• Latest
Banyak Orang Paham Asuransi, tapi Belum Mau Beli

Banyak Orang Paham Asuransi, tapi Belum Mau Beli

May 24, 2026
Bos OJK Ungkap Pesan Khusus Prabowo: Tindak Tegas Coordinated Trading!

Bos OJK Ungkap Pesan Khusus Prabowo: Tindak Tegas Coordinated Trading!

October 19, 2026
BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

October 19, 2026
Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

October 19, 2026
IHSG Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi, Ini Kata Menko Airlangga

IHSG Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi, Ini Kata Menko Airlangga

October 19, 2026
PP Presisi Bubarkan dan Likuidasi Entitas Usaha

PP Presisi Bubarkan dan Likuidasi Entitas Usaha

October 19, 2026
Batas Auto Reject Turun, 351 Saham ARB Hari Ini

Batas Auto Reject Turun, 351 Saham ARB Hari Ini

October 19, 2026
ADB Siap Guyur US0 Juta Buat Reformasi Pasar Keuangan RI

ADB Siap Guyur US$650 Juta Buat Reformasi Pasar Keuangan RI

October 19, 2026
Video: IHSG Anjlok ke Bawah 5.000 Efek MSCI

Video: IHSG Anjlok ke Bawah 5.000 Efek MSCI

October 19, 2026
Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Danantara Siap Borong Saham BUMN

Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Danantara Siap Borong Saham BUMN

October 19, 2026
Dirut Indocement (INTP) Christian Kartawijaya Mundur, Ada Apa?

Dirut Indocement (INTP) Christian Kartawijaya Mundur, Ada Apa?

October 19, 2026
Lanjuti Permintaan Komisaris, Jasa Marga Gelar RUPSLB 25 November

Lanjuti Permintaan Komisaris, Jasa Marga Gelar RUPSLB 25 November

October 19, 2026
Jawab MSCI, BEI Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG

Jawab MSCI, BEI Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG

October 19, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, October 19, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Banyak Orang Paham Asuransi, tapi Belum Mau Beli

5 months ago
in Lifestyle
Banyak Orang Paham Asuransi, tapi Belum Mau Beli
Share on FacebookShare on Twitter




Yogyakarta, CNBC Indonesia — Industri asuransi menilai tingkat pemahaman masyarakat terhadap asuransi mulai meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, minat masyarakat untuk membeli produk asuransi dinilai masih relatif rendah.

Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga, Regulator, Stakeholder Dalam Negeri & Internasional AAJI Handojo G Kusuma mengatakan literasi asuransi saat ini mengalami kenaikan cukup signifikan.

“Literasi asuransi pada 2024 itu ada di sekitar 36%, sekarang sudah naik di sekitar 45%,” ujar Handojo dalam Educational Class Jogja Financial Festival 2026 bertajuk “Muda Kaya Raya, Tua Sejahtera” di Jogja Expo Centre (JEC), Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, peningkatan literasi tersebut menunjukkan pemahaman masyarakat terhadap asuransi mulai membaik.

“Jadi pengalaman orang tentang asuransi sudah mulai meningkat,” katanya.

Meski demikian, tingkat inklusi asuransi disebut masih relatif rendah meski mengalami kenaikan dari sekitar 12% menjadi 28%.

“Tapi kalau dibandingkan dengan 45% awareness itu inklusivitasnya masih rendah. Orang paham mengenai asuransi tapi orang mau beli asuransi, ah nanti dulu,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan tingkat penetrasi asuransi Indonesia masih tertinggal dibanding sejumlah negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Tingkat penetrasi asuransi Indonesia tercatat sebesar 2,7% pada 2025.

Handojo menjelaskan asuransi memiliki konsep gotong royong, yakni masyarakat saling membantu ketika ada peserta lain yang mengalami musibah.

“Jadi kita membantu yang lain yang sedang tertimpa musibah dengan kita mengumpulkan uang sama-sama untuk membantu orang,” katanya.

Ia juga mengatakan memiliki asuransi sejak muda cenderung lebih murah karena premi yang dibayarkan lebih rendah dan risiko lebih mudah diterima perusahaan asuransi.

Menurutnya, asuransi memiliki peran penting untuk menjaga kesejahteraan keluarga, terutama ketika pencari nafkah mengalami musibah.

“Kalau pencari nafkah sakit atau tidak bisa bekerja, maka satu keluarga akan terpengaruh secara finansial. Untuk itulah asuransi menjadi penting,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, sejumlah pelajar juga mengungkapkan alasan generasi muda masih enggan memiliki asuransi meski memahami pentingnya perlindungan keuangan.

Beberapa di antaranya karena istilah asuransi dianggap sulit dipahami. Selain itu, sebagian anak muda menilai asuransi tidak memberikan imbal hasil sehingga lebih memilih instrumen investasi seperti saham ketika memiliki dana lebih.

Kegiatan ini juga menghadirkan Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang OJK Sumarjono dan Direktur Keuangan Indonesia Financial Group (IFG) Heru Handayanto.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos OJK Ungkap Pesan Khusus Prabowo: Tindak Tegas Coordinated Trading!

Bos OJK Ungkap Pesan Khusus Prabowo: Tindak Tegas Coordinated Trading!

October 19, 2026
BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

October 19, 2026
Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

October 19, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .