• Latest
Anak Presiden Turun Gunung Selamatkan Rupiah, Ajak Warga Buang Dolar

Anak Presiden Turun Gunung Selamatkan Rupiah, Ajak Warga Buang Dolar

June 27, 2026
Low Tuck Kwong Ubah Perjanjian dengan Haji Isam, Saham Dilepas Nambah!

Low Tuck Kwong Ubah Perjanjian dengan Haji Isam, Saham Dilepas Nambah!

October 6, 2026
Saham SpaceX Melonjak Hampir 8% Elon Musk Jadi Triliuner Lagi!

Saham SpaceX Melonjak Hampir 8% Elon Musk Jadi Triliuner Lagi!

October 6, 2026
Perluas Portofolio Energi, Danantara Investasi di Migas AS US0 Juta

Perluas Portofolio Energi, Danantara Investasi di Migas AS US$250 Juta

October 6, 2026
97% Dividen Hanya Dari 15 Perusahaan

97% Dividen Hanya Dari 15 Perusahaan

October 6, 2026
IHSG Ditutup Menguat 1,21% ke Level 6.192

IHSG Ditutup Menguat 1,21% ke Level 6.192

October 6, 2026
Nama Franky Widjaja Muncul di KETR Usai Diakuisisi Sinar Mas

Nama Franky Widjaja Muncul di KETR Usai Diakuisisi Sinar Mas

October 6, 2026
Euro Anjlok ke Level Terendah 17 Bulan, Obligasi Prancis Diobral

Euro Anjlok ke Level Terendah 17 Bulan, Obligasi Prancis Diobral

October 6, 2026
Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun Jadi Rp17.890

Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun Jadi Rp17.890

October 6, 2026
BUVA Rights Issue Rp1,54 Triliun, Hapsoro Jadi Pembeli Siaga

BUVA Rights Issue Rp1,54 Triliun, Hapsoro Jadi Pembeli Siaga

October 6, 2026
Dunia di Ambang Krisis Minyak? Bos Aramco Bunyikan Alarm

Dunia di Ambang Krisis Minyak? Bos Aramco Bunyikan Alarm

October 6, 2026
7 Calon Emiten Antre IPO, 2 Perusahaan Beraset Jumbo

7 Calon Emiten Antre IPO, 2 Perusahaan Beraset Jumbo

October 6, 2026
Dana Asing Cabut Rp273,81 M di Sesi I, 5 Saham Ini Justru Diborong

Dana Asing Cabut Rp273,81 M di Sesi I, 5 Saham Ini Justru Diborong

October 6, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 6, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Anak Presiden Turun Gunung Selamatkan Rupiah, Ajak Warga Buang Dolar

3 months ago
in Economy
Anak Presiden Turun Gunung Selamatkan Rupiah, Ajak Warga Buang Dolar
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Anak Presiden RI ikut turun gunung untuk menyelamatkan ekonomi ketika pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terjadi. Ia adalah Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut Soeharto, putri sulung Presiden ke-2 RI Soeharto.

Pada awal 1998, Tutut menggagas gerakan khusus demi memperkuat rupiah di tengah krisis moneter. Kala itu, Indonesia memang sedang berada dalam situasi sulit.

Menurut catatan Jan Luiten van Zanden dalam Ekonomi Indonesia 1800-2010 (2012), nilai tukar rupiah jatuh drastis dari semula stabil di kisaran Rp2.000 per dolar AS merosot hingga sekitar Rp10.000-12.000 per dolar AS. Kondisi ini dipicu gejolak mata uang baht Thailand pada pertengahan 1997 yang kemudian merambat ke berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.

Di tengah situasi tersebut, Tutut Soeharto pada Januari 1998 menginisiasi Gerakan Cinta Rupiah (Getar). Tujuannya sederhana, yakni mengajak masyarakat melepas simpanan dolar AS demi membantu penguatan rupiah sekaligus memulihkan kepercayaan terhadap ekonomi nasional.

“Gerakan Cinta Rupiah (Getar) yang dipelopori Ny. Siti Hardianti Rukmana atau Mbak Tutut benar-benar menggetarkan,” tulis koran Bali Post (16 Januari 1998).

Tutut sendiri memberi contoh langsung. Dia tercatat melepas US$50 ribu milik pribadinya untuk ditukar ke rupiah. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan bukan hanya untuk membantu menguatkan rupiah, tetapi juga meningkatkan rasa cinta terhadap Indonesia.

Tak lama setelah diinisiasi Tutut, sejumlah pejabat negara ikut melakukan hal serupa. Dalam pemberitaan Bali Post (13 Januari 1998), beberapa anggota MPR tercatat mendatangi bank untuk menukar dolar AS mereka ke rupiah. Salah satu nama yang ikut melakukan aksi tersebut adalah sosok Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu masih menjadi anggota MPR Fraksi ABRI.

“Di antara rombongan itu (red, yang menukar dolar AS) tampak ketua Panitia Ad Hoc MPR, Hartono, Wakil Ketua Susilo Bambang Yudhoyono. […] Susilo Bambang Yudhoyono menukar US$1.300,” ungkap Bali Post (13 Januari 1998).

Selain anggota parlemen, sejumlah pejabat ekonomi juga ikut melepas kepemilikan dolar AS mereka. Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad, Gubernur Bank Indonesia Soedradjad Djiwandono, hingga tokoh lain disebut ikut berpartisipasi. Dari aksi tersebut, dana yang terkumpul di Gedung Bank Indonesia mencapai sekitar US$650 ribu.

Kalangan pengusaha pun ikut ambil bagian. Menurut Berita Yudha (13 Januari 1998), pengusaha Aburizal Bakrie, The Ning King, dan Imam Taufik masing-masing tercatat melepas US$100 ribu. Ini menjadikannya sebagai individu terbesar yang melepas kepemilikan dolar di Indonesia. Sementara pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono berada di posisi berikutnya.

“Rangking kedua diduduki pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono yang melepas US$ 50.100 dan merelakan 1 Kg emas miliknya kepada pemerintah,” ungkap Berita Yudha (13 Januari 1998).

Seiring berjalannya waktu, Gerakan Cinta Rupiah mulai meluas dan diikuti masyarakat dari berbagai kalangan profesi. Di tengah aksi tersebut, Tutut juga diketahui kembali menambah kontribusinya dengan menyerahkan 2 kilogram emas miliknya kepada pemerintah.

Meski begitu, gerakan tersebut mulai dikritik hanya beberapa minggu kemudian. Sejumlah pengamat menilai Gerakan Cinta Rupiah tidak akan cukup kuat menahan tekanan pasar. Sebab, dana yang terkumpul disebut tak lebih dari US$5 juta alias jauh dari kebutuhan Indonesia untuk menghadapi krisis yang mencapai miliaran dolar AS.

“Ini tak akan menyelesaikan masalah,” ungkap pengusaha Fahmi Idris, dikutip Bali Post (1 Februari 1998).

Kritik tersebut kemudian terbukti. Nilai tukar rupiah terus melemah dalam bulan-bulan berikutnya dan membuat harga kebutuhan pokok melonjak tajam. Pada Mei 1998, krisis ekonomi berubah menjadi krisis sosial dan politik yang memicu kerusuhan besar di berbagai daerah.

Tak lama setelah itu, tepat pada 21 Mei 1998, Soeharto resmi mengundurkan diri setelah lebih dari 32 tahun berkuasa.

(fab/fab)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Low Tuck Kwong Ubah Perjanjian dengan Haji Isam, Saham Dilepas Nambah!

Low Tuck Kwong Ubah Perjanjian dengan Haji Isam, Saham Dilepas Nambah!

October 6, 2026
Saham SpaceX Melonjak Hampir 8% Elon Musk Jadi Triliuner Lagi!

Saham SpaceX Melonjak Hampir 8% Elon Musk Jadi Triliuner Lagi!

October 6, 2026
Perluas Portofolio Energi, Danantara Investasi di Migas AS US0 Juta

Perluas Portofolio Energi, Danantara Investasi di Migas AS US$250 Juta

October 6, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .