• Latest
Geger Emas 1 Ton Milik Penguasa Toba Hilang Diangkut 17 Kuda

Geger Emas 1 Ton Milik Penguasa Toba Hilang Diangkut 17 Kuda

June 17, 2026
BI Siap Intervensi Jor-Joran Buat Jaga Rupiah, Jika Global Makin Panas

BI Siap Intervensi Jor-Joran Buat Jaga Rupiah, Jika Global Makin Panas

October 9, 2026
BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

October 9, 2026
Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

October 9, 2026
Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri

Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri

October 9, 2026
Kacau! Trump Tuding Kandidat Muslim Teroris, Abdul Dipanggil Muhammad

Kacau! Trump Tuding Kandidat Muslim Teroris, Abdul Dipanggil Muhammad

October 9, 2026
Dunia Masuki Era ‘Higher for Longer’, BI Siapkan Napas Panjang

Dunia Masuki Era ‘Higher for Longer’, BI Siapkan Napas Panjang

October 9, 2026
Wakil Presiden Komisaris Shubhasish Mundur dari Bundamedik (BMHS)

Wakil Presiden Komisaris Shubhasish Mundur dari Bundamedik (BMHS)

October 9, 2026
BRI Wealth Management Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru

BRI Wealth Management Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru

October 9, 2026
Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat 1,04% ke Level 6.093

Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat 1,04% ke Level 6.093

October 9, 2026
Destry Jamin Sinergi Tak Hilangkan Independensi Bank Indonesia

Destry Jamin Sinergi Tak Hilangkan Independensi Bank Indonesia

October 9, 2026
Yield SRBI Sempat Bikin Biaya Dana Naik, BI Ganti Strategi!

Yield SRBI Sempat Bikin Biaya Dana Naik, BI Ganti Strategi!

October 9, 2026
Jelang Merger, Adhi Karya Jual Saham Entitas JSMR Senilai Rp 1,7 T

Jelang Merger, Adhi Karya Jual Saham Entitas JSMR Senilai Rp 1,7 T

October 9, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 9, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Geger Emas 1 Ton Milik Penguasa Toba Hilang Diangkut 17 Kuda

4 months ago
in Market
Geger Emas 1 Ton Milik Penguasa Toba Hilang Diangkut 17 Kuda
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Emas saat ini diburu oleh masyarakat luas karena menjadi salah satu instrumen investasi paling menjanjikan. Sebab, aset logam mulia kuning tersebut kebal terhadap guncangan ekonomi global. Bahkan hingga hari ini, harga emas mencetak rekor tertinggi, menembus angka Rp3 juta per gram.

Kini menjadi primadona dan diburu banyak orang sebagai lindung nilai aset mereka. Salah satunya, keluarga Batak yang sudah berbeda generasi bisa menjadi contoh baik bagaimana perolehan uang tak dipakai foya-foya, tetapi untuk investasi emas.

Tak tanggung-tanggung, total emas yang ditabung selama ratusan tahun sudah mencapai 1 ton. Perkenalkan, ini dia keluarga Sisingamangaraja yang eksis dari tahun 1530 sampai 1876.

Hobi Koleksi Emas

Keluarga Sisingamangaraja merupakan penguasa Negeri Toba di Tanah Batak. Orang nomor satunya disebut Raja Sisingamangaraja, yang dimulai oleh Sisingamangaraja I (1530) hingga Sisingamangaraja XII (1876). Alias sudah berjalan 12 generasi atau 346 tahun.

Selama berkuasa, Sisingamangaraja mempunyai hak absolut atas perdagangan kapur barus. Kala itu, Tanah Batak jadi pusat produksi kapur barus selain di Semenanjung Melayu dan Borneo. Dari sana, terjadi ekspor kapur barus yang diminati banyak orang. Bahkan, tanaman itu punya kedudukan penting dalam Islam dan disebut dalam Al-Quran.

Tak heran, jika harga kapur barus di pasar global sangat mahal. Siapapun yang menguasai perdagangan kapur bisa dipastikan kaya raya, termasuk keluarga Batak Sisingamangaraja.

Augustin Sibarani dalam Perjuangan Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII (1988) mencatat, sejak Sisingamangaraja I berkuasa pada 1530 kerajaan sudah memperdagangkan kapur barus ke pedagang Arab dan Eropa untuk dipasarkan ke seluruh dunia. Perlahan, kerajaan kelak tak hanya berdagang, tetapi juga sukses memonopoli pasar kapur barus di Sumatra Utara.

Semua ini praktis membuat Sisingamangaraja kaya raya. Hanya saja, kekayaan tersebut tak dihamburkan-hamburkan. Dalam bayangan orang, raja sudah pasti hidup mewah bergelimang harta di Istana. Namun, hal ini tak terjadi pada trah Sisingamangaraja.

Dari Sisingamangaraja I hingga Sisingamangaraja XII semua punya hobi sama, yakni menabung emas dan perhiasan.

“Raja-raja Sisingamangaraja dari mulai yang ke-1 hingga ke-10, semuanya suka mengumpulkan Blue Diamonds dari Ceylon. Lalu juga Intan-intan Ceylon yang dibawa untuk dari India melalui Barus. Intan-intan Ceylon ini besarnya seperti telur burung,” tulis Augustin Sibarani.

Memang tak diketahui pasti alasan mereka menabung emas. Namun pastinya tabungan emas mereka sangat menumpuk. Hal ini diceritakan lebih lanjut lewat berbagai kronik saat terjadi serangan orang-orang Padri tahun 1818.

Menurut Mangaraja Onggang Parlindungan dalam Tuanku Rao (1964), para penyerang dari Padri yang sudah melumpuhkan basis pertahanan Sisingamangaraja mengambil semua perhiasan dan emas.

Seluruhnya diangkut oleh 17 kuda. Setiap kuda bisa membawa lebih kurang 60 Kg emas. Alias total emas yang diangkut mencapai 1 ton emas yang jika dirupiahkan sekarang seharga Rp1,6 Triliun.

Ini belum memperhitungkan emas yang diselamatkan keluarga Sisingamangaraja saat terjadi penyerangan. Kala itu, pihak keluarga menaruh perhiasan kerajaan ke dalam wadah penanak nasi super besar. Wadah tersebut ditaruh di tempat rahasia dan hanya diketahui beberapa orang saja.

Aksi penyerangan lantas membuat trah Sisingamangaraja berakhir di generasi ke-12. Sisingamaraja XII tewas di tangan Belanda dan mengakhiri sejarah panjang trah keluarga tersebut di Tanah Batak.

Berakhirnya kekuasaan membuat harta segunung milik kerajaan lepas ke tangan orang lain, termasuk Ratu Victoria di Inggris. Dipercaya harta Sisingamangaraja dipakai di mahkota penguasa Inggris tersebut.

“Perhiasan bisa sampai di Inggris karena dibawa oleh seorang bekas tentara Padri yang melarikan diri ke Kelang di Malaysia dan di sana menjualnya,” ungkap Augustin.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BI Siap Intervensi Jor-Joran Buat Jaga Rupiah, Jika Global Makin Panas

BI Siap Intervensi Jor-Joran Buat Jaga Rupiah, Jika Global Makin Panas

October 9, 2026
BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

October 9, 2026
Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

October 9, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .