandang kekuasaan saat itu. Kabupaten diposisikan sebagai panggung, dengan bupati sebagai aktor utama yang harus menampilkan kemegahan.

“Kabupaten adalah ibarat panggung pertunjukan dengan bupati sebagai pemeran utama yang harus berakting hebat,” ungkap Nina.

Pada akhirnya, sejarah menunjukkan pola yang terus berulang. Kekuasaan kerap berjalan beriringan dengan kemewahan elite, sementara rakyatnya tetap menanggung penderitaan.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

November 7, 2026
Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

November 7, 2026
Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

November 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .