• Latest
Dunia Masuk Era Higher for Longer, Rupiah Harus Dijaga

Dunia Masuk Era Higher for Longer, Rupiah Harus Dijaga

June 24, 2026
SMKM Perpanjang Akuisisi 2 Perusahaan Singapura, Ini Alasannya

SMKM Perpanjang Akuisisi 2 Perusahaan Singapura, Ini Alasannya

October 7, 2026
Laris Manis! Pemerintah Kantongi Rp10 T dari Lelang SBN Syariah

Laris Manis! Pemerintah Kantongi Rp10 T dari Lelang SBN Syariah

October 7, 2026
Cadev RI Turun US$ 200 Juta, September 2026 Jadi US$ 146,3 Miliar

Cadev RI Turun US$ 200 Juta, September 2026 Jadi US$ 146,3 Miliar

October 7, 2026
Heboh Isu Dana Haji Bakal Habis di 2027, Bos BPKH Buka Suara

Heboh Isu Dana Haji Bakal Habis di 2027, Bos BPKH Buka Suara

October 7, 2026
Bareng Danantara, Emiten Bakrie Rogoh Rp3,6 Triliun Investasi Migas AS

Bareng Danantara, Emiten Bakrie Rogoh Rp3,6 Triliun Investasi Migas AS

October 7, 2026
Harga Naik Ratusan Persen, BEI Gembok Saham POLA dan CSMI

Harga Naik Ratusan Persen, BEI Gembok Saham POLA dan CSMI

October 7, 2026
Haji Isam Nambah Kepemilikan, Saham Bayan Resources (BYAN) Anjlok 5%

Haji Isam Nambah Kepemilikan, Saham Bayan Resources (BYAN) Anjlok 5%

October 7, 2026
Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

October 7, 2026
Harga Saham Bergerak Liar, BEI Pantau Ketat 2 Emiten Ini

Harga Saham Bergerak Liar, BEI Pantau Ketat 2 Emiten Ini

October 7, 2026
Nambah, Haji Isam Caplok 10,08 Miliar Saham Bayan Resources (BYAN)

Nambah, Haji Isam Caplok 10,08 Miliar Saham Bayan Resources (BYAN)

October 7, 2026
Piutang Perusahaan Pembiayaan Tumbuh 1,68% (YoY) per Agustus 2026

Piutang Perusahaan Pembiayaan Tumbuh 1,68% (YoY) per Agustus 2026

October 7, 2026
Total Aset Industri Perasuransian di Agustus Capai Rp 1.200 T

Total Aset Industri Perasuransian di Agustus Capai Rp 1.200 T

October 7, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, October 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Dunia Masuk Era Higher for Longer, Rupiah Harus Dijaga

4 months ago
in Lifestyle
Dunia Masuk Era Higher for Longer, Rupiah Harus Dijaga
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Arah kebijakan moneter bank sentral dunia berubah. Banyak bank sentral mulai memasuki era suku bunga tinggi dalam tempo yang lama atau higher for longer setelah ketidakpastian global yang tak juga reda.

Ketidakpastian tersebut diakibatkan oleh ditutupnya selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia, buntut perang di Timur Tengah. Akibatnya harga minyak mentah dunia melonjak hingga tembus US$100 per barel dan inflasi dunia pun diperkirakan akan meningkat.

Lebih jauh, dampak dari kejadian tersebut adalah suku bunga yang akan tinggi di global, yield dari instrumen obligasi mereka akan tinggi, dan juga akan menghadapi tekanan inflasi yang tinggi.

Akibatnya investor beralih kepada instrumen yang mereka anggap aman seperti menyimpan kas di negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dalam bentuk dolar.

Kondisi ini mendorong dolar AS menguat yang tercermin dari indeks DXY, dolar indeks terhadap mata uang utama negara lain, terus mengalami peningkatan, bahkan terakhir sudah di atas 100 lebih. Akibat kondisi ini, mata uang di berbagai negara di dunia, termasuk dengan rupiah di Indonesia, ikut tertekan.

“Kita lihat memang untuk nilai tukar, hampir semua negara juga mengalami pelemahan nilai tukar, karena saat ini yang terjadi adalah juga kita menghadapi situasi di global, istilahnya adalah higher for longer,” ujar Deputi Senior BI Destry Damayanti kepada CNBC Indonesia dikutip Rabu (24/6/2026).

Maka dari itu BI sebagai bank sentral yang memiliki mandat menjaga stabilitas nilai rupiah menaikkan suku bunga hingga 100 basis poin dalam sebulan terakhir.

“Kita berharap tentunya dengan suku bunga yang meningkat, itu akan meningkatkan daya tarik dari instrumen rupiah kita bagi offshore investor atau investor asing,” imbuh Destry.

Selain itu, bank sentral AS The Fed, diperkirakan tetap menahan suku bunga yang tinggi lebih lama atau cenderung hawkish dengan potensi menaikkan suku bunga pada sisa tahun ini.

“Jadi market kan melihat berarti dia (the Fed) akan mempertahankan ataupun posisi suku bunga tinggi itu akan bertahan dan bahkan diperkirakan akan meningkat di tahun ini,” ujarnya.

Hal tersebut, kata Destry membuat kebijakan yang diambil BI akan lebih prudent dan mampu menciptakan daya tarik investasi agar aliran uang asing masuk serta dikonversi menjadi rupiah sehingga memperkuat nilai tukar.

“kita harus mempertahankan daya tarik dari instrumen keuangan kita, yang tentunya juga kita harapkan, memang dalam kondisi saat ini ya, kita jangan bicara dulu deh untuk BI Rate-nya turun gitu, enggak,” imbuhnya.

(ras/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
SMKM Perpanjang Akuisisi 2 Perusahaan Singapura, Ini Alasannya

SMKM Perpanjang Akuisisi 2 Perusahaan Singapura, Ini Alasannya

October 7, 2026
Laris Manis! Pemerintah Kantongi Rp10 T dari Lelang SBN Syariah

Laris Manis! Pemerintah Kantongi Rp10 T dari Lelang SBN Syariah

October 7, 2026
Cadev RI Turun US$ 200 Juta, September 2026 Jadi US$ 146,3 Miliar

Cadev RI Turun US$ 200 Juta, September 2026 Jadi US$ 146,3 Miliar

October 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .