• Latest
Yuan Marak Dipakai di RI, BI Permudah Transaksinya di Perbankan

Yuan Marak Dipakai di RI, BI Permudah Transaksinya di Perbankan

May 28, 2026
IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

October 20, 2026
BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

October 20, 2026
Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

October 20, 2026
Anak Hermanto Tanoko Borong Saham Avia Senilai Rp 2,2 Miliar

Anak Hermanto Tanoko Borong Saham Avia Senilai Rp 2,2 Miliar

October 20, 2026
Aksi Borong Besar-Besaran Saham BUMN

Aksi Borong Besar-Besaran Saham BUMN

October 20, 2026
Ada Transaksi REPO Rp245,13 M di Saham Bakrie (ENRG)

Ada Transaksi REPO Rp245,13 M di Saham Bakrie (ENRG)

October 20, 2026
Akhiri Perdagangan, IHSG Meroket 5,6%

Akhiri Perdagangan, IHSG Meroket 5,6%

October 20, 2026
PGE Catat Rekor Produksi Hingga September 2026

PGE Catat Rekor Produksi Hingga September 2026

October 20, 2026
Warning Soal Asap Karhutla, Saham Pertanian Singapura Anjlok

Warning Soal Asap Karhutla, Saham Pertanian Singapura Anjlok

October 20, 2026
IHSG Meroket 5%, Ini Penyebabnya

IHSG Meroket 5%, Ini Penyebabnya

October 20, 2026
Diminta BEI Serok Saham Selamatkan IHSG, Ini Jawaban Bos Asuransi

Diminta BEI Serok Saham Selamatkan IHSG, Ini Jawaban Bos Asuransi

October 20, 2026
Breaking! IHSG Meroket 5%

Breaking! IHSG Meroket 5%

October 20, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 20, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Yuan Marak Dipakai di RI, BI Permudah Transaksinya di Perbankan

5 months ago
in Market
Yuan Marak Dipakai di RI, BI Permudah Transaksinya di Perbankan
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) kini mempermudah transaksi menggunakan mata uang Yuan di Indonesia. Langkah ini dilakukan karena penggunaan skema transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) semakin banyak diminati.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan bahwa nilai transaksi LCT antara Indonesia dan China saat ini mencapai sekitar US$ 3,7 miliar setara Rp 66,11 triliun (asumsi kurs Rp 17.867 per US$) per bulan. Sementara itu, total akumulasi transaksi sepanjang tahun lalu sudah menembus angka US$ 25 miliar setara Rp 446,69 triliun.

“Sekarang Chinese Yuan itu juga sudah ditransaksikan dalam negeri, karena lokal currency transaksi kita dengan Tiongkok itu yang terbesar,” kata Perry di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, dikutip Kamis (28/5/2026).

Oleh sebab itu, ia menekankan, bank-bank di dalam negeri saat ini sudah memiliki fasilitas transaksi yang lengkap terkait dengan yuan China, menyusul penambahan instrumen transaksi yang ditetapkan BI.

Instrumen transaksi dengan yuan China kini bisa dilakukan secara langsung di perbankan domestik baik dalam bentuk transaksi tunai atau spot, currency swap, hingga transaksi forward.

“Jadi Bapak-Ibu sekalian kalau punya Chinese Yuan di dalam negeri sudah banyak, itu bisa langsung transaksikan, mau tunai spot boleh, mau swap boleh, juga mau kemudian digunakan untuk forward juga boleh,” ujar Perry.

Sejalan dengan itu, BI juga mendorong penggunaan yuan dalam aturan terbaru Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).

Selama ini instrumen penempatan DHE SDA mayoritas menggunakan dolar AS. Namun ke depan BI akan memperluas mata uang yang bisa digunakan eksportir.

Selain memperluas mata uang, BI juga memperpanjang tenor instrumen DHE SDA hingga 12 bulan. Perry mengatakan kebijakan itu bertujuan memberi fleksibilitas lebih besar kepada eksportir dalam memanfaatkan devisa hasil ekspor yang ditempatkan di perbankan domestik.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

October 20, 2026
BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

October 20, 2026
Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

October 20, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .