• Latest
Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertengger di Rp17.730 Pagi Ini

Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertengger di Rp17.730 Pagi Ini

May 26, 2026
ADB Siap Guyur US0 Juta Buat Reformasi Pasar Keuangan RI

ADB Siap Guyur US$650 Juta Buat Reformasi Pasar Keuangan RI

October 19, 2026
Video: IHSG Anjlok ke Bawah 5.000 Efek MSCI

Video: IHSG Anjlok ke Bawah 5.000 Efek MSCI

October 19, 2026
Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Danantara Siap Borong Saham BUMN

Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Danantara Siap Borong Saham BUMN

October 19, 2026
Dirut Indocement (INTP) Christian Kartawijaya Mundur, Ada Apa?

Dirut Indocement (INTP) Christian Kartawijaya Mundur, Ada Apa?

October 19, 2026
Lanjuti Permintaan Komisaris, Jasa Marga Gelar RUPSLB 25 November

Lanjuti Permintaan Komisaris, Jasa Marga Gelar RUPSLB 25 November

October 19, 2026
Jawab MSCI, BEI Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG

Jawab MSCI, BEI Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG

October 19, 2026
Ramai Jual Dolar Singapura Saat Rupiah Lesu, Untung Berkali Lipat

Ramai Jual Dolar Singapura Saat Rupiah Lesu, Untung Berkali Lipat

October 19, 2026
BEI Bakal Keluarkan Seluruh Saham HSC dari Perhitungan IHSG

BEI Bakal Keluarkan Seluruh Saham HSC dari Perhitungan IHSG

October 19, 2026
Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Siap Borong Saham BUMN

Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Siap Borong Saham BUMN

October 19, 2026
Analis Ungkap Valuasi Saham BBRI Sudah Murah, Saatnya Buy?

Analis Ungkap Valuasi Saham BBRI Sudah Murah, Saatnya Buy?

October 19, 2026
Emiten Para Konglomerat Kompak Buyback Sahamnya yang Lagi Murah

Emiten Para Konglomerat Kompak Buyback Sahamnya yang Lagi Murah

October 19, 2026
Kena Sanksi Denda Rp 1,5 Triliun, DSSA Surati OJK

Kena Sanksi Denda Rp 1,5 Triliun, DSSA Surati OJK

October 19, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, October 19, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertengger di Rp17.730 Pagi Ini

5 months ago
in Lifestyle
Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertengger di Rp17.730 Pagi Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Mata uang Garuda mengawali perdagangan dengan pergerakan stagnan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (26/5/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan di level Rp17.730/US$, atau tidak berubah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan kemarin, Senin (25/5/2026), rupiah ditutup melemah 0,23% ke level Rp17.730/US$. Posisi tersebut sekaligus menjadi level terlemah sepanjang masa rupiah terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau melemah. Per pukul 09.00 WIB, DXY turun 0,17% ke posisi 99,068.


Pergerakan rupiah pada perdagangan sebelum libur panjang Idul Adha diperkirakan akan dipengaruhi sejumlah sentimen, terutama dari pasar global.

Dolar AS melemah pada perdagangan Selasa seiring meningkatnya optimisme investor terhadap peluang tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang Iran yang sudah berlangsung tiga bulan.

Meski peluang kesepakatan dalam waktu dekat masih dinilai rendah, harapan damai telah mendorong harga minyak turun ke bawah US$100 per barel. Kondisi ini ikut meredakan tekanan terhadap mata uang negara berkembang dan memperbaiki minat pelaku pasar terhadap aset berisiko.

Perkembangan terbaru juga menunjukkan negosiator utama Iran dan menteri luar negerinya berada di Doha untuk melakukan pembicaraan dengan perdana menteri Qatar terkait potensi kesepakatan. Presiden AS Donald Trump menyebut pembicaraan dengan Iran berjalan “baik”, tetapi tetap memperingatkan adanya serangan baru jika negosiasi gagal.

Di sisi lain, Komando Pusat AS menyatakan telah melakukan serangan baru untuk melindungi pasukannya dari ancaman pasukan Iran.

Meski situasi geopolitik masih belum sepenuhnya tenang, pasar mulai merespons kemungkinan adanya jalan menuju pembukaan kembali Selat Hormuz. Jika risiko ekstrem terhadap pasokan minyak menurun, tekanan terhadap inflasi dan pertumbuhan global juga bisa ikut mereda.

Melemahnya indeks dolar AS mengindikasikan pelaku pasar mulai mengurangi posisi pada aset berdenominasi dolar. Kondisi ini dapat membuka ruang penguatan bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
ADB Siap Guyur US0 Juta Buat Reformasi Pasar Keuangan RI

ADB Siap Guyur US$650 Juta Buat Reformasi Pasar Keuangan RI

October 19, 2026
Video: IHSG Anjlok ke Bawah 5.000 Efek MSCI

Video: IHSG Anjlok ke Bawah 5.000 Efek MSCI

October 19, 2026
Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Danantara Siap Borong Saham BUMN

Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Danantara Siap Borong Saham BUMN

October 19, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .