• Latest
Penyebab IHSG Hari Ini Ambruk 3% dan Transaksi Sepi

Penyebab IHSG Hari Ini Ambruk 3% dan Transaksi Sepi

June 30, 2026
Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

October 7, 2026
Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

October 7, 2026
IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

October 7, 2026
Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

October 7, 2026
Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

October 7, 2026
Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

October 7, 2026
LPS Ubah Aturan Biaya Perjalanan Dinas Hingga Rapat di Tahun 2027

LPS Ubah Aturan Biaya Perjalanan Dinas Hingga Rapat di Tahun 2027

October 7, 2026
Pos Pengeluaran Pajak & Asuransi Warga RI Naik, Ini Penyebabnya!

Pos Pengeluaran Pajak & Asuransi Warga RI Naik, Ini Penyebabnya!

October 7, 2026
Aplikasi Sekuritas Terbaik di Indonesia Berbasis AI

Aplikasi Sekuritas Terbaik di Indonesia Berbasis AI

October 7, 2026
September 2026, Cadangan Devisa RI Turun USD 200 Juta Jadi 146,3 M

September 2026, Cadangan Devisa RI Turun USD 200 Juta Jadi 146,3 M

October 7, 2026
Ada Transaksi Pasar Nego Rp 26 T di Saham Bayan, Haji Isam Masuk?

Ada Transaksi Pasar Nego Rp 26 T di Saham Bayan, Haji Isam Masuk?

October 7, 2026
Akhir Sesi I IHSG turun 0,55% ke Level 6.158, Saham BYAN Jadi Beban

Akhir Sesi I IHSG turun 0,55% ke Level 6.158, Saham BYAN Jadi Beban

October 7, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, October 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Penyebab IHSG Hari Ini Ambruk 3% dan Transaksi Sepi

3 months ago
in Economy
Penyebab IHSG Hari Ini Ambruk 3% dan Transaksi Sepi
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk hingga lebih dari 3% pada perdagangan Selasa (30/6/2026). Di tengah derasnya tekanan jual, aktivitas perdagangan justru masih sepi dengan nilai transaksi yang terkonsentrasi pada segelintir saham, mencerminkan investor memilih menepi sambil menunggu hasil kajian lembaga pemeringkat global S&P serta perkembangan sejumlah sentimen global.

Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG turun 0,33% atau 19,33 poin ke level 5.801,45. Tekanan jual kemudian semakin deras hanya beberapa menit setelah pasar dibuka. Hingga pukul 09.35 WIB, IHSG tercatat merosot lebih dari 3% ke level psikologis 5.638.

Memasuki sesi I, pelemahan masih berlanjut. Hingga siang hari, IHSG turun 2,42% atau 141,04 poin ke posisi 5.679,75. Indeks bergerak pada rentang 5.638,57-5.811,67, setelah sehari sebelumnya ditutup melemah 1,28% di level 5.820,79.

Hingga pukul 15.10 WIB tekanan terhadap IHSG masih sangat besar. Indeks berada di posisi 5.670, turun lebih dari 2,5%. Nilai transaksi tercatat Rp 10,55 triliun dengan volume 14,61 miliar saham. 

Nilai transaksi tersebut masih jauh di bawah rata-rata harian perdagangan pekan lalu yang mencapai Rp17,58 triliun dengan rata-rata volume 25,18 miliar saham dan frekuensi 1,73 juta kali transaksi.

Jika dibandingkan dengan rata-rata perdagangan pada akhir Mei, aktivitas pasar saat ini juga masih tertinggal. Pada pekan 25-29 Mei 2026, rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp28,38 triliun dengan volume 30,95 miliar saham.

Likuiditas pasar juga belum menyebar merata. Sebanyak 61,5% dari total nilai transaksi hanya berasal dari dua saham, yakni BBCA dan PANI. Kondisi ini menunjukkan pelaku pasar masih cenderung menahan diri untuk masuk ke pasar secara luas.

Mengutip Refinitiv, tekanan terbesar ke IHSG berasal dari BBCA yang menyumbang bobot 18,73 poin. Hal ini seiring dengan tekanan jual asing sebesar Rp 413,22 miliar sepanjang sesi 1 di emiten milik grup Djarum tersebut. 

Secara total, dana asing masih mengalir kencang keluar pasar modal RI. Asing mencatat net sell Rp 699,84 miliar pada sesi pertama perdagangan. 

Analis MNC Sekuritas Herditya mengatakan pelemahan IHSG terjadi seiring dengan rupiah yang masih lemah terhadap dolar Amerika Serikat. Investor juga memilih menunggu rilis data inflasi Indonesia serta data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dinilai berpotensi memengaruhi arah pasar.

Dari sisi komoditas, harga emas dunia turun ke kisaran US$3.958 per troy ons sehingga menjadi sentimen negatif bagi saham-saham yang berkorelasi dengan logam mulia.

Sementara itu, Analis Doo Financial Sekuritas Lukman Leong menilai pasar masih dibayangi kekhawatiran terhadap hasil kajian lembaga pemeringkat global MSCI.

“Walau rupiah sudah stabil namun potensi downgrade status pasar masih ada,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (30/6/2026).

Kemudian, sentimen geopolitik di Timur Tengah juga belum sepenuhnya mereda. Meski Amerika Serikat dan Iran kembali membuka jalur pembicaraan, ketidakpastian yang masih tinggi membuat investor asing lebih memilih melakukan *choppy trade* atau keluar-masuk pasar dalam jangka pendek.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus juga menilai fokus utama investor saat ini masih tertuju pada hasil kajian S&P terhadap pasar Indonesia.

Terpisah, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menilai persoalan likuiditas pasar modal Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan pertumbuhan jumlah investor ritel. Dibutuhkan keseimbangan antara pasokan emiten berkualitas dan basis investor yang lebih beragam.

“Penyerapannya tidak boleh dibebankan sepenuhnya kepada retail investor kita,” ujarnya saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa (30/6/2026).

Jeffrey memaparkan, dari sisi penawaran (supply), pasar membutuhkan lebih banyak perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar untuk melantai di Bursa. Kehadiran emiten-emiten berkapitalisasi besar diyakini akan memperkuat daya tarik pasar sekaligus memberikan lebih banyak pilihan investasi bagi pelaku pasar.

Sementara itu, dari sisi permintaan (demand), jumlah investor ritel Indonesia dinilai telah tumbuh sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

“Salah satu suplai yang berkualitas tentu adalah perusahaan-perusahaan dengan kapitalisasi besar dalam jumlah yang banyak. Dari sisi demand, itu adalah jumlah investor retail kita yang sekarang sudah luar biasa besar,” sebutnya.

Ia menyebut, BEI bersama para pemangku kepentingan melalui reformasi pasar modal berharap dapat meningkatkan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.

“Sehingga nanti investor asing bersama-sama dengan investor institusi domestik kita dan didukung oleh investor retail kita akan sama-sama menimbulkan dinamika yang sehat di pasar kita,” sebutnya

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

October 7, 2026
Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

October 7, 2026
IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

October 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .