• Latest
Meski Hormuz Masih Membara, Harga Minyak Turun Lagi

Meski Hormuz Masih Membara, Harga Minyak Turun Lagi

May 20, 2026
Video: IHSG Dibuka Anjlok 2,4% – Rupiah Kembali ke Level Rp 18.000/USD

Video: IHSG Dibuka Anjlok 2,4% – Rupiah Kembali ke Level Rp 18.000/USD

October 22, 2026
IHSG Dibuka Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Dibuka Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 22, 2026
Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 2%

Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 2%

October 22, 2026
Bank Sentral Korea Tahan Suku Bunga 3%, Inflasi Masih Panas

Bank Sentral Korea Tahan Suku Bunga 3%, Inflasi Masih Panas

October 22, 2026
IHSG Parkir di Zona Hijau, Ini 5 Saham Pilihan Hari Ini

IHSG Parkir di Zona Hijau, Ini 5 Saham Pilihan Hari Ini

October 22, 2026
OJK Denda 971 Pihak Rp2,5 T, Terbesar Sepanjang Sejarah Pasar Modal

OJK Denda 971 Pihak Rp2,5 T, Terbesar Sepanjang Sejarah Pasar Modal

October 22, 2026
ADB Yakin RI Keluar dari Middle Income Trap, Rasio Pajak Jadi PR

ADB Yakin RI Keluar dari Middle Income Trap, Rasio Pajak Jadi PR

October 22, 2026
Investor Cermati Sektor Teknologi, Bursa Asia Dibuka Bervariasi

Investor Cermati Sektor Teknologi, Bursa Asia Dibuka Bervariasi

October 22, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,94%, Asing Borong 10 Saham Ini

IHSG Ditutup Menguat 0,94%, Asing Borong 10 Saham Ini

October 22, 2026
ADB Kucurkan US M ke Puskesmas RI, Berobat Rasa RS Jadi Lebih Dekat

ADB Kucurkan US$1 M ke Puskesmas RI, Berobat Rasa RS Jadi Lebih Dekat

October 22, 2026
Dana Keluar Rp 527 Miliar, Asing Lepas 10 Saham Ini

Dana Keluar Rp 527 Miliar, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 22, 2026
Dana Keluar Rp 6 Miliar, Asing Lepas 10 Saham Ini

Dana Keluar Rp 6 Miliar, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 22, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 22, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Meski Hormuz Masih Membara, Harga Minyak Turun Lagi

5 months ago
in Market
Meski Hormuz Masih Membara, Harga Minyak Turun Lagi
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia kembali bergerak turun pada perdagangan Rabu pagi (20/5/2026), setelah reli tajam sepanjang pekan lalu mulai kehilangan tenaga.

Pasar perlahan mengurangi premi risiko geopolitik di Timur Tengah, meski jalur energi paling vital dunia, Selat Hormuz, masih berada dalam situasi yang jauh dari normal.

Menurut Refinitiv pada pukul 09.30 WIB, harga minyak Brent kontrak Juli (LCOc1) berada di US$110,86 per barel, turun dibanding penutupan Selasa di US$111,28 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI/CLc1) berada di US$103,66 per barel, melemah cukup dalam dari posisi sebelumnya US$107,77 per barel.

Penurunan ini terjadi setelah lonjakan harga minyak mulai tertahan sejak awal pekan. Dalam dua pekan terakhir, Brent sempat melesat dari US$100,06 per barel pada 7 Mei menjadi puncak US$112,10 per barel pada 18 Mei. Kenaikan hampir 12% itu lahir dari ketegangan perang Iran-Israel yang membuat pasar global cemas terhadap pasokan minyak dunia.



Namun memasuki pertengahan pekan ini, pasar mulai melihat minyak dari Teluk Persia ternyata masih terus bergerak keluar. Reuters melaporkan dua kapal tanker raksasa asal China yang membawa total 4 juta barel minyak mentah akhirnya berhasil keluar dari Selat Hormuz setelah tertahan lebih dari dua bulan di kawasan Teluk.

Kedua VLCC tersebut membawa minyak Irak Basrah dan minyak Qatar al-Shaheen menuju pelabuhan di China. Salah satu kapal, Yuan Gui Yang, mengangkut 2 juta barel minyak Basrah untuk Unipec, unit perdagangan Sinopec. Kapal lainnya, Ocean Lily, membawa kombinasi minyak Irak dan Qatar menuju Fujian.

Informasi ini memberi napas lega bagi pasar. Sebab sejak konflik Iran pecah, kekhawatiran terbesar berada pada kemungkinan terganggunya arus tanker di Selat Hormuz. Jalur sempit tersebut menjadi pintu keluar hampir seperlima perdagangan minyak dunia. Ketika tanker mulai kembali bergerak, pasar mulai menghitung ulang skenario krisis pasokan ekstrem.

Meski demikian, situasi masih sangat rapuh. Reuters menyebut kapal-kapal tanker kini harus melewati rute transit tertentu yang diperintahkan Iran. Artinya, lalu lintas energi global memang belum lumpuh, tetapi bergerak di bawah tekanan politik dan militer yang berat.

Pergerakan harga minyak beberapa hari terakhir memperlihatkan bagaimana pasar sedang berada di antara dua kutub. Di satu sisi, pasokan fisik minyak masih keluar dari Timur Tengah. Di sisi lain, risiko eskalasi tetap besar. Satu serangan terhadap fasilitas minyak, tanker, atau penutupan jalur laut dapat langsung mengerek harga kembali menembus level tertinggi tahun ini.

Volatilitas pun masih sangat tinggi. Dalam rentang kurang dari dua pekan, Brent bergerak dari US$100 ke atas US$112 sebelum akhirnya kembali terkoreksi ke kisaran US$110. WTI mengalami pola serupa, naik dari US$94,81 per barel pada 7 Mei menjadi US$108,66 pada 18 Mei, lalu jatuh ke US$103,66 pagi ini.

CNBC Indonesia 

(emb/emb)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Video: IHSG Dibuka Anjlok 2,4% – Rupiah Kembali ke Level Rp 18.000/USD

Video: IHSG Dibuka Anjlok 2,4% – Rupiah Kembali ke Level Rp 18.000/USD

October 22, 2026
IHSG Dibuka Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Dibuka Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 22, 2026
Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 2%

Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 2%

October 22, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .