• Latest
PTBA, ASII hingga MYOR Layak Dicermati

PTBA, ASII hingga MYOR Layak Dicermati

May 21, 2026
Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

October 21, 2026
Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

October 21, 2026
Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK

Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK

October 21, 2026
OJK Bongkar Daftar Pihak Terkait Pelanggaran 3 Emiten Konglomerat

OJK Bongkar Daftar Pihak Terkait Pelanggaran 3 Emiten Konglomerat

October 21, 2026
GIC & Temasek Jawab Dugaan Pengaruhi MSCI Downgrade Bursa RI

GIC & Temasek Jawab Dugaan Pengaruhi MSCI Downgrade Bursa RI

October 21, 2026
OJK Imbau Event Lari Lindungi Peserta Pakai Asuransi

OJK Imbau Event Lari Lindungi Peserta Pakai Asuransi

October 21, 2026
Membaca MSCI dengan Kepala Dingin

Membaca MSCI dengan Kepala Dingin

October 21, 2026
Akhiri Perdagangan IHSG Parkir Naik 0,9%

Akhiri Perdagangan IHSG Parkir Naik 0,9%

October 21, 2026
OJK & BEI Kumpulkan Investor Institusi Usai Pengumuman MSCI, Bahas Ini

OJK & BEI Kumpulkan Investor Institusi Usai Pengumuman MSCI, Bahas Ini

October 21, 2026
WIFI Angkat Komut dan Dirut Baru, Fadel Muhammad Gantikan Hashim

WIFI Angkat Komut dan Dirut Baru, Fadel Muhammad Gantikan Hashim

October 21, 2026
Meleset dari Ramalan Pasar! BI Tahan Suku Bunga di 5,75%

Meleset dari Ramalan Pasar! BI Tahan Suku Bunga di 5,75%

October 21, 2026
BI Ungkap Kredit Nganggur Tembus Rp2.562 T hingga September 2026

BI Ungkap Kredit Nganggur Tembus Rp2.562 T hingga September 2026

October 21, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, October 21, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

PTBA, ASII hingga MYOR Layak Dicermati

5 months ago
in Economy
PTBA, ASII hingga MYOR Layak Dicermati
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,82% ke level 6.318,50 pada perdagangan Rabu (20/5). Pelemahan indeks terjadi di tengah tekanan saham-saham sektor basic industry, sementara investor asing masih membukukan aksi jual bersih di pasar reguler sebesar Rp130,88 miliar.

Saham Mora Telematika Indonesia (MORA) memimpin penguatan dengan kenaikan 19,75%, diikuti Sinarmas Multiartha (SMMA) yang naik 8,49%, serta Bank Mandiri (BMRI) menguat 2,42%. Sebaliknya, tekanan terbesar datang dari saham grup petrokimia dan energi, yakni Barito Pacific (BRPT) yang turun 10,18%, Chandra Asri Pacific (TPIA) melemah 14,74%, dan Barito Renewables Energy (BREN) terkoreksi 7,62%.

Secara sektoral, sembilan dari sebelas sektor berada di zona merah. Sektor basic industry mencatat penurunan terdalam sebesar 4,67%, sedangkan sektor keuangan menjadi sektor dengan penguatan tertinggi sebesar 1,21%. Investor asing tercatat membukukan beli bersih di seluruh pasar senilai Rp249,17 miliar.

Dari pasar global, indeks utama Wall Street ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 1,31% ke posisi 50.009, S&P 500 menguat 1,08% ke level 7.432, dan Nasdaq bertambah 1,55% menjadi 26.270. 

Pelaku pasar kini menantikan rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed serta data neraca berjalan Indonesia kuartal I-2026 yang diperkirakan mencatat defisit US$4,50 miliar, lebih lebar dibanding kuartal sebelumnya sebesar minus US$2,54 miliar.

Sentimen domestik lainnya datang dari rencana pemerintah untuk melakukan sentralisasi ekspor crude palm oil (CPO) dan batu bara melalui pembentukan BUMN ekspor. Kebijakan tersebut dinilai memberikan tekanan terhadap sektor komoditas dan pergerakan IHSG.

Sementara itu, Indika Energy (INDY) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 33,88% secara tahunan menjadi US$13,59 juta pada kuartal I-2026, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$10,15 juta. Pendapatan perseroan naik tipis 0,73% YoY menjadi US$493,21 juta.

Kinerja INDY juga ditopang peningkatan pendapatan investasi sebesar 73,51% YoY menjadi US$5,47 juta, seiring kenaikan nilai investasi pada Nanshan Aluminium International Holdings Ltd menjadi US$20,04 juta. 

Di sisi lain, total beban perseroan turun 1,57% YoY menjadi US$419,18 juta. Penurunan beban pokok terutama dipengaruhi kenaikan persediaan batu bara sebesar US$15,23 juta pada kuartal I-2026, yang turut menekan cost of goods sold (COGS) secara tahunan. Kondisi tersebut mencerminkan volume produksi yang lebih tinggi dibanding volume penjualan selama periode berjalan.

Dari sektor perkebunan, Cisadane Sawit Raya (CSRA) menargetkan volume pengolahan tandan buah segar (TBS) di pabrik internal mencapai 700 ribu ton tahun ini, naik dibanding realisasi tahun sebelumnya sebesar 500 ribu ton. Hingga kuartal I-2026, produksi TBS perseroan telah mencapai 18% dari target tahunan.

CSRA juga menyiapkan belanja modal sekitar Rp100 miliar untuk program replanting dan ekspansi landbank. Perseroan membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 5,87% YoY menjadi Rp2 triliun pada tahun ini, dibanding realisasi sebelumnya Rp1,89 triliun.

Di sisi korporasi, Bangun Kosambi Sukses (CBDK) berencana melakukan pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp250 miliar menggunakan kas internal. Posisi kas perseroan pada kuartal I-2026 tercatat Rp2,75 triliun.

Jika aksi buyback terealisasi penuh, kas perseroan diperkirakan menjadi sekitar Rp2,50 triliun, sementara total aset berpotensi turun menjadi Rp22,18 triliun dan ekuitas menjadi Rp12,22 triliun.

Perseroan menyatakan jumlah saham yang dibeli kembali tetap mengacu pada ketentuan POJK terkait saham treasuri. Buyback akan dilaksanakan melalui Ina Sekuritas Indonesia dalam periode 20 Mei hingga 19 Agustus 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

(ayh/ayh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

October 21, 2026
Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

October 21, 2026
Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK

Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK

October 21, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .