• Latest
Breaking News! IHSG Anjlok 1,43%

Breaking News! IHSG Anjlok 1,43%

May 21, 2026
Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

October 21, 2026
Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

October 21, 2026
Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK

Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK

October 21, 2026
OJK Bongkar Daftar Pihak Terkait Pelanggaran 3 Emiten Konglomerat

OJK Bongkar Daftar Pihak Terkait Pelanggaran 3 Emiten Konglomerat

October 21, 2026
GIC & Temasek Jawab Dugaan Pengaruhi MSCI Downgrade Bursa RI

GIC & Temasek Jawab Dugaan Pengaruhi MSCI Downgrade Bursa RI

October 21, 2026
OJK Imbau Event Lari Lindungi Peserta Pakai Asuransi

OJK Imbau Event Lari Lindungi Peserta Pakai Asuransi

October 21, 2026
Membaca MSCI dengan Kepala Dingin

Membaca MSCI dengan Kepala Dingin

October 21, 2026
Akhiri Perdagangan IHSG Parkir Naik 0,9%

Akhiri Perdagangan IHSG Parkir Naik 0,9%

October 21, 2026
OJK & BEI Kumpulkan Investor Institusi Usai Pengumuman MSCI, Bahas Ini

OJK & BEI Kumpulkan Investor Institusi Usai Pengumuman MSCI, Bahas Ini

October 21, 2026
WIFI Angkat Komut dan Dirut Baru, Fadel Muhammad Gantikan Hashim

WIFI Angkat Komut dan Dirut Baru, Fadel Muhammad Gantikan Hashim

October 21, 2026
Meleset dari Ramalan Pasar! BI Tahan Suku Bunga di 5,75%

Meleset dari Ramalan Pasar! BI Tahan Suku Bunga di 5,75%

October 21, 2026
BI Ungkap Kredit Nganggur Tembus Rp2.562 T hingga September 2026

BI Ungkap Kredit Nganggur Tembus Rp2.562 T hingga September 2026

October 21, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, October 21, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Breaking News! IHSG Anjlok 1,43%

5 months ago
in Economy
Breaking News! IHSG Anjlok 1,43%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik anjlok pada perdagangan Kamis pagi (21/5/2026), setelah sempat dibuka menguat di awal sesi.

Per pukul 09.26 WIB, IHSG ambles 1,43% atau turun 90,40 poin ke level 6.228,10. Pelemahan terjadi setelah indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.378,81.

Sebanyak 418 saham terkoreksi, 193 saham menguat, dan 348 bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp3,83 triliun dengan volume perdagangan 6,04 miliar saham dalam 392.200 kali transaksi.

Tekanan di pasar saham domestik terjadi di tengah respons investor terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 19-20 Mei 2026.

Sejalan dengan keputusan tersebut, BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,25% dan Lending Facility menjadi 6,00%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, kenaikan suku bunga dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya tekanan global akibat konflik Timur Tengah serta menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran bank sentral.

“Berdasarkan asesmen menyeluruh ekonomi global dan risiko yang kami sampaikan, Rapat Dewan Gubernur pada 19-20 Mei 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate 50 basis poin menjadi 5,25%,” ujar Perry, Rabu (20/5/2026).

Pelaku pasar juga mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto terkait rancangan awal APBN 2027 yang menargetkan defisit fiskal tetap dijaga rendah di kisaran 1,8%-2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Di sisi lain, investor masih menunggu arah kebijakan moneter global, terutama risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang akan menjadi petunjuk arah suku bunga Amerika Serikat ke depan.

Postur fiskal tahun depan dirancang dengan belanja negara yang lebih efisien dan produktif. Belanja negara ditargetkan berada di kisaran 13,62%-14,8% PDB, sementara pendapatan negara akan dioptimalkan pada kisaran 11,82%-12,40% PDB.

“Kita akan berjuang terus menekan dan memperkecil defisit ini,” kata Prabowo saat pidato di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Selain defisit, Prabowo juga menyampaikan sejumlah asumsi makro dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal atau KEM PPKF 2027. Dokumen ini akan menjadi dasar penyusunan RAPBN 2027.

Untuk nilai tukar, pemerintah menargetkan rupiah berada di kisaran Rp16.800-Rp17.500/US$ pada 2027. Asumsi ini menjadi perhatian karena disampaikan saat rupiah masih berada dalam tekanan berat terhadap dolar Amerika Serikat.

Dari sisi pertumbuhan, pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,8%-6,5% pada 2027. Sementara inflasi ditargetkan berada di kisaran 1,5%-3,5%.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

October 21, 2026
Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

October 21, 2026
Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK

Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK

October 21, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .