• Latest
Dolar AS Turun ke Rp18.050 Usai BI Kerek Suku Bunga Acuan

Dolar AS Turun ke Rp18.050 Usai BI Kerek Suku Bunga Acuan

June 9, 2026
Caplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 Triliun

Caplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 Triliun

October 13, 2026
Konflik Timur Tengah Bayangi Harga Minyak, Brent Masih di Atas US0

Konflik Timur Tengah Bayangi Harga Minyak, Brent Masih di Atas US$100

October 13, 2026
IHSG Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

October 13, 2026
RUPSLB Besok, GOTO Mau Kurangi Modal dan Rombak Direksi

RUPSLB Besok, GOTO Mau Kurangi Modal dan Rombak Direksi

October 13, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 1%

Breaking! IHSG Anjlok 1%

October 13, 2026
IHSG Dibuka Melemah 0,36% ke Level 5.914

IHSG Dibuka Melemah 0,36% ke Level 5.914

October 13, 2026
Rupiah Tertekan Pagi Ini, Dolar AS Menguat ke Rp17.920

Rupiah Tertekan Pagi Ini, Dolar AS Menguat ke Rp17.920

October 13, 2026
IHSG Dibuka Melemah 0,36 Persen ke Level 5.914

IHSG Dibuka Melemah 0,36 Persen ke Level 5.914

October 13, 2026
Bursa Asia Kompak Melemah, Kospi Ambles 3,29%

Bursa Asia Kompak Melemah, Kospi Ambles 3,29%

October 13, 2026
XLSMART Angkat Warga Jerman Thomas Hundt Jadi Komisaris

XLSMART Angkat Warga Jerman Thomas Hundt Jadi Komisaris

October 13, 2026
IHSG Anjlok 2% Lebih, Ini 5 Saham Rekomendasi Hari Ini

IHSG Anjlok 2% Lebih, Ini 5 Saham Rekomendasi Hari Ini

October 13, 2026
Terungkap! 95,58% Saham Mitratel Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Terungkap! 95,58% Saham Mitratel Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

October 13, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 13, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Dolar AS Turun ke Rp18.050 Usai BI Kerek Suku Bunga Acuan

4 months ago
in Lifestyle
Dolar AS Turun ke Rp18.050 Usai BI Kerek Suku Bunga Acuan
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah ditutup menguat signifikan usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan.

Pada siang hari ini Selasa (9/6/2026) pukul 12.30 WIB, Bank Indonesia mengumumkan kenaikan BI rate sebesar 25 bps ke angka 5,50% pada Rapat Dewan Gubernur Mingguan.

Melansir data Refinitiv, per pukul 15.00 WIB, rupiah berada di level Rp18.050/US$. Posisi tersebut membuat mata uang Garuda menguat sekitar 0,66% terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Dengan posisi tersebut, rupiah mencatatkan penguatan terhadap dolar AS di mana pada hari sebelumnya kurs USDIDR berada di level pelemahan Rp18.170 atau terdepresiasi 0,89%.

Di pasar global, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah sejak pagi ini. DXY turun 0,14% ke posisi 99,908. Namun, posisi tersebut masih tergolong tinggi setelah DXY menguat tajam 0,66% pada perdagangan terakhir pekan lalu hingga kembali menembus level 100.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia pada hari ini, tanggal 9 Juni 2026 memutuskan untuk kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.

Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah.

Kebijakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil bagi daya tarik masuknya aliran masuk investasi portfolio asing ke Indonesia.

Sesuai Undang-undang dan praktik yang berjalan selama ini, Bank Indonesia setiap hari Selasa mengadakan RDG Mingguan untuk evaluasi pelaksanaan bauran kebijakan yang ditetapkan dalam RDG Bulanan. Dalam evaluasi sejak RDG Bulanan tanggal 19-20 Mei 2026, nilai tukar Rupiah menunjukkan perkembangan yang lebih lemah dari yang diperkirakan.

Di samping disebabkan oleh gejolak global yang terus berlanjut dan tingginya permintaan valuta asing dalam negeri, pelemahan juga didorong oleh aliran keluar investasi portfolio asing dari Indonesia.

Sehubungan dengan itu, Bank Indonesia memandang perlu untuk menempuh langkah-langkah lanjutan guna memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan meningkatkan kembali imbal hasil dan sejumlah insentif lain untuk mendorong masuknya aliran investasi asing.

Stabilisasi nilai tukar Rupiah dimaksud juga ditempuh agar ketahanan eksternal ekonomi Indonesia tetap terjaga dan sasaran inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap tercapai.

Di samping kenaikan BI-Rate menjadi 5,50%, Bank Indonesia juga menempuh langkah-langkah penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan meningkatkan imbal hasil dan sejumlah insentif lain dalam operasi moneter bagi masuknya aliran investasi asing.

Tahun Depan Rupiah Diperkirakan Naik ke Level Rp16.800-17.500/US$

Bank Indonesia (BI) memperkirakan nilai tukar rupiah pada 2027 ada di kisaran Rp16.800-17.500/US$. Perkiraan ini akan lebih kuat dibandingkan posisi sekarang yang sudah di atas Rp18.000/US$.

“Kami juga memandang 2027 rupiah akan menguat Rp16.800-17.500,” ungkap Gubernur BI Perrry Warjiyo dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR, Jakarta, Selasa (9/6/2026)

Keyakinan Perry mengacu kepada kondisi ekonomi tahun depan yang diperkirakan tidak akan seburuk 2026. Perkiraan BI untuk global adalah 3,1%, sementara Indonesia ada di kisaran 5,1-5,9%.

Selanjutnya terkait fundamental ekonomi yang kuat, diukur dari pertumbuhan ekonomi, inflasi yang rendah, defisit transaksi berjalan yang terkendali dan cadangan devisa lebih dari cukup.

“Fundamental ekonomi itu baik akan mendukung penguatan nilai tukar,” imbuhnya.

Penguatan rupiah juga akan ditolong oleh kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang mendorong kenaikan ekspor, peningkatan devisa hasil ekspor dan penerimaan negara.

Di samping itu, Perry memastikan kehadiran BI di pasar untuk menjaga nilai tukar dan melakukan intervensi demi stabilitas.

“Kemudian koordinasi erat kebijakan dengan pemerintah,” pungkasnya.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Caplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 Triliun

Caplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 Triliun

October 13, 2026
Konflik Timur Tengah Bayangi Harga Minyak, Brent Masih di Atas US0

Konflik Timur Tengah Bayangi Harga Minyak, Brent Masih di Atas US$100

October 13, 2026
IHSG Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

October 13, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .