• Latest
Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600

Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600

May 20, 2026
Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

October 20, 2026
Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US M

Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US$25 M

October 20, 2026
OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

October 20, 2026
Eks Mendag Tuding Manuver Asing, Bos BEI: Indeks Provider Independen

Eks Mendag Tuding Manuver Asing, Bos BEI: Indeks Provider Independen

October 20, 2026
Dasco Serukan Buy Indonesia, Yakin Pasar Saham RI Pulih

Dasco Serukan Buy Indonesia, Yakin Pasar Saham RI Pulih

October 20, 2026
Fundamental Bisnis Kuat, BNI (BBNI) Umumkan Lanjut Buyback Saham

Fundamental Bisnis Kuat, BNI (BBNI) Umumkan Lanjut Buyback Saham

October 20, 2026
2 Reformasi Baru BEI Usai MSCI, Status Afiliasi Pemegang Saham Dibuka

2 Reformasi Baru BEI Usai MSCI, Status Afiliasi Pemegang Saham Dibuka

October 20, 2026
Babak Baru KSP Indosurya, Korban Terima Ganti Rugi Rp229 M Tahap I

Babak Baru KSP Indosurya, Korban Terima Ganti Rugi Rp229 M Tahap I

October 20, 2026
Bursa Diguncang Sentimen MSCI, OJK Sayangkan Jual Saham Kerena Panik

Bursa Diguncang Sentimen MSCI, OJK Sayangkan Jual Saham Kerena Panik

October 20, 2026
IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

October 20, 2026
BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

October 20, 2026
Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

October 20, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 20, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600

5 months ago
in Lifestyle
Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan Rabu (20/5/2026) dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,54% ke level Rp17.600/US$. Penguatan ini sekaligus membalikkan posisi rupiah dari perdagangan sebelumnya, Selasa (19/5/2026), yang ditutup melemah di level Rp17.695/US$.

Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak cukup volatil. Pada awal perdagangan, rupiah dibuka melemah 0,20% di level Rp17.730/US$ dan sempat menyentuh Rp17.745/US$. Namun, rupiah kemudian berbalik menguat seiring pengumuman kenaikan BI Rate.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau menguat. Per pukul 15.00 WIB, DXY naik 0,06% ke level 99,388.


Penguatan rupiah terjadi setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Sejalan dengan itu, suku bunga Deposit Facility ditetapkan sebesar 4,25%, sementara Lending Facility sebesar 6,25%.

“Kebijakan ini sebagai langkah lanjutan memperkuat stabilitas rupiah dari dampak gejolak Timur Tengah,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), Rabu (20/5/2026).

Perry menjelaskan, keputusan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi 2,5±1%.

Menurut Perry, kebijakan BI sejalan dengan fokus moneter 2026 yang diarahkan pada stabilitas untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

“Sementara itu kebijakan makroprudential dan sistem pembayaran diarahkan pro-growth. Kebijakan makroprudential longgar didorong untuk pertumbuhan ekonomi mendorong kredit sektor riil,” paparnya.

Keputusan BI tersebut lebih agresif dibandingkan mayoritas perkiraan pasar. Berdasarkan hasil polling CNBC Indonesia, dari 15 lembaga/institusi yang berpartisipasi, sebanyak sembilan lembaga memperkirakan BI akan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,00%.

Sementara itu, enam lembaga lainnya memproyeksikan BI masih akan menahan suku bunga acuan di level 4,75%. Dengan demikian, kenaikan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% berada di atas ekspektasi mayoritas responden polling.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

October 20, 2026
Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US M

Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US$25 M

October 20, 2026
OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

October 20, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .