• Latest
Dolar AS Masih Cukup Kuat, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.690/US$

Dolar AS Masih Cukup Kuat, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.690/US$

May 22, 2026
Danantara Anggap Koreksi IHSG Peluang Investasi Jangka Panjang

Danantara Anggap Koreksi IHSG Peluang Investasi Jangka Panjang

October 20, 2026
Telkom Siap Percepat Rencana Buyback Saham

Telkom Siap Percepat Rencana Buyback Saham

October 20, 2026
Danantara Akuisisi Hotel dan Lahan 4,4 Hektare di Arab Saudi

Danantara Akuisisi Hotel dan Lahan 4,4 Hektare di Arab Saudi

October 20, 2026
IHSG Rebound & Berhasil Menguat 2,8% Tembus Level 5.100

IHSG Rebound & Berhasil Menguat 2,8% Tembus Level 5.100

October 20, 2026
Ada yang Borong Saham-saham BUMN, IHSG Melesat 3% Lebih

Ada yang Borong Saham-saham BUMN, IHSG Melesat 3% Lebih

October 20, 2026
IHSG Melesat 3% Lebih, Saham BUMN Kompak Jadi Penopang

IHSG Melesat 3% Lebih, Saham BUMN Kompak Jadi Penopang

October 20, 2026
Fitch Ikut Soroti MSCI, Status Pasar RI Bisa Bebani Rating Utang

Fitch Ikut Soroti MSCI, Status Pasar RI Bisa Bebani Rating Utang

October 20, 2026
Saham Bank Kompak Menghijau, Ada yang Melesat Hingga 13%

Saham Bank Kompak Menghijau, Ada yang Melesat Hingga 13%

October 20, 2026
Breaking! IHSG Dibuka Melesat 2% Lebih ke Level 5.129

Breaking! IHSG Dibuka Melesat 2% Lebih ke Level 5.129

October 20, 2026
Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun Tipis ke Rp18.010

Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun Tipis ke Rp18.010

October 20, 2026
Breaking! IHSG Dibuka Melesat 2% Lebih ke Level 5.118

Breaking! IHSG Dibuka Melesat 2% Lebih ke Level 5.118

October 20, 2026
Breaking! IHSG Dibuka Melesat 1% Lebih ke Level 5.090

Breaking! IHSG Dibuka Melesat 1% Lebih ke Level 5.090

October 20, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 20, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Dolar AS Masih Cukup Kuat, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.690/US$

5 months ago
in Market
Dolar AS Masih Cukup Kuat, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.690/US$
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah menutup perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (22/5/2026), dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengakhiri perdagangan di level Rp17.690/US$ atau terdepresiasi 0,28% dan sempat tembus level Psikologisnya di Rp17.700/US$. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di rentang Rp17.660/US$ hingga Rp17.725/US$. 

Pelemahan ini sekaligus melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya, ketika rupiah ditutup melemah 0,23% di level Rp17.640/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau menguat. Per pukul 15.00 WIB, DXY naik 0,04% ke level 99,293.


Pelemahan rupiah hari ini terjadi seiring dengan rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal I-2026 oleh Bank Indonesia (BI).

Dalam laporan tersebut, transaksi berjalan Indonesia mencatat defisit US$4 miliar atau 1,1% dari PDB.

Defisit transaksi berjalan tersebut meningkat dibandingkan kuartal IV-2025 yang sebesar US$2,5 miliar atau 0,7% dari PDB. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan kuartal I-2025 yang tercatat sebesar US$200 juta atau 0,1% dari PDB.

Defisit transaksi berjalan kuartal I-2026 menjadi yang terbesar sejak kuartal IV-2019, ketika defisit tercatat sebesar US$8,04 miliar. Meski begitu, BI menyebut defisit transaksi berjalan masih tetap rendah.

“Neraca perdagangan nonmigas tetap membukukan surplus meskipun lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya, sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global serta terganggunya rantai pasok perdagangan antarnegara,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Jumat (22/5/2026).

Dari eksternal, pergerakan dolar AS juga ikut menekan rupiah. Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi enam pekan pada perdagangan hari ini, setelah sinyal yang belum seragam terkait peluang kesepakatan damai AS-Iran memicu volatilitas di pasar keuangan global.

Washington dan Teheran masih berada pada posisi yang berseberangan terkait stok uranium Iran dan kendali Selat Hormuz. Meski begitu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut terdapat beberapa sinyal positif dalam proses pembicaraan.

Selama dolar AS masih bertahan di area tinggi, ruang penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, cenderung ikut terbatas.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Danantara Anggap Koreksi IHSG Peluang Investasi Jangka Panjang

Danantara Anggap Koreksi IHSG Peluang Investasi Jangka Panjang

October 20, 2026
Telkom Siap Percepat Rencana Buyback Saham

Telkom Siap Percepat Rencana Buyback Saham

October 20, 2026
Danantara Akuisisi Hotel dan Lahan 4,4 Hektare di Arab Saudi

Danantara Akuisisi Hotel dan Lahan 4,4 Hektare di Arab Saudi

October 20, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .