• Latest
Rupiah Kembali Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.640

Rupiah Kembali Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.640

May 21, 2026
Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

October 21, 2026
Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

October 21, 2026
Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK

Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK

October 21, 2026
OJK Bongkar Daftar Pihak Terkait Pelanggaran 3 Emiten Konglomerat

OJK Bongkar Daftar Pihak Terkait Pelanggaran 3 Emiten Konglomerat

October 21, 2026
GIC & Temasek Jawab Dugaan Pengaruhi MSCI Downgrade Bursa RI

GIC & Temasek Jawab Dugaan Pengaruhi MSCI Downgrade Bursa RI

October 21, 2026
OJK Imbau Event Lari Lindungi Peserta Pakai Asuransi

OJK Imbau Event Lari Lindungi Peserta Pakai Asuransi

October 21, 2026
Membaca MSCI dengan Kepala Dingin

Membaca MSCI dengan Kepala Dingin

October 21, 2026
Akhiri Perdagangan IHSG Parkir Naik 0,9%

Akhiri Perdagangan IHSG Parkir Naik 0,9%

October 21, 2026
OJK & BEI Kumpulkan Investor Institusi Usai Pengumuman MSCI, Bahas Ini

OJK & BEI Kumpulkan Investor Institusi Usai Pengumuman MSCI, Bahas Ini

October 21, 2026
WIFI Angkat Komut dan Dirut Baru, Fadel Muhammad Gantikan Hashim

WIFI Angkat Komut dan Dirut Baru, Fadel Muhammad Gantikan Hashim

October 21, 2026
Meleset dari Ramalan Pasar! BI Tahan Suku Bunga di 5,75%

Meleset dari Ramalan Pasar! BI Tahan Suku Bunga di 5,75%

October 21, 2026
BI Ungkap Kredit Nganggur Tembus Rp2.562 T hingga September 2026

BI Ungkap Kredit Nganggur Tembus Rp2.562 T hingga September 2026

October 21, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, October 21, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Kembali Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.640

5 months ago
in Market
Rupiah Kembali Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.640
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah berbalik melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan di level Rp17.640/US$ atau melemah 0,23%. Kondisi ini membuat rupiah kembali tertekan setelah pada perdagangan sebelumnya, Rabu (20/5/2026), mata uang Garuda ditutup menguat 0,54% di level Rp17.600/US$.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak cukup volatil. Rupiah mengawali perdagangan di level Rp17.600/US$, lalu sempat melemah lebih dalam hingga menyentuh Rp17.685/US$. Namun, tekanan sedikit berkurang menjelang penutupan perdagangan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau menguat. Per pukul 15.00 WIB, DXY naik 0,22% ke level 99,308.


Penguatan indeks dolar AS di pasar global turut menjadi salah satu penekan rupiah pada perdagangan hari ini.

Greenback kembali diburu pelaku pasar seiring ekspektasi bahwa bank sentral AS (The Federal Reserve) berpeluang menaikkan suku bunga. Risalah rapat terakhir The Fed yang dirilis Rabu menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan mendukung kenaikan suku bunga jika inflasi tetap bertahan di atas target 2%.

Mengacu data LSEG, pasar kini memperkirakan peluang sebesar 70% untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Desember. Pasar juga sudah sepenuhnya memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga paling lambat pada Maret 2027.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Iran sudah berada di tahap akhir. Namun, Trump juga menyebut AS bisa mengambil langkah lebih keras jika kesepakatan tidak tercapai.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia sebenarnya telah mengambil langkah stabilisasi dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada RDG Rabu (20/5/2026).

Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian menilai langkah BI tersebut tepat dan menunjukkan otoritas moneter tidak ingin terlambat merespons gejolak pasar.

Menurut Fakhrul, jika BI tidak cepat tanggap dalam merespons pelemahan rupiah, biaya stabilisasi bisa menjadi jauh lebih mahal.

“Keputusan BI sudah tepat. Ini bukan sekadar kenaikan suku bunga, ini adalah pernyataan bahwa policy anchor Indonesia masih dijaga. Dalam situasi seperti ini, Bank Indonesia tidak boleh terlambat. Kalau terlambat, biaya stabilisasi akan jauh lebih mahal,” ujar Fakhrul dalam keterangan resmi dikutip Kamis (21/5/2026).

Fakhrul menilai tekanan terhadap Indonesia saat ini bukan sekadar volatilitas biasa, melainkan fase yang membutuhkan respons moneter yang pre-emptive. Kenaikan suku bunga acuan tersebut dinilai dapat menjadi titik balik bagi rupiah setelah sebelumnya mengalami tekanan berat terhadap dolar AS.

Ia memproyeksikan rupiah berpotensi menguat secara bertahap dengan target awal di kisaran Rp17.300/US$, sebelum bergerak menuju level keseimbangan baru di sekitar Rp16.800/US$.

“Rupiah sudah selesai fase overshooting-nya. Dengan respons BI yang tegas, pasar sekarang punya jangkar baru. Level Rp17.300 menjadi titik berhenti pertama, dan apabila koordinasi kebijakan berjalan baik, rupiah bisa bergerak menuju Rp16.800,” ujarnya.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

October 21, 2026
Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

October 21, 2026
Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK

Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK

October 21, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .