• Latest
IHSG Ditutup Turun 3,54%, Rontok ke Level 6.000-an

IHSG Ditutup Turun 3,54%, Rontok ke Level 6.000-an

May 21, 2026
Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

October 20, 2026
Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US M

Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US$25 M

October 20, 2026
OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

October 20, 2026
Eks Mendag Tuding Manuver Asing, Bos BEI: Indeks Provider Independen

Eks Mendag Tuding Manuver Asing, Bos BEI: Indeks Provider Independen

October 20, 2026
Dasco Serukan Buy Indonesia, Yakin Pasar Saham RI Pulih

Dasco Serukan Buy Indonesia, Yakin Pasar Saham RI Pulih

October 20, 2026
Fundamental Bisnis Kuat, BNI (BBNI) Umumkan Lanjut Buyback Saham

Fundamental Bisnis Kuat, BNI (BBNI) Umumkan Lanjut Buyback Saham

October 20, 2026
2 Reformasi Baru BEI Usai MSCI, Status Afiliasi Pemegang Saham Dibuka

2 Reformasi Baru BEI Usai MSCI, Status Afiliasi Pemegang Saham Dibuka

October 20, 2026
Babak Baru KSP Indosurya, Korban Terima Ganti Rugi Rp229 M Tahap I

Babak Baru KSP Indosurya, Korban Terima Ganti Rugi Rp229 M Tahap I

October 20, 2026
Bursa Diguncang Sentimen MSCI, OJK Sayangkan Jual Saham Kerena Panik

Bursa Diguncang Sentimen MSCI, OJK Sayangkan Jual Saham Kerena Panik

October 20, 2026
IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

October 20, 2026
BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

October 20, 2026
Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

October 20, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 20, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

IHSG Ditutup Turun 3,54%, Rontok ke Level 6.000-an

5 months ago
in Economy
IHSG Ditutup Turun 3,54%, Rontok ke Level 6.000-an
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk pada perdagangan Kamis (21/5/2026), seiring tekanan jual besar-besaran yang terjadi hampir sepanjang hari perdagangan.

IHSG ditutup merosot 3,54% ke level 6.094,94. Koreksi tajam ini membuat IHSG kehilangan 223,56 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level 6.318,50.

Sejak awal sesi, IHSG sempat bergerak di zona hijau dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.378,81 sebelum akhirnya terus melemah hingga menyentuh titik terendah di 6.080,95.

Nilai transaksi pasar tercatat cukup besar mencapai Rp18,03 triliun dengan volume perdagangan 33,45 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,11 juta kali.

Tekanan jual terjadi nyaris merata di seluruh papan perdagangan. Sebanyak 700 saham ditutup melemah, hanya 91 saham menguat, sementara 168 saham stagnan.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga turun menjadi Rp10.553 triliun seiring anjloknya mayoritas saham berkapitalisasi jumbo.

Dari sisi sektoral, seluruh sektor berada di zona merah. Sektor utilitas menjadi yang paling dalam koreksinya yakni mencapai 7,80%, disusul sektor energi 6,87%, dan bahan baku 6,09%.

Dari sisi penggerak indeks, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi penopang terbesar IHSG dengan kontribusi positif 2,13 poin.

Disusul PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebesar 1,42 poin, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) 1,34 poin, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sebesar 1,26 poin.

Sementara penekan terbesar IHSG datang dari saham PT Astra International Tbk (ASII) yang membebani indeks hingga 14,96 poin. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menekan 14,26 poin, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) 11,52 poin, serta PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) sebesar 11,21 poin.

Tekanan juga datang dari saham-saham big caps lain seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), hingga PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA).

Di saat IHSG ambruk, mayoritas bursa Asia-Pasifik justru bergerak menguat. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 8,42%, Nikkei Jepang terbang 3,14%, sementara bursa Taiwan naik 3,37%.

Penguatan juga terjadi di ASX 200 Australia yang naik 1,47%, NZX 50 Selandia Baru menguat 0,92%, serta indeks SET Thailand bertambah 0,45%.

Sebaliknya, beberapa bursa regional masih berada di zona merah. Hang Seng Hong Kong turun 1,03%, Shanghai Composite melemah 2,04%, dan Shenzhen terkoreksi 2,07%. Bursa Malaysia juga turun 0,54%.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan penyebab pelemahan IHSG kali ini berbeda dengan sebelumnya yang berasal dari sentimen penyesuaian atau rebalancing MSCI.

Menurutnya, berbagai perkembangan informasi terakhir terkait dengan kebijakan global maupun dalam negeri juga turut berdampak secara langsung maupun tidak langsung yang mempengaruhi proyeksi atau persepsi kinerja emiten-emiten yang tercatat di bursa pada kesempatan pendek, menengah, dan jangka panjang.

Hasan menjelaskan satu penyebab koreksi IHSG juga berasal dari sikap investor yang merespons sejumlah kebijakan pemerintah yang telah diumumkan pada Presiden RI Prabowo Subianto.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo telah mengatakan penjualan semua hasil sumber daya alam Indonesia mulai dari minyak kelapa sawit, batu bara dan besi fero alloy, wajib dilakukan melalui BUMN yang bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia.

Sentralisasi ini secara spesifik dirancang sebagai fasilitas pemasaran untuk memberantas praktik kurang bayar, transfer pricing, serta memastikan penyerapan Devisa Hasil Ekspor secara optimal di dalam sistem keuangan domestik.

“Saya kira pasti ya, artinya itu pasti direspons secara jangka pendek,” kata Hasan saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Sementara itu, Pjs. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menekankan bahwa semangat berinvestasi di pasar modal adalah untuk jangka panjang. Hal ini menanggapi tren koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga kembali ke level 6.000-an.

“Kemarin waktu ada kunjungan dari DPR dan Danantara ke sini kan, juga sudah disampaikan pesan bahwa investasi di pasar modal adalah investasi jangka panjang,” kata Jeffrey di Gedung BEI, Kamis (21/5/2026).

Ia mengatakan pihaknya meyakini bahwa fundamental ekonomi Indonesia ke depan akan semakin baik. Selain itu, Jeffrey menyebut Presiden Prabowo juga sudah bertekad untuk memberikan kemudahan dalam usaha, yakni durasi perizinan yang dari 2 tahun menjadi dalam hitungan minggu saja.

“Tentu itu akan memberikan efek positif kepada perekonomian dan nanti tentunya implikasinya kepada pasar modal dalam waktu jangka menengah panjang kita. Jadi kami sih positif,” tutur Jeffrey.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

October 20, 2026
Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US M

Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US$25 M

October 20, 2026
OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

October 20, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .