• Latest
IHSG Sesi Kedua Ditutup Menguat 1,96% ke Level 5.999

IHSG Sesi Kedua Ditutup Menguat 1,96% ke Level 5.999

June 25, 2026
Wapres Anak Mantan Presiden Diselidiki, Terkait Dana China-Hong Kong

Wapres Anak Mantan Presiden Diselidiki, Terkait Dana China-Hong Kong

October 7, 2026
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

October 7, 2026
Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

October 7, 2026
DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

October 7, 2026
Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

October 7, 2026
Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

October 7, 2026
Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

October 7, 2026
IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

October 7, 2026
Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

October 7, 2026
Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

October 7, 2026
Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

October 7, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, October 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Sesi Kedua Ditutup Menguat 1,96% ke Level 5.999

3 months ago
in Lifestyle
IHSG Sesi Kedua Ditutup Menguat 1,96% ke Level 5.999
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Investor saham di Tanah Air hari ini bernafas lega. Setelah kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 3,56%, hari ini IHSG menguat tajam dengan seluruh sektor berada di zona hijau.

IHSG sempat dibuka di zona merah sebelum akhirnya melaju kencang dan naik 1,96% ke level 5.999,04 pada penutupan perdagangan sesi kedua. Tercatat mayoritas saham atau 537 emiten hijau, 135 turun, dan 141 stagnan.

Meski naik signifikan, nilai transaksi pun terbilang tidak terlalu ramai atau hanya Rp 13,65 triliun, melibatkan 22,58 miliar saham dalam 1,70 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar masih berkutat di bawah Rp 11.000 triliun atau tepatnya Rp 10.542 triliun.

Berdasarkan data Refinitiv, penguatan IHSG berlangsung secara luas, dengan seluruh sektor berada di zona hijau. Sektor teknologi 3,56%, konsumer primer 3,08%, dan industri 1,76%.

Dari sisi kontributor indeks, saham-saham berkapitalisasi besar menjadi motor utama penguatan. PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 19,73 poin terhadap IHSG.

Selanjutnya disusul PT Astra International Tbk (ASII) 11,17 poin, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 9,37 poin, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 6,27poin, PT Merdeka Copper and Gold Tbk (MDKA) 4,72 poin. Dukungan juga datang dari DSSA, BRPT, AMRT, BMRI, dan EMAS.

Adapun memasuki perdagangan Kamis (25/6/2026), pergerakan IHSG diperkirakan masih dipengaruhi sentimen hasil review MSCI yang mempertahankan Indonesia dalam klasifikasi Emerging Market.

Keputusan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi keluarnya dana asing secara besar-besaran apabila status Indonesia diturunkan menjadi Frontier Market. Meski demikian, MSCI masih memberikan catatan terkait transparansi kepemilikan saham, dugaan perdagangan terkoordinasi, serta efektivitas implementasi reformasi pasar modal yang akan kembali dievaluasi pada November 2026.

Dari domestik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah menilai keputusan MSCI mencerminkan masih kuatnya kepercayaan investor global terhadap pasar keuangan Indonesia. OJK menegaskan akan melanjutkan reformasi untuk memperkuat integritas dan transparansi pasar, sementara pemerintah menilai evaluasi lanjutan MSCI merupakan proses yang wajar.

Di sisi eksternal, perhatian investor beralih ke rilis inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang menjadi acuan utama The Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Jika inflasi PCE kembali menunjukkan kenaikan, ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer) berpotensi menguat, mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury, sehingga dapat memicu tekanan terhadap aset berisiko termasuk IHSG dan rupiah.

Selain itu, pasar juga menunggu data klaim pengangguran mingguan AS untuk membaca kondisi terbaru pasar tenaga kerja. Kombinasi inflasi yang masih tinggi dan pasar tenaga kerja yang tetap solid berpotensi memperkuat pandangan bahwa The Fed belum memiliki ruang untuk segera memangkas suku bunga.

Di tengah sentimen tersebut, indeks dolar AS yang telah menembus level 101,609 menjadi faktor yang masih membatasi ruang penguatan rupiah dan pasar saham domestik, seiring meningkatnya tekanan terhadap arus modal ke negara berkembang.

Merujuk data Refinitiv, rupiah harus rela parkir di zona merah setelah ditutup melemah 0,50% ke level Rp17.925/US$ kemarin, Rabu (25/6/2026). Dengan posisi tersebut, mata uang Garuda belum mampu keluar dari tekanan dan sudah melemah selama empat hari perdagangan beruntun.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Wapres Anak Mantan Presiden Diselidiki, Terkait Dana China-Hong Kong

Wapres Anak Mantan Presiden Diselidiki, Terkait Dana China-Hong Kong

October 7, 2026
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

October 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .