• Latest
Rupiah Masih Loyo, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.695

Rupiah Masih Loyo, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.695

May 19, 2026
BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

October 22, 2026
OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

October 22, 2026
Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

October 22, 2026
Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

October 22, 2026
Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

October 22, 2026
Waskita Karya Catat Kenaikan Pendapatan Hingga 53,73%

Waskita Karya Catat Kenaikan Pendapatan Hingga 53,73%

October 22, 2026
MSCI Mau Turunkan Status RI, Kemlu Siapkan Jurus Ini

MSCI Mau Turunkan Status RI, Kemlu Siapkan Jurus Ini

October 22, 2026
Sovereign Wealth Fund Terbesar Dunia Boncos US Miliar

Sovereign Wealth Fund Terbesar Dunia Boncos US$30 Miliar

October 22, 2026
Aksi Borong Besar-Besaran, Belasan Saham BUMN Menguat

Aksi Borong Besar-Besaran, Belasan Saham BUMN Menguat

October 22, 2026
Danantara Minta Investor Data Center Raksasa Siapkan Sumber Energi

Danantara Minta Investor Data Center Raksasa Siapkan Sumber Energi

October 22, 2026
Danantara Bidik Investasi USD 30 Miliar Lewat New Asia Forum 2026

Danantara Bidik Investasi USD 30 Miliar Lewat New Asia Forum 2026

October 22, 2026
Saham-Saham BUMN Diborong, Kawal IHSG Parkir di Zona Hijau

Saham-Saham BUMN Diborong, Kawal IHSG Parkir di Zona Hijau

October 22, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 22, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Masih Loyo, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.695

5 months ago
in Lifestyle
Rupiah Masih Loyo, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.695
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kembali mengakhiri perdagangan dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (19/5/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,31% ke level Rp17.695/US$. Meski sedikit menjauh dari area Rp17.700/US$, posisi ini tetap menjadi level penutupan all time low rupiah.

Pelemahan rupiah sudah terlihat sejak awal perdagangan. Pada pembukaan pagi tadi, rupiah dibuka melemah tipis 0,06% ke level Rp17.650/US$. Tekanan kemudian sempat semakin dalam hingga rupiah menembus level psikologis Rp17.730/US$ pada perdagangan intraday.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau bergerak stabil. Per pukul 15.00 WIB, DXY berada di level 99,172.


Pelemahan rupiah turut membuat pemerintah ikut bereaksi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum terlalu parah.

Untuk saat ini, pemerintah masih mengandalkan dana dari APBN guna mengendalikan sentimen di pasar surat utang negara, dengan nilai sekitar Rp2 triliun per hari.

Purbaya menjelaskan, pemerintah baru akan menggunakan skema Bond Stabilization Fund (BSF) jika tekanan di pasar sudah jauh lebih berat. Skema tersebut turut melibatkan badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan.

“Ini baru cash management. Kalau framework nanti saya panggil SMV (special mission vehicle/BLU) dan lain-lain untuk ikut. Tapi sekarang belum separah itu, keadaannya masih relatif lumayan lah,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Dari total dana Rp2 triliun yang disiapkan per hari untuk stabilisasi sentimen di pasar obligasi, Purbaya menyebut dana yang baru terserap untuk intervensi surat berharga negara (SBN) baru sekitar Rp600 miliar.

Menurut Purbaya, jumlah tersebut menunjukkan tekanan jual di pasar SBN belum terlalu besar.

“Kemarin aja saya sudah targetkan Rp2 triliun, hanya dapat Rp600 miliar. Artinya yang jual juga sedikit sebetulnya. Jadi kita memastikan harga bond tetap terkendali,” ucap Purbaya.

Purbaya mengatakan, angka Rp600 miliar tersebut setara dengan nilai SBN pemerintah yang dilepas investor asing. Ia juga menjelaskan, intervensi pemerintah di pasar obligasi sudah berjalan sejak Kamis pekan lalu hingga Senin kemarin.

“Dari Kamis minggu lalu sedikit. Kemarin sedikit. Sekarang saya lihat lagi seperti apa,” paparnya.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

October 22, 2026
OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

October 22, 2026
Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

October 22, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .