• Latest
Cadangan Menipis, PT Timah Bakal Nambang hingga Kedalaman 80 Meter

Cadangan Menipis, PT Timah Bakal Nambang hingga Kedalaman 80 Meter

June 12, 2026
Detik-Detik Pendemo Ditangkap-Diseret Paksa Polisi Jelang Demo Besar

Detik-Detik Pendemo Ditangkap-Diseret Paksa Polisi Jelang Demo Besar

October 10, 2026
Mau Punya Alfamart-Warung Madura Sendiri? Ini Hitungan Modal-Syaratnya

Mau Punya Alfamart-Warung Madura Sendiri? Ini Hitungan Modal-Syaratnya

October 10, 2026
Tagihan Orang Kaya Rp132 M Dihapus Usai Pemerintah Ubah Aturan Pajak

Tagihan Orang Kaya Rp132 M Dihapus Usai Pemerintah Ubah Aturan Pajak

October 10, 2026
Cara & Syarat Urus Rekening Bank Orang yang Sudah Meninggal Dunia

Cara & Syarat Urus Rekening Bank Orang yang Sudah Meninggal Dunia

October 10, 2026
Banyak Kredit Macet? Begini Cara Membersihkan Nama dari SLIK OJK

Banyak Kredit Macet? Begini Cara Membersihkan Nama dari SLIK OJK

October 10, 2026
Bebas Bersyarat Dicabut, Indra Kenz Masuk Penjara Lagi

Bebas Bersyarat Dicabut, Indra Kenz Masuk Penjara Lagi

October 10, 2026
Duit Warga Dimaling Rp9,1 T, Setiap Hari 1.000 Orang Teriak

Duit Warga Dimaling Rp9,1 T, Setiap Hari 1.000 Orang Teriak

October 10, 2026
Bisnis Raja Gula Dunia dari Semarang Ini Hancur dalam Semalam

Bisnis Raja Gula Dunia dari Semarang Ini Hancur dalam Semalam

October 10, 2026
Malaysia Bakal Naikkan Upah Minimum Jadi Rp8,7 Juta per Bulan

Malaysia Bakal Naikkan Upah Minimum Jadi Rp8,7 Juta per Bulan

October 10, 2026
Duit di Rekening Terkuras Habis, Awas Modus Baru Maling M-Banking

Duit di Rekening Terkuras Habis, Awas Modus Baru Maling M-Banking

October 10, 2026
Respons Cepat BI Jaga Rupiah & Pastikan Volatilitas Terjaga

Respons Cepat BI Jaga Rupiah & Pastikan Volatilitas Terjaga

October 10, 2026
Mantan Menteri Ketahuan Jualan Beras di Glodok, Tidak Bilang Keluarga

Mantan Menteri Ketahuan Jualan Beras di Glodok, Tidak Bilang Keluarga

October 10, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Sunday, October 11, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Cadangan Menipis, PT Timah Bakal Nambang hingga Kedalaman 80 Meter

4 months ago
in Lifestyle
Cadangan Menipis, PT Timah Bakal Nambang hingga Kedalaman 80 Meter
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Timah Tbk (TINS) berencana melakukan eksplorasi dan penambangan bijih timah di laut dalam hingga kedalaman 80 meter dalam upaya mencari cadangan baru. Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi semakin menipisnya deposit di area aluvial atau permukaan yang selama ini menjadi sumber produksi utama.

Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha TINS Harry Budi Sidharta menjelaskan bahwa perseroan tengah mematangkan penggunaan teknologi baru untuk mendukung aktivitas tambang laut tersebut. Menurutnya, perluasan wilayah tambang ke area yang lebih dalam merupakan prioritas utama dalam tahapan operasional perusahaan untuk menjaga keberlangsungan produksi nasional.

“Nah kita sekarang sudah semakin menipis cadangan aluvial, kita akan maju ke eksplorasi di aluvial dalam dan primer. Itu menjadi fokus di eksplorasi,” ujarnya dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Penambangan di laut dalam tersebut nantinya akan didukung oleh armada kapal baru yang dirancang khusus untuk mencapai lapisan deposit yang lebih jauh di bawah dasar laut. Saat ini, rata-rata aktivitas tambang laut perusahaan berada di kedalaman 50 meter dan akan dipacu untuk menembus target baru yang lebih prospektif.

“Termasuk juga di tambang laut kita membutuhkan kapal-kapal baru ya karena kita akan menambang mungkin lebih dalam lagi dari sekarang di sekitar kedalaman 50 kita mungkin masuk ke 80 meter lagi di bawah laut. Kita berusaha menemukan alat-alat baru yang lebih prospektif,” tambahnya.

Selain penguatan di sektor tambang laut, TINS juga mulai melirik pengembangan tambang primer di wilayah darat. Berbeda dengan tambang aluvial, tambang primer memerlukan teknologi pengolahan pemisahan mineral yang lebih kompleks karena bijih timah berada di dalam batuan keras.

“Kemudian di produksinya, tentunya dengan tambang yang baru di tambang primer itu membutuhkan teknologi untuk penambangannya juga yang berbeda. Jadi kan bijih mas karena dia itu sifat lebih halus ada di batuan nah batuan itu perlu nanti digerus halus banget baru nanti dipisahkan,” pungkasnya.

Cadangan Tersisa

Sebelumnya, Direktur Produksi dan Komersial TINS Ilhamsyah Mahendra menjelaskan bahwa perusahaan tengah mendorong kegiatan eksplorasi untuk mengamankan ketersediaan sumber daya jangka panjang. Ia menegaskan bahwa penambahan cadangan baru menjadi prioritas untuk memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan.

“Mulai dari eksplorasi, sekarang kami benar-benar melakukan eksplorasi yang agresif. Itu salah satu fokus utama PT Timah. Kita perlu mengamankan deposit sumber daya dan cadangan. Saat ini kami memiliki sekitar 800.000 untuk sumber daya dan sekitar 300.000 untuk cadangan. Dan kita butuh usia tambang yang lebih lama,” ujarnya dalam acara Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2026, Jakarta, dikutip Kamis (4/6/2026).

Pihaknya menilai ketersediaan cadangan saat ini belum cukup ideal jika dibandingkan dengan visi perusahaan untuk mendominasi pasar global dalam waktu lama. Guna mempercepat penemuan titik cadangan baru, emiten anggota holding industri pertambangan MIND ID ini mulai mengandalkan teknologi pemetaan digital dan pemantauan udara di wilayah konsesi.

“Saya rasa angka-angka itu hanya untuk 10-15 tahun. Kita butuh jauh lebih banyak deposit untuk lebih dari seratus tahun. Jadi kami juga didukung oleh banyak teknologi untuk kegiatan eksplorasi, kami menggunakan platform GIS dan juga pemanduan drone untuk meningkatkan akurasi eksplorasi serta kecepatan waktu,” tambahnya.

Di sisi lain, perusahaan juga mulai melirik peluang ekspansi ke luar negeri untuk mencari aset pertambangan yang strategis. Strategi ini diambil agar perusahaan tidak hanya bergantung pada sumber daya domestik, sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia dalam rantai pasok mineral kritis dunia.

“Kami sekarang mencari ekspansi global, tidak hanya memperluas kapasitas di sisi pemurnian, tetapi kami mencari aset pertambangan di luar Indonesia dan kami sangat terbuka mencari peluang untuk melakukan kemitraan, kolaborasi dengan perusahaan timah global,” tandasnya.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Detik-Detik Pendemo Ditangkap-Diseret Paksa Polisi Jelang Demo Besar

Detik-Detik Pendemo Ditangkap-Diseret Paksa Polisi Jelang Demo Besar

October 10, 2026
Mau Punya Alfamart-Warung Madura Sendiri? Ini Hitungan Modal-Syaratnya

Mau Punya Alfamart-Warung Madura Sendiri? Ini Hitungan Modal-Syaratnya

October 10, 2026
Tagihan Orang Kaya Rp132 M Dihapus Usai Pemerintah Ubah Aturan Pajak

Tagihan Orang Kaya Rp132 M Dihapus Usai Pemerintah Ubah Aturan Pajak

October 10, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .