• Latest
Mau IPO di Bursa Hong Kong, Investor Global Bakal Serap Saham EMAS

Mau IPO di Bursa Hong Kong, Investor Global Bakal Serap Saham EMAS

June 17, 2026
Mau Punya Alfamart-Warung Madura Sendiri? Ini Hitungan Modal-Syaratnya

Mau Punya Alfamart-Warung Madura Sendiri? Ini Hitungan Modal-Syaratnya

October 10, 2026
Tagihan Orang Kaya Rp132 M Dihapus Usai Pemerintah Ubah Aturan Pajak

Tagihan Orang Kaya Rp132 M Dihapus Usai Pemerintah Ubah Aturan Pajak

October 10, 2026
Cara & Syarat Urus Rekening Bank Orang yang Sudah Meninggal Dunia

Cara & Syarat Urus Rekening Bank Orang yang Sudah Meninggal Dunia

October 10, 2026
Banyak Kredit Macet? Begini Cara Membersihkan Nama dari SLIK OJK

Banyak Kredit Macet? Begini Cara Membersihkan Nama dari SLIK OJK

October 10, 2026
Bebas Bersyarat Dicabut, Indra Kenz Masuk Penjara Lagi

Bebas Bersyarat Dicabut, Indra Kenz Masuk Penjara Lagi

October 10, 2026
Duit Warga Dimaling Rp9,1 T, Setiap Hari 1.000 Orang Teriak

Duit Warga Dimaling Rp9,1 T, Setiap Hari 1.000 Orang Teriak

October 10, 2026
Bisnis Raja Gula Dunia dari Semarang Ini Hancur dalam Semalam

Bisnis Raja Gula Dunia dari Semarang Ini Hancur dalam Semalam

October 10, 2026
Malaysia Bakal Naikkan Upah Minimum Jadi Rp8,7 Juta per Bulan

Malaysia Bakal Naikkan Upah Minimum Jadi Rp8,7 Juta per Bulan

October 10, 2026
Duit di Rekening Terkuras Habis, Awas Modus Baru Maling M-Banking

Duit di Rekening Terkuras Habis, Awas Modus Baru Maling M-Banking

October 10, 2026
Respons Cepat BI Jaga Rupiah & Pastikan Volatilitas Terjaga

Respons Cepat BI Jaga Rupiah & Pastikan Volatilitas Terjaga

October 10, 2026
Mantan Menteri Ketahuan Jualan Beras di Glodok, Tidak Bilang Keluarga

Mantan Menteri Ketahuan Jualan Beras di Glodok, Tidak Bilang Keluarga

October 10, 2026
Kronologi & Alasan Singapura Sita Rp1,9 T Dana Anak Taipan Sawit RI

Kronologi & Alasan Singapura Sita Rp1,9 T Dana Anak Taipan Sawit RI

October 10, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, October 10, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Mau IPO di Bursa Hong Kong, Investor Global Bakal Serap Saham EMAS

4 months ago
in Lifestyle
Mau IPO di Bursa Hong Kong, Investor Global Bakal Serap Saham EMAS
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) berencana untuk melakukan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Hong Kong (HKEX). Sejumlah investor global pun telah dikantongi untuk melancarkan aksi tersebut.

Emiten pengelola Tambang Emas Pani di Gorontalo ini mendapat dukungan dari sejumlah investor utama (cornerstone investors) yang terbagi ke antara pelaku industri strategis dan investor keuangan global.

Investor utama tersebut mencakup Wanguo Gold Group Limited dan CNGR (Hong Kong Material Science & Technology) Co. Limited, serta perusahaan perdagangan komoditas terkemuka seperti Mercuria Holdings (Singapore) Pte. Ltd., Trafigura Pte. Ltd., Glencore International AG, dan Intera Mining Investment Limited (sepenuhnya dimiliki oleh JCHX Mining Management Co Ltd).

Sementara itu, investor keuangan mencakup Ping An of China Asset Management (Hong Kong) Company Limited, GF (Guangfa) Fund Management Co., Ltd., Eurus Holdings SPC (ORIX), Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, dan Wind Sabre Fund SPC.

Presiden Direktur Merdeka Gold Resources Boyke P. Abidin mengatakan, dukungan dari investor global merupakan pengakuan terhadap kualitas aset, kemampuan eksekusi, dan prospek pertumbuhan jangka
panjang Perseroan.

“Komitmen investor global dalam transaksi ini mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas Tambang Emas Pani, kemampuan eksekusi Perseroan, serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang kami miliki,” ujar Boyke tertulis, dikutip Rabu, (17/6/2026).

Perseroan akan memulai masa penawaran kepada investor institusi internasional (bookbuilding) pada Rabu ini hingga 23 Juni 2026. Menjelang dimulainya proses pemasaran tersebut, investor cornerstone telah berkomitmen untuk menyerap 49,9% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran dasar, yang merupakan batas maksimum sesuai ketentuan pencatatan yang berlaku di HKEX.

Secara keseluruhan, penawaran global ini mewakili sekitar 7% dari modal ditempatkan Perseroan setelah pelaksanaan opsi greenshoe. Seluruh saham yang ditawarkan dalam transaksi ini merupakan saham sekunder yang dijual oleh pemegang saham minoritas.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) selaku pemegang saham pengendali tidak akan menjual sahamnya dan akan tetap mempertahankan seluruh kepemilikan strategisnya di Merdeka Gold Resources.

Rencana pencatatan saham di HKEX didukung oleh UBS dan CITIC Securities sebagai sponsor utama. Sementara itu, Morgan Stanley, HSBC, CICC, dan Macquarie bertindak sebagai Joint Overall Coordinators, Joint Global Coordinators, dan Joint Bookrunners.

Sejumlah institusi keuangan internasional lainnya, termasuk DBS, Mizuho, OCBC, UOB Kay Hian, Société Générale, Natixis, dan Crédit Agricole, turut berpartisipasi sebagai Joint Bookrunners dan Lead Managers.

Transaksi Nego Jumbo

Tercatat ada transaksi jumbo di emiten PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) pada perdagangan sesi 1 hari ini, Rabu (17/6/2026). Sebanyak 455,11 juta saham ditransaksikan dengan harga rata-rata 6.170. Dengan demikian total transaksi mencapai Rp 2,81 triliun.

Transaksi yang terjadi di pasar negosiasi tersebut menyumbang sekitar 40% dari total transaksi di pasar modal hingga pukul 11.00 WIB. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan mengenai tujuan transaksi dan pihak yang melakukan aksi.

Seiring dengan transaksi tersebut, saham EMAS turun 3,57% ke level 6.750. Emiten milik Edwin Soeryadjaya dan Winato Kartono ini mengalami koreksi setelah menyentuh level tertinggi harian di 7.225.

Sebagai informasi, berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada akhir bulan Mei 2026, Edwin dan Winato tercatat sebagai pemegang manfaat terakhir EMAS.

Winato tercatat memiliki secara langsung saham EMAS sebanyak 548,77 juta unit (3,72%). Selain itu dia juga mengendalikan EMAS melalui PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Sementara itu, Edwin mengendalikan EMAS melalui MDKA, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), PT Nugraha Eka Kencana, dan PT Unitras Kapital Indonesia.

Adapun MDKA tercatat menggenggam 63,33% saham EMAS.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Mau Punya Alfamart-Warung Madura Sendiri? Ini Hitungan Modal-Syaratnya

Mau Punya Alfamart-Warung Madura Sendiri? Ini Hitungan Modal-Syaratnya

October 10, 2026
Tagihan Orang Kaya Rp132 M Dihapus Usai Pemerintah Ubah Aturan Pajak

Tagihan Orang Kaya Rp132 M Dihapus Usai Pemerintah Ubah Aturan Pajak

October 10, 2026
Cara & Syarat Urus Rekening Bank Orang yang Sudah Meninggal Dunia

Cara & Syarat Urus Rekening Bank Orang yang Sudah Meninggal Dunia

October 10, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .