• Latest
Tanpa Sokongan MSCI & FTSE, Saham Prajogo Tumbang Berjamaah di 2026

Tanpa Sokongan MSCI & FTSE, Saham Prajogo Tumbang Berjamaah di 2026

May 18, 2026
OJK Bongkar Manipulasi Saham PANR Sampai Untung Rp 5 M, Ini Modusnya

OJK Bongkar Manipulasi Saham PANR Sampai Untung Rp 5 M, Ini Modusnya

November 8, 2026
Pramono Rayu Investor Tanam Duit di Jakarta, Tawarkan Proyek Ini

Pramono Rayu Investor Tanam Duit di Jakarta, Tawarkan Proyek Ini

November 8, 2026
Ini Jurus IKN Datangkan Investor, Respons Pengusaha-Dubes Tak Terduga

Ini Jurus IKN Datangkan Investor, Respons Pengusaha-Dubes Tak Terduga

November 8, 2026
Dirut Bank di Malang Maling Emas-Bikin Kredit Palsu Puluhan Miliar

Dirut Bank di Malang Maling Emas-Bikin Kredit Palsu Puluhan Miliar

November 8, 2026
Rombongan Investor Kakap Serbu IKN, Ini Nama dan Daftar Proyeknya

Rombongan Investor Kakap Serbu IKN, Ini Nama dan Daftar Proyeknya

November 7, 2026
4 Bank Resmi Merger, Intip Nasibnya Usai Bergabung

4 Bank Resmi Merger, Intip Nasibnya Usai Bergabung

November 7, 2026
Eks Pejabat Borong 100 Ribu Saham Wilmar, Nilainya Rp4,19 Miliar

Eks Pejabat Borong 100 Ribu Saham Wilmar, Nilainya Rp4,19 Miliar

November 7, 2026
Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia November 2026

Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia November 2026

November 7, 2026
OJK Jatuhkan Sanksi ke 7 Emiten & Pihak Terkait, Total Denda Miliaran

OJK Jatuhkan Sanksi ke 7 Emiten & Pihak Terkait, Total Denda Miliaran

November 7, 2026
Jurus Ekspansi Furnitur Besi Lokal Hingga Incar Pasar ASEAN

Jurus Ekspansi Furnitur Besi Lokal Hingga Incar Pasar ASEAN

November 7, 2026
Bukan Cuma Data PDB RI, Ini Sentimen Yang Dicermati Investor

Bukan Cuma Data PDB RI, Ini Sentimen Yang Dicermati Investor

November 7, 2026
Kejanggalan di Balik Transaksi CASA, FUJI, & NSSS yang Diusut BEI

Kejanggalan di Balik Transaksi CASA, FUJI, & NSSS yang Diusut BEI

November 7, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Sunday, November 8, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Tanpa Sokongan MSCI & FTSE, Saham Prajogo Tumbang Berjamaah di 2026

6 months ago
in Market
Tanpa Sokongan MSCI & FTSE, Saham Prajogo Tumbang Berjamaah di 2026
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten yang tergabung dalam konglomerasi bisnis Grup Barito milik Prajogo Pangestu kompak melemah signifikan sepanjang tahun 2026. Pelemahan ini utamanya dikarenakan aturan lebih ketat yang diterapkan oleh penyedia indeks global hingga dikeluarkannya saham-saham miliknya dari indeks bergengsi global milik MSCI dan FTSE.

Pada awal perdagangan sesi kedua hari ini, Senin (18/5/2026), tercatat hanya saham Barito Renewables Energy (BREN) yang menguat dengan sisanya bergerak di zona merah. Bahkan saham BREN sendiri pada sesi pertama tercatat sempat melemah signifikan sebelum balik memantul di sesi kedua.

Saham Chandra Asri Pacific (TPIA) tercatat menjadi yang terkoreksi paling dalam dan tercatat turun 14,88% atau menyentuh batas auto rejection bawah ke level Rp 3.660 per saham. Lalu diikuti saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) yang turun nyaris 10% ke Rp 770 per saham, Chandra Daya Investasi (CDIA) turun nyaris 8% ke Rp 930 per saham, Petrosea (PTRO) turun 3% ke Rp 4.870 per saham dan Barito Pacific (BRPT) yang turun 3% ke Rp 2.020 per saham.

Penurunan signifikan saham-saham konglomerasi Prajogo diketahui telah terjadi sejak awal tahun ini, setelah MSCI menyalakan alarm terkait kondisi pasar modal RI yang dianggap tidak transparan dengan sejumlah saham yang masuk indeks MSCI ternyata dimiliki oleh segelintir orang, sehingga membuat transaksi tersebut tidak likuid.

Secara spesifik saham CUAN sepanjang tahun 2026 telah ambruk 66,48%, diikuti saham BREN tumbang 65,88%, PTRO -55,51%, TPIA -47,71%, CDIA -43,41% dan BRPT -37,92%.

Tekanan terbesar terhadap emiten konglo dan IHSG yang lebih luas datang dari saham-saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index.

MSCI diketahui resmi menghapus enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, yakni: PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN); PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN); PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA); PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA); PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN); PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Selain itu, MSCI juga mencoret 13 saham Indonesia dari MSCI Global Small Cap Index.

Tak lama setelah pengumuman MSCI, penyedia indeks global lainnya FTSE ikut buka suara soal masa depan saham-saham RI yang tergabung dalam indeks besutannya.

Dalam pengumuman terbaru bertajuk “Index Treatment for the June 2026 Index Review” yang dirilis Rabu (13/5/2026), FTSE memberikan sinyal keras terkait potensi penghapusan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Aturan terbaru FTSE diterbitkan menyusul upaya otoritas pasar modal Indonesia dalam meningkatkan transparansi, termasuk publikasi daftar High Shareholding Concentration (HSC).

Dalam dokumen tersebut, FTSE Russell menegaskan bahwa jika sebuah perusahaan menjadi subjek peringatan konsentrasi kepemilikan saham dari otoritas bursa dan keuangan, di mana saham beredar hanya dikuasai segelintir pihak, maka saham tersebut akan didepak dari indeks pada tinjauan berikutnya.

“Untuk memastikan integritas dan replikabilitas indeks, FTSE Russell akan menghapus sekuritas yang terdampak pada harga nol pada tinjauan Juni 2026, efektif mulai pembukaan pasar pada Senin, 22 Juni 2026,” tulis pengumuman resmi tersebut.

Kebijakan “harga nol” ini diambil karena FTSE menilai likuiditas saham HSC cenderung memburuk secara material. Investor institusi pengelola dana indeks (passive fund) dikhawatirkan tidak akan menemukan pembeli (counterparty) yang cukup jika harus keluar dari saham tersebut secara mendadak.

Kebijakan harga nol umumnya dilakukan oleh FTSE atas saham-saham perusahaan bangkrut yang masih ada di indeks atau saham yang lama mengalami suspensi atau terkena dampak sanksi sehingga sulit diperdagangkan.

Meski FTSE belum merilis spesifik emiten yang terancam kena tendang dalam pengumuman tersebut, sejumlah daftar saham tampaknya akan terkena dampak secara signifikan. Dua emiten besar selama ini identik dengan isu free float dan konsentrasi kepemilikan, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) milik taipan Prajogo Pangestu dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari grup Sinarmas menjadi sorotan karena keduanya masuk dalam daftar HSC BEI.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Bongkar Manipulasi Saham PANR Sampai Untung Rp 5 M, Ini Modusnya

OJK Bongkar Manipulasi Saham PANR Sampai Untung Rp 5 M, Ini Modusnya

November 8, 2026
Pramono Rayu Investor Tanam Duit di Jakarta, Tawarkan Proyek Ini

Pramono Rayu Investor Tanam Duit di Jakarta, Tawarkan Proyek Ini

November 8, 2026
Ini Jurus IKN Datangkan Investor, Respons Pengusaha-Dubes Tak Terduga

Ini Jurus IKN Datangkan Investor, Respons Pengusaha-Dubes Tak Terduga

November 8, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .