• Latest
IHSG Bergejolak Usai, Saham Ini Malah Terbang

IHSG Bergejolak Usai, Saham Ini Malah Terbang

June 19, 2026
Duit di Rekening Terkuras Habis, Awas Modus Baru Maling M-Banking

Duit di Rekening Terkuras Habis, Awas Modus Baru Maling M-Banking

October 10, 2026
Respons Cepat BI Jaga Rupiah & Pastikan Volatilitas Terjaga

Respons Cepat BI Jaga Rupiah & Pastikan Volatilitas Terjaga

October 10, 2026
Mantan Menteri Ketahuan Jualan Beras di Glodok, Tidak Bilang Keluarga

Mantan Menteri Ketahuan Jualan Beras di Glodok, Tidak Bilang Keluarga

October 10, 2026
Kronologi & Alasan Singapura Sita Rp1,9 T Dana Anak Taipan Sawit RI

Kronologi & Alasan Singapura Sita Rp1,9 T Dana Anak Taipan Sawit RI

October 10, 2026
Pengganti Skor Kredit, Nomor HP Aktif 10 Tahun Bisa Dapat Pembiayaan

Pengganti Skor Kredit, Nomor HP Aktif 10 Tahun Bisa Dapat Pembiayaan

October 10, 2026
Hanya 4 Negara Siap Hadapi Bank Gagal, Indonesia Termasuk?

Hanya 4 Negara Siap Hadapi Bank Gagal, Indonesia Termasuk?

October 10, 2026
AS Kena Tipu, Ini Cara Rusia Akali Sanksi Lewat Bank Mungil China

AS Kena Tipu, Ini Cara Rusia Akali Sanksi Lewat Bank Mungil China

October 9, 2026
BI Siap Intervensi Jor-Joran Buat Jaga Rupiah, Jika Global Makin Panas

BI Siap Intervensi Jor-Joran Buat Jaga Rupiah, Jika Global Makin Panas

October 9, 2026
BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

October 9, 2026
Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

October 9, 2026
Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri

Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri

October 9, 2026
Kacau! Trump Tuding Kandidat Muslim Teroris, Abdul Dipanggil Muhammad

Kacau! Trump Tuding Kandidat Muslim Teroris, Abdul Dipanggil Muhammad

October 9, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, October 10, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Bergejolak Usai, Saham Ini Malah Terbang

4 months ago
in Market
IHSG Bergejolak Usai, Saham Ini Malah Terbang
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sangat tinggi pagi ini, Jumat (19/6/2026). IHSG sempat naik 0,5% ke level 6.215,06 pada awal perdagangan, tetapi kemudian mengalami koreksi dengan persentase yang serupa beberapa menit setelahnya.

Hingga pukul 10.20 WIB, IHSG masih bertahan di atas level 6.100. Volatilitas IHSG dibayangi oleh sentimen MSCI. Meskipun status Indonesia masih bertahap di Emerging Market, tetapi MSCI menilai information flow atau arus informasi pasar saham Tanah Air dengan status negatif. 

Sementara itu, sejumlah berhasil bertahan di zona hijau di tengah guncangan tersebut. Berdasarkan data perdagangan, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menguat 8,1% ke level 675.

Kemudian, ada saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menguat 4,74% atau 475 poin menjadi 10.500, sementara saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) melonjak 5,65% ke posisi 7.950.

Saham sektor konsumsi juga turut menopang pergerakan pasar. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 2,87% atau 450 poin ke level 16.150.

Saham lainnya yang bergerak menghijau, ada saham PT Cardig Aero Services Tbk (CASS) mencatat kenaikan 12,07% atau 210 poin menjadi 1.950, sedangkan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 6,99% atau 200 poin ke level 3.060.

Selain itu, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) melonjak 11,40% atau 200 poin ke posisi 1.955. Bahkan, saham PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) melonjak 16,67% atau 180 poin ke level 1.260.

Sebagai informasi ,MSCI telah merilis Global Market Accessibility Review yang diterbitkan oleh MSCI pada Jumat subuh tadi.

Dalam laporan evaluasi tahunan tersebut, aksesibilitas pasar ekuitas Indonesia secara resmi mencatatkan pemburukan pada kriteria arus informasi.

Berdasarkan tabel ringkasan pemeringkatan pada dokumen tersebut, peringkat kriteria arus informasi (Information Flow) untuk Indonesia diturunkan dari peringkat positif tanpa masalah besar pada tahun 2025 menjadi peringkat negatif yang mengindikasikan urgensi perbaikan pada tahun 2026.

Penurunan peringkat aksesibilitas ini dipicu oleh temuan masalah struktural terkait ketidakjelasan dalam struktur kepemilikan saham di pasar modal domestik.

Selain itu, evaluasi global ini juga menyoroti adanya indikasi perilaku perdagangan yang terkoordinasi di bursa Indonesia, yang secara langsung dinilai merusak proses pembentukan harga yang wajar di pasar reguler.

Praktik-praktik yang membatasi tingkat transparansi ini dipandang membatasi kemampuan investor institusional internasional secara material dalam menilai besaran riil dari saham yang beredar di publik (true free float).

Kondisi ini turut menghalangi investor asing untuk dapat mengandalkan harga pasar yang diobservasi secara objektif dalam proses konstruksi portofolio serta replikasi indeks mereka.

Lebih lanjut, laporan evaluasi tersebut juga memberikan catatan bahwa kriteria hak yang setara bagi investor asing (Equal Rights to Foreign Investors) masih terhambat.

Hal ini dikarenakan informasi mendetail terkait aksi korporasi perusahaan maupun dinamika pasar saham domestik tidak selalu tersedia dengan mudah dalam bahasa Inggris.

Meskipun demikian, kerangka operasional Indonesia pada aspek lain relatif masih stabil, dengan peringkat sangat baik yang dipertahankan untuk kriteria infrastruktur penitipan aset, registrasi, mekanisme perdagangan, serta kelonggaran batasan kepemilikan asing.

Walaupun infrastruktur perdagangan secara sistem dinilai sangat memadai, sorotan tajam pada transparansi kepemilikan dan integritas pembentukan harga ini akan memicu evaluasi ulang dari berbagai pengelola reksa dana indeks global, yang berpotensi menimbulkan tekanan volatilitas penyesuaian bobot arus modal asing pada saham-saham berkapitalisasi besar di sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Walaupun terjadi perubahan, Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah melakukan pembenahan dari segi keterbukaan informasi yang disediakan bagi investor domestik maupun asing. BEI sudah membuka kepemilikan saham di atas 1%, merilis data HSC, dan berbagai pembenahan struktural di bursa.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Duit di Rekening Terkuras Habis, Awas Modus Baru Maling M-Banking

Duit di Rekening Terkuras Habis, Awas Modus Baru Maling M-Banking

October 10, 2026
Respons Cepat BI Jaga Rupiah & Pastikan Volatilitas Terjaga

Respons Cepat BI Jaga Rupiah & Pastikan Volatilitas Terjaga

October 10, 2026
Mantan Menteri Ketahuan Jualan Beras di Glodok, Tidak Bilang Keluarga

Mantan Menteri Ketahuan Jualan Beras di Glodok, Tidak Bilang Keluarga

October 10, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .