• Latest
4 Hari Keok, Rupiah Akhirnya Menguat Lawan Dolar AS

4 Hari Keok, Rupiah Akhirnya Menguat Lawan Dolar AS

June 25, 2026
Wapres Anak Mantan Presiden Diselidiki, Terkait Dana China-Hong Kong

Wapres Anak Mantan Presiden Diselidiki, Terkait Dana China-Hong Kong

October 7, 2026
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

October 7, 2026
Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

October 7, 2026
DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

October 7, 2026
Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

October 7, 2026
Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

October 7, 2026
Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

October 7, 2026
IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

October 7, 2026
Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

October 7, 2026
Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

October 7, 2026
Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

October 7, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, October 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

4 Hari Keok, Rupiah Akhirnya Menguat Lawan Dolar AS

3 months ago
in Market
4 Hari Keok, Rupiah Akhirnya Menguat Lawan Dolar AS
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah berhasil membalikkan posisi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan ditutup menguat pada perdagangan Kamis (25/6/2026) sore ini.

Melansir data Refinitiv, mata uang Garuda ditutup di posisi Rp17.915/US$ atau menguat tipis 0,06%. Penguatan ini menjadi kabar positif setelah dalam empat perdagangan sebelumnya rupiah konsisten mengakhiri perdagangan di zona merah.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah sejatinya sempat dibuka melemah pada pagi tadi. Namun, seiring berjalannya waktu, mata uang Garuda berhasil membalikkan keadaan hingga akhirnya ditutup menguat.

Rupiah pun bergerak di rentang Rp17.910-Rp17.970/US$ sepanjang perdagangan hari ini.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah tipis 0,03% ke level 101,581.


Rupiah berhasil menguat di tengah posisi dolar AS yang masih cukup dominan di pasar global. Meski DXY melemah tipis pada sore ini, posisi indeks dolar AS masih berada di level yang tinggi.

Dolar AS sebelumnya sempat menembus level tertinggi dalam 13 bulan terakhir. Pada Rabu (24/6/2026), DXY menyentuh level 101,8 seiring ekspektasi pasar terhadap ekonomi AS yang masih kuat dan potensi suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama.

Kuatnya dolar AS membuat ruang penguatan mata uang negara lain, termasuk rupiah, cenderung terbatas. Namun, pelemahan tipis DXY pada sore ini memberi ruang bagi rupiah untuk berbalik menguat setelah empat hari beruntun tertekan.

Pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi Amerika Serikat, yakni Personal Consumption Expenditures Price Index atau PCE. Data ini menjadi perhatian karena merupakan salah satu indikator inflasi utama yang dicermati The Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) masih terus berupaya menstabilkan rupiah sembari mendukung langkah pemerintah menjaga ekonomi Indonesia agar tetap tumbuh kuat. BI juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kestabilan rupiah dengan menggunakan rupiah sebagai alat transaksi utama di dalam negeri.

Hal ini disampaikan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam Economic Update CNBC Indonesia 2026.

“Rupiah itu kan mata uang kita bersama, jadi tentunya untuk menjaga stabilitas rupiah itu enggak bisa hanya BI sendiri, tentu saya juga ingin mengajak semua masyarakat, semua bangsa Indonesia untuk kita bersama-sama menjaga rupiah,” kata Destry, dikutip Kamis (25/6/2026).

Untuk menjaga stabilitas kurs, BI telah mengeluarkan sejumlah kebijakan baru. Salah satunya adalah menurunkan ambang batas pembelian valuta asing tunai tanpa dokumen pendukung atau underlying menjadi maksimal US$10.000 per pelaku per bulan.

Namun, Destry menegaskan kebijakan tersebut dilakukan untuk memperbaiki tata kelola, bukan untuk melarang penggunaan dolar AS di dalam negeri.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Wapres Anak Mantan Presiden Diselidiki, Terkait Dana China-Hong Kong

Wapres Anak Mantan Presiden Diselidiki, Terkait Dana China-Hong Kong

October 7, 2026
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

October 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .