• Latest
Penyebab IHSG Tiba-Tiba Anjlok 2% Siang Ini

Penyebab IHSG Tiba-Tiba Anjlok 2% Siang Ini

May 19, 2026
BYAN Ungkap soal Transaksi Saham, BEI Soroti Harga Jual ke Haji Isam

BYAN Ungkap soal Transaksi Saham, BEI Soroti Harga Jual ke Haji Isam

October 22, 2026
BEI Kembali Kategorikan FILM Sebagai Saham HSC

BEI Kembali Kategorikan FILM Sebagai Saham HSC

October 22, 2026
BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

October 22, 2026
OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

October 22, 2026
Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

October 22, 2026
Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

October 22, 2026
Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

October 22, 2026
Waskita Karya Catat Kenaikan Pendapatan Hingga 53,73%

Waskita Karya Catat Kenaikan Pendapatan Hingga 53,73%

October 22, 2026
MSCI Mau Turunkan Status RI, Kemlu Siapkan Jurus Ini

MSCI Mau Turunkan Status RI, Kemlu Siapkan Jurus Ini

October 22, 2026
Sovereign Wealth Fund Terbesar Dunia Boncos US Miliar

Sovereign Wealth Fund Terbesar Dunia Boncos US$30 Miliar

October 22, 2026
Aksi Borong Besar-Besaran, Belasan Saham BUMN Menguat

Aksi Borong Besar-Besaran, Belasan Saham BUMN Menguat

October 22, 2026
Danantara Minta Investor Data Center Raksasa Siapkan Sumber Energi

Danantara Minta Investor Data Center Raksasa Siapkan Sumber Energi

October 22, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 22, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Penyebab IHSG Tiba-Tiba Anjlok 2% Siang Ini

5 months ago
in Lifestyle
Penyebab IHSG Tiba-Tiba Anjlok 2% Siang Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam menjelang akhir sesi 1 perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026).

Per pukul 11.11 WIB IHSG anjlok 2% atau -136,33 poin ke level 6.462,91. Penurun terus berlanjut dan hingga IHSG menyentuh level terendah 6.428,63. 

Sebanyak 525 saham turun, 183 naik, dan 251 stagnan. Nilai transaksi terbilang ramai, yakni mencapai Rp 11,98 triliun, melibatkan 19,56 miliar saham, dalam 1,4 juta kali transaksi. 

Koreksi tajam IHSG hari ini melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan kemarin. Pada perdagangan Senin, IHSG sempat turun lebih dari 4%, tetapi berhasil memangkas koreksi menjadi -1,85% pada penutupan. 

Mengutip Refinitiv, nyaris seluruh sektor berada di zona merah, kecuali kesehatan. Bahan baku turun paling dalam, yakni -7,4% seiring dengan koreksi tajam pada saham-saham emiten Prajogo Pangestu. 

Chandra Asri (TPIA) yang turun 15% menjadi pemberat utama dengan bobot -11,16 poin. Kemudian diikuti oleh Amman Mineral (AMMN) -10,94 poin, Mora Telematika (MORA) -8,97 poin, dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) -7,5 poin. 

Sebagai informasi, tiga dari empat emiten tersebut merupakan saham yang didepak dari indeks MSCI. 

Adapun tekanan terbesar terhadap IHSG sejak akhir pekan lalu datang dari saham-saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index.

Tekanan IHSG juga ditambah lagi oleh pengumuman dari penyedia indeks global lainnya, FTSE yang ikut buka suara soal masa depan saham-saham RI yang tergabung dalam indeks besutannya.

Dalam pengumuman terbaru bertajuk “Index Treatment for the June 2026 Index Review” yang dirilis Rabu (13/5/2026), FTSE memberikan sinyal keras terkait potensi penghapusan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Aturan terbaru FTSE diterbitkan menyusul upaya otoritas pasar modal Indonesia dalam meningkatkan transparansi, termasuk publikasi daftar High Shareholding Concentration (HSC).

Dalam dokumen tersebut, FTSE Russell menegaskan bahwa jika sebuah perusahaan menjadi subjek peringatan konsentrasi kepemilikan saham dari otoritas bursa dan keuangan, di mana saham beredar hanya dikuasai segelintir pihak, maka saham tersebut akan didepak dari indeks pada tinjauan berikutnya.

“Untuk memastikan integritas dan replikabilitas indeks, FTSE Russell akan menghapus sekuritas yang terdampak pada harga nol pada tinjauan Juni 2026, efektif mulai pembukaan pasar pada Senin, 22 Juni 2026,” tulis pengumuman resmi tersebut.

Kebijakan “harga nol” ini diambil karena FTSE menilai likuiditas saham HSC cenderung memburuk secara material. Investor institusi pengelola dana indeks (passive fund) dikhawatirkan tidak akan menemukan pembeli (counterparty) yang cukup jika harus keluar dari saham tersebut secara mendadak.

IHSG juga mengalami tekanan seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah. Rupiah bahkan kembali menembus level psikologis baru.

Merujuk data Refinitiv, per pukul 09.13 WIB, rupiah melemah 0,34% ke level Rp17.700/US$.

Pelemahan ini berlanjut setelah rupiah sudah dibuka melemah pada awal perdagangan. Pada pembukaan perdagangan pagi ini, rupiah berada di level Rp17.650/US$ atau melemah 0,06%.

Tekanan terhadap rupiah terjadi meski indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah. DXY turun 0,11% ke posisi 99,094.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BYAN Ungkap soal Transaksi Saham, BEI Soroti Harga Jual ke Haji Isam

BYAN Ungkap soal Transaksi Saham, BEI Soroti Harga Jual ke Haji Isam

October 22, 2026
BEI Kembali Kategorikan FILM Sebagai Saham HSC

BEI Kembali Kategorikan FILM Sebagai Saham HSC

October 22, 2026
BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

October 22, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .