• Latest
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Melalui Investasi ETF Emas

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Melalui Investasi ETF Emas

June 12, 2026
Video: Ada Sentimen The Fed

Video: Ada Sentimen The Fed

October 11, 2026
Detik-Detik Pendemo Ditangkap-Diseret Paksa Polisi Jelang Demo Besar

Detik-Detik Pendemo Ditangkap-Diseret Paksa Polisi Jelang Demo Besar

October 10, 2026
Mau Punya Alfamart-Warung Madura Sendiri? Ini Hitungan Modal-Syaratnya

Mau Punya Alfamart-Warung Madura Sendiri? Ini Hitungan Modal-Syaratnya

October 10, 2026
Tagihan Orang Kaya Rp132 M Dihapus Usai Pemerintah Ubah Aturan Pajak

Tagihan Orang Kaya Rp132 M Dihapus Usai Pemerintah Ubah Aturan Pajak

October 10, 2026
Cara & Syarat Urus Rekening Bank Orang yang Sudah Meninggal Dunia

Cara & Syarat Urus Rekening Bank Orang yang Sudah Meninggal Dunia

October 10, 2026
Banyak Kredit Macet? Begini Cara Membersihkan Nama dari SLIK OJK

Banyak Kredit Macet? Begini Cara Membersihkan Nama dari SLIK OJK

October 10, 2026
Bebas Bersyarat Dicabut, Indra Kenz Masuk Penjara Lagi

Bebas Bersyarat Dicabut, Indra Kenz Masuk Penjara Lagi

October 10, 2026
Duit Warga Dimaling Rp9,1 T, Setiap Hari 1.000 Orang Teriak

Duit Warga Dimaling Rp9,1 T, Setiap Hari 1.000 Orang Teriak

October 10, 2026
Bisnis Raja Gula Dunia dari Semarang Ini Hancur dalam Semalam

Bisnis Raja Gula Dunia dari Semarang Ini Hancur dalam Semalam

October 10, 2026
Malaysia Bakal Naikkan Upah Minimum Jadi Rp8,7 Juta per Bulan

Malaysia Bakal Naikkan Upah Minimum Jadi Rp8,7 Juta per Bulan

October 10, 2026
Duit di Rekening Terkuras Habis, Awas Modus Baru Maling M-Banking

Duit di Rekening Terkuras Habis, Awas Modus Baru Maling M-Banking

October 10, 2026
Respons Cepat BI Jaga Rupiah & Pastikan Volatilitas Terjaga

Respons Cepat BI Jaga Rupiah & Pastikan Volatilitas Terjaga

October 10, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Sunday, October 11, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Melalui Investasi ETF Emas

4 months ago
in Lifestyle
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Melalui Investasi ETF Emas
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pegadaian telah resmi bergabung sebagai Pemegang Rekening KSEI, yang ditandai oleh penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kolaborasi ini juga menandai tonggak sejarah baru ekonomi nasional terkait penerapan Electronic Gold Receipt (EGR) dan Exchange Traded Fund (ETF) Emas pada semester II-2026 di pasar modal Indonesia.

Prosesi penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat dan Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti di Main Hall Bursa Efek Indonesia, pada Jumat (12/06).

Sebelumnya, pada 27 April 2026, OJK telah memberikan persetujuan atas permohonan Pegadaian untuk menjadi Pemegang Rekening KSEI. Persetujuan ini menjadi landasan formal yang membuka jalan hadirnya milestone penting di pasar modal Indonesia, yaitu terbentuknya infrastruktur penyimpanan dan penyelesaian untuk efek EGR yang pertama kali diperkenalkan di Indonesia. Hal ini pun menjadi efek yang mendasari produk investasi ETF Emas.

Setelah bergabung sebagai Pemegang Rekening KSEI maka Pegadaian memperoleh wewenang untuk langsung mencatat EGR ke dalam sistem KSEI, yaitu The Central Depository and Book-Entry Settlement System (C-BEST). EGR emas adalah bukti kepemilikan emas digital yang dijamin oleh emas fisik dan dicatat secara elektronik di sistem KSEI yang didasari oleh emas fisik yang diperdagangkan, disimpan, dan diadministrasikan oleh Pegadaian yang berperan sebagai institusi penyedia dan penyimpan emas yang telah mendapatkan izin sebagai penyelenggara kegiatan usaha bullion dari OJK.

Transformasi EGR menjadi efek yang dapat diperdagangkan di pasar modal, merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem investasi emas yang modern dan terintegrasi. Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti mengatakan langkah strategis dan kolaboratif ini merupakan respons nyata untuk mendukung penguatan ekosistem Bullion Bank di Indonesia melalui inovasi investasi terbaru berupa ETF Emas.

Meskipun instrumen keuangan berbasis emas ini tergolong baru di tanah air, skema serupa telah berkembang pesat dan terbukti maju di bursa global, salah satunya di Amerika Serikat yang mencatatkan diri sebagai pemegang porsi ETF Emas terbesar di dunia. Dengan hadirnya ETF Emas di pasar domestik, para investor kini memiliki alternatif instrumen yang memungkinkan mereka melakukan investasi emas secara mudah, aman, dan langsung melalui mekanisme perdagangan di bursa efek layaknya bertransaksi saham.

“Sinergi antara Pegadaian dan KSEI ini merupakan langkah strategis yang tidak hanya memperkuat tata kelola keamanan pencatatan aset investasi, tetapi juga menyiapkan infrastruktur kokoh bagi ekosistem bullion Indonesia untuk melebur ke dalam pasar modal global. Kami berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan peran kami sebagai penyedia dan penyimpan emas terpercaya, memberikan jaminan transparansi penuh bagi para investor bahwa setiap gram emas digital yang mereka transaksikan didukung penuh oleh fisik emas yang nyata di brankas kami,” ujar Selfie dalam keterangan resmi, Jumat (12/6/2026)

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menyampaikan, KSEI memberikan dukungan penuh untuk kemajuan pasar modal Indonesia, termasuk untuk pengembangan infrastruktur maupun jalinan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. “Bergabungnya Pegadaian sebagai Pemegang Rekening KSEI menjadi salah satu langkah relevan untuk menyambut pengembangan EGR dan ETF Emas sebagai bagian dari upaya perluasan pilihan produk investasi pasar modal Indonesia. Produk inovatif ini diharapkan dapat menjadi alternatif investasi yang menghubungkan karakteristik emas sebagai aset yang telah dikenal luas oleh masyarakat dengan mekanisme investasi yang transparan dan teradministrasi dengan baik melalui infrastruktur yang telah dimiliki KSEI”, kata Samsul.

Bergabungnya PT Pegadaian sebagai Pemegang Rekening KSEI di tahun 2026 maka menambah total Pemegang Rekening KSEI menjadi 124. Penambahan ini berdampak positif pada pendalaman pasar modal dan penguatan ekosistem keuangan nasional, termasuk potensi peningkatan total aset yang dikelola serta likuiditas di pasar modal Indonesia. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, KSEI terus mengembangkan kapasitas sistem digitalnya guna memastikan infrastruktur yang andal dan adaptif dalam mengakomodasi dinamika pasar modal Indonesia ke depan.

Sebagai Pemegang Rekening KSEI dan Bullion Bank, PT Pegadaian juga memiliki peluang untuk mengoptimalkan perannya di pasar modal Indonesia melalui aktivitas pinjam meminjam efek, sehingga tidak hanya mendukung pengembangan ETF Emas, tetapi juga meningkatkan likuiditas, efisiensi transaksi, dan pendalaman pasar modal Indonesia.

Secara teknis operasional, kemitraan strategis ini mencakup bergabungnya Pegadaian sebagai Pemegang Rekening KSEI yang berlandaskan pada Surat Keputusan Direksi KSEI Nomor KEP-0014/DIR/KSEI/0224. Melalui skema ini, Pegadaian memiliki otoritas untuk langsung mencatat EGR ke dalam sistem KSEI, sehingga mempercepat proses pemindahbukuan dan rekonsiliasi antara catatan elektronik dengan keberadaan emas fisik secara berkala. Mekanisme ini sekaligus menjadi mitigasi risiko guna memastikan bahwa setiap penciptaan EGR memiliki landasan aset fisik yang presisi dan menghindari adanya potensi ketidaksesuaian atau mismatch pencatatan.

Dengan menjadi Pemegang Rekening KSEI, Pegadaian juga menjadi enabler fitur produk ETF Emas yang dapat dijadikan sebagai agunan melalui produk Pegadaian Gadai Efek yang telah melayani segmen investor retail dan institusi sejak tahun 2019. Produk Pegadaian Gadai Efek adalah produk pembiayaan atas dasar hukum Gadai dengan agunan saham dan obligasi yang diperdagangkan di BEI, sehingga masyarakat dapat tetap dapat mengoptimalkan momentum melalui pemenuhan kebutuhan jangka pendeknya dengan ETF Emas maupun saham dan obligasi yang dimiliki sebagai agunan produk Pegadaian Gadai Efek.

Penerapan EGR dan rencana implementasi ETF Emas di pasar modal Indonesia diperkuat oleh performa gemilang investasi emas yang dikenal sebagai aset dengan kinerja terbaik sepanjang tahun 2025, yang mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 56,7 persen dalam denominasi Rupiah. Di tengah tingginya ketidakpastian global, emas terus mengukuhkan perannya sebagai aset lindung nilai (safe haven) pilihan utama bagi para pemodal.

Sebagai salah satu negara produsen utama dengan cadangan emas terbesar di dunia, Indonesia menempati peringkat kedelapan produsen global dengan volume 132,5 ton. Indonesia juga berpeluang luar biasa menyalurkan potensi emas domestik langsung kepada investor ritel maupun institusi melalui ekosistem pasar modal.

Minat yang masif ini juga divalidasi oleh survei internal BEI terhadap 515 investor individu dan 67 investor institusi yang menempatkan ETF berbasis emas sebagai variasi produk yang paling menarik untuk segera diterbitkan di pasar modal Indonesia. Potensi ETF Emas sebagai alternatif investasi pasar modal semakin besar mengingat peningkatan jumlah investor pasar modal dari 7,49 juta pada 2021 menjadi 20,35 juta pada akhir tahun 2025. Hingga 8 Juni 2026, jumlah investor kembali bertambah dan telah mencapai 28,19 juta yang mencerminkan semakin tingginya partisipasi masyarakat dalam pasar modal nasional.

Guna memberikan pemahaman mendalam bagi publik, rangkaian acara ini juga dilengkapi dengan sesi talkshow interaktif yang menghadirkan panelis ahli dari perwakilan Pegadaian, analis perbankan, dan BEI, dengan KSEI bertindak sebagai moderator acara guna mengupas tuntas potensi masa depan cerah ETF Emas di pasar domestik. Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, Pegadaian dan KSEI sepakat untuk terus menggali berbagai potensi kerja sama strategis lainnya di masa depan demi memperkuat sinergi jangka panjang kedua institusi keuangan nasional.

(rah/rah)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Video: Ada Sentimen The Fed

Video: Ada Sentimen The Fed

October 11, 2026
Detik-Detik Pendemo Ditangkap-Diseret Paksa Polisi Jelang Demo Besar

Detik-Detik Pendemo Ditangkap-Diseret Paksa Polisi Jelang Demo Besar

October 10, 2026
Mau Punya Alfamart-Warung Madura Sendiri? Ini Hitungan Modal-Syaratnya

Mau Punya Alfamart-Warung Madura Sendiri? Ini Hitungan Modal-Syaratnya

October 10, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .