• Latest
Rekomendasi Saham Hari Ini: Cek TINS hingga DEWA

Rekomendasi Saham Hari Ini: Cek TINS hingga DEWA

May 25, 2026
Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

October 20, 2026
Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US M

Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US$25 M

October 20, 2026
OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

October 20, 2026
Eks Mendag Tuding Manuver Asing, Bos BEI: Indeks Provider Independen

Eks Mendag Tuding Manuver Asing, Bos BEI: Indeks Provider Independen

October 20, 2026
Dasco Serukan Buy Indonesia, Yakin Pasar Saham RI Pulih

Dasco Serukan Buy Indonesia, Yakin Pasar Saham RI Pulih

October 20, 2026
Fundamental Bisnis Kuat, BNI (BBNI) Umumkan Lanjut Buyback Saham

Fundamental Bisnis Kuat, BNI (BBNI) Umumkan Lanjut Buyback Saham

October 20, 2026
2 Reformasi Baru BEI Usai MSCI, Status Afiliasi Pemegang Saham Dibuka

2 Reformasi Baru BEI Usai MSCI, Status Afiliasi Pemegang Saham Dibuka

October 20, 2026
Babak Baru KSP Indosurya, Korban Terima Ganti Rugi Rp229 M Tahap I

Babak Baru KSP Indosurya, Korban Terima Ganti Rugi Rp229 M Tahap I

October 20, 2026
Bursa Diguncang Sentimen MSCI, OJK Sayangkan Jual Saham Kerena Panik

Bursa Diguncang Sentimen MSCI, OJK Sayangkan Jual Saham Kerena Panik

October 20, 2026
IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

October 20, 2026
BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

October 20, 2026
Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

October 20, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 20, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Rekomendasi Saham Hari Ini: Cek TINS hingga DEWA

5 months ago
in Market
Rekomendasi Saham Hari Ini: Cek TINS hingga DEWA
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia —Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,10% ke level 6.162,04 pada perdagangan Jumat (22/5). 

Penguatan indeks ditopang lonjakan saham emiten tambang seperti Merdeka Copper Gold (MDKA) yang melesat 24,77%, disusul Emas Antam Indonesia (EMAS) naik 19,67%, serta Bumi Resources Minerals (BRMS) yang menguat 11,50%.

Di sisi lain, pelemahan terbesar di jajaran saham berkapitalisasi besar terjadi pada Telkom Indonesia (TLKM) yang turun 2,67%, Astra International (ASII) melemah 3,57%, dan Bayan Resources (BYAN) terkoreksi 4,53%.

Investor asing tercatat membukukan jual bersih sekitar Rp1,07 triliun di pasar reguler dan Rp309,45 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, 10 dari 11 sektor ditutup di zona hijau. Sektor basic industry memimpin penguatan dengan kenaikan 6,85%, sementara sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang melemah sebesar 0,28%.

Bursa saham Amerika Serikat juga ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 0,58% ke level 50.579, S&P 500 menguat 0,37% menjadi 7.473, sedangkan Nasdaq bertambah 0,19% ke posisi 26.343.

Memasuki pekan ini, pergerakan IHSG diperkirakan cenderung bergerak hati-hati seiring pelaku pasar masih menunggu kepastian implementasi kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT DSI. 

Selain itu, pasar juga menantikan rebalancing indeks MSCI yang efektif berlaku mulai 1 Juni. Sentimen tersebut tercermin pada pergerakan ETF EIDO yang cenderung mendatar dengan kenaikan tipis 0,08%, sementara MSCI Indonesia turun 0,95%.

Sementara itu, FTSE Russell menghapus Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dari indeks Large Cap serta mengeluarkan Daaz Bara Lestari (DAAZ), Hillcon (HILL), dan Mulia Industrindo (MLIA) dari indeks Micro Cap. 

DSSA dinilai memiliki kepemilikan saham yang terlalu terkonsentrasi dengan HSC mencapai 95,76%. DAAZ dinilai belum memenuhi ketentuan minimum saham beredar publik, sedangkan HILL dan MLIA dikeluarkan akibat aktivitas perdagangan yang dinilai tidak wajar.

Perubahan tersebut diperkirakan dapat memicu arus dana keluar asing lebih dari US$2,86 miliar. Total kapitalisasi pasar Indonesia di FTSE juga diproyeksikan turun di bawah US$88,15 miliar dengan jumlah konstituen berkurang dari 39 emiten menjadi 35 emiten. 

FTSE Russell menyatakan hasil review kuartalan Juni 2026 masih dapat berubah hingga penutupan perdagangan 5 Juni. Adapun komposisi final akan ditetapkan mulai 8 Juni dan efektif berlaku pada 22 Juni 2026.

Di tingkat korporasi, Singaraja Putra (SINI) berencana menggelar rights issue sebanyak 721,50 juta saham setelah memperoleh persetujuan RUPS pada 26 Mei mendatang. Dengan asumsi harga pelaksanaan Rp5.000 per saham, perseroan berpotensi meraup dana segar untuk mendukung rencana akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS), anak usaha Petrosea (PTRO). Nilai transaksi akuisisi mencapai sekitar Rp1,73 triliun.

Dalam perjanjian pengikatan jual beli, SINI akan membayar Rp1,51 triliun secara tunai saat penyelesaian transaksi, sedangkan sisa Rp218,40 miliar ditambah bunga 7,5% per tahun akan dicicil menggunakan kas internal hingga akhir 2028. Sebagai informasi, posisi kas dan setara kas SINI per 2025 tercatat sekitar Rp33,56 miliar.

Sementara itu, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) menetapkan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp468 per saham atau total sekitar Rp1,54 triliun. Nilai tersebut setara dengan dividend payout ratio 68,35% dari laba bersih perseroan.

Sepanjang 2025, pendapatan INTP turun 4,40% secara tahunan menjadi Rp17,73 triliun dari sebelumnya Rp18,55 triliun. Meski demikian, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 12,04% menjadi Rp2,25 triliun, dibandingkan Rp2,01 triliun pada tahun sebelumnya. Laba per saham juga naik menjadi Rp674,50 dari Rp591,49.

Pada penutupan perdagangan 22 Mei, saham INTP berada di level Rp4.900 per saham yang mencerminkan dividend yield sekitar 9,55%. Secara valuasi, saham INTP diperdagangkan pada price to book value (PBV) 0,74 kali dan price earning ratio (PER) 7,64 kali trailing twelve months (TTM). Cum date dividen dijadwalkan pada 3 Juni, sedangkan pembayaran dividen akan dilakukan pada 19 Juni 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

(ayh/ayh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

October 20, 2026
Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US M

Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US$25 M

October 20, 2026
OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

October 20, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .