• Latest
Pasar Ragu AS-Iran Damai, Harga Minyak Naik Lagi ke US

Pasar Ragu AS-Iran Damai, Harga Minyak Naik Lagi ke US$98

May 26, 2026
Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

October 20, 2026
Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US M

Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US$25 M

October 20, 2026
OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

October 20, 2026
Eks Mendag Tuding Manuver Asing, Bos BEI: Indeks Provider Independen

Eks Mendag Tuding Manuver Asing, Bos BEI: Indeks Provider Independen

October 20, 2026
Dasco Serukan Buy Indonesia, Yakin Pasar Saham RI Pulih

Dasco Serukan Buy Indonesia, Yakin Pasar Saham RI Pulih

October 20, 2026
Fundamental Bisnis Kuat, BNI (BBNI) Umumkan Lanjut Buyback Saham

Fundamental Bisnis Kuat, BNI (BBNI) Umumkan Lanjut Buyback Saham

October 20, 2026
2 Reformasi Baru BEI Usai MSCI, Status Afiliasi Pemegang Saham Dibuka

2 Reformasi Baru BEI Usai MSCI, Status Afiliasi Pemegang Saham Dibuka

October 20, 2026
Babak Baru KSP Indosurya, Korban Terima Ganti Rugi Rp229 M Tahap I

Babak Baru KSP Indosurya, Korban Terima Ganti Rugi Rp229 M Tahap I

October 20, 2026
Bursa Diguncang Sentimen MSCI, OJK Sayangkan Jual Saham Kerena Panik

Bursa Diguncang Sentimen MSCI, OJK Sayangkan Jual Saham Kerena Panik

October 20, 2026
IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

October 20, 2026
BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

October 20, 2026
Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

October 20, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 20, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Pasar Ragu AS-Iran Damai, Harga Minyak Naik Lagi ke US$98

5 months ago
in Lifestyle
Pasar Ragu AS-Iran Damai, Harga Minyak Naik Lagi ke US
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia kembali menanjak pada perdagangan Selasa pagi (26/5/2026), setelah sehari sebelumnya sempat longsor ke level terendah dalam dua pekan. Pelaku pasar mulai mengurangi optimisme bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran akan tercapai dalam waktu dekat.

Menurut data Refinitiv hingga pukul 09.35 WIB, harga minyak Brent kontrak Juli (LCOc1) berada di US$98,12 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI/CLc1) tercatat di US$91,77 per barel.

Kenaikan ini terjadi setelah Brent sempat ditutup di US$96,14 per barel pada Senin, anjlok tajam dibanding posisi 22 Mei yang masih berada di US$103,54. Dalam waktu kurang dari sepekan, Brent sempat terpangkas lebih dari US$15 dari puncak US$112,1 per barel pada 18 Mei.



WTI mengalami pola serupa. Dari posisi US$108,66 per barel pada 18 Mei, harga kini berada di kisaran US$91-an. Tekanan terbesar datang pada awal pekan ketika pasar bereaksi terhadap kabar bahwa Washington dan Teheran semakin dekat menuju memorandum perdamaian yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.

Namun euforia itu mulai memudar. Reuters melaporkan pejabat tinggi Iran berada di Doha untuk membahas rancangan kesepakatan dengan AS bersama Perdana Menteri Qatar. Di saat bersamaan, Washington dan Teheran sama-sama meredam ekspektasi pasar soal tercapainya terobosan cepat.

Presiden AS Donald Trump bahkan meminta tim negosiasinya untuk tidak terburu-buru menyelesaikan perjanjian. Trump menegaskan blokade terhadap kapal Iran di Selat Hormuz tetap berlaku sampai kesepakatan resmi ditandatangani.

Pasar mulai menangkap satu hal penting: kesepakatan damai ternyata masih dipenuhi detail rumit.

Persoalan pelepasan aset Iran yang dibekukan di luar negeri, masa depan program nuklir Teheran, hingga posisi Israel dalam perundingan menjadi sumber ketidakpastian baru. Media Iran Tasnim menyebut Washington masih menghambat beberapa klausul utama kesepakatan, terutama terkait pencairan dana minyak Iran yang selama ini tertahan akibat sanksi.

Di tengah negosiasi yang belum solid, militer AS pada Senin tetap melancarkan serangan ke wilayah Iran selatan. Targetnya meliputi kapal yang disebut tengah memasang ranjau dan lokasi peluncur rudal. Washington menyebut operasi itu sebagai langkah defensif.

Kondisi tersebut membuat pasar energi kembali berhitung ulang terhadap risiko pasokan global.

Fokus utama investor tetap tertuju pada Selat Hormuz, jalur sempit yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia. Selama konflik berlangsung, blokade di kawasan itu mengganggu arus pasokan Timur Tengah dan mendorong harga energi melonjak tajam sepanjang Mei.

Nikkei melaporkan AS dan Iran tengah membahas rencana pembukaan Hormuz sekitar 30 hari setelah kesepakatan damai dicapai. Masalahnya, hingga kini belum ada kepastian kapan perjanjian benar-benar diteken.

Keraguan itu tercermin dari pergerakan pasar global. Bursa Asia bergerak campuran pada Selasa pagi. Indeks saham Jepang Nikkei melemah tipis setelah sehari sebelumnya sempat melonjak lebih dari 3% karena harapan damai. Dolar AS kembali menguat tipis akibat permintaan aset aman meningkat.

Pasar obligasi juga masih dibayangi kekhawatiran inflasi. Lonjakan harga energi beberapa pekan terakhir membuat investor mulai memperhitungkan kemungkinan suku bunga tinggi bertahan lebih lama, baik di negara maju maupun emerging markets.

Kepala riset global Standard Chartered Eric Robertsen mengatakan gangguan pasokan komoditas tidak akan selesai dalam waktu singkat. Menurutnya, dampak perang dan kebutuhan dukungan fiskal pemerintah dapat memperburuk kondisi utang negara di tengah biaya pendanaan yang mahal.

CNBC Indonesia

(emb/emb)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

October 20, 2026
Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US M

Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US$25 M

October 20, 2026
OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

October 20, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .