• Latest
Volatilitas Tinggi dan Pasar Masih Sepi, IHSG Sesi 1 Naik 0,84%

Volatilitas Tinggi dan Pasar Masih Sepi, IHSG Sesi 1 Naik 0,84%

July 1, 2026
Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

October 5, 2026
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

October 5, 2026
52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

October 5, 2026
Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

October 5, 2026
Danantara Tutup 354 BUMN

Danantara Tutup 354 BUMN

October 5, 2026
Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

October 5, 2026
Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

October 5, 2026
Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

October 5, 2026
OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

October 5, 2026
IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

October 5, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 6, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Volatilitas Tinggi dan Pasar Masih Sepi, IHSG Sesi 1 Naik 0,84%

3 months ago
in Economy
Volatilitas Tinggi dan Pasar Masih Sepi, IHSG Sesi 1 Naik 0,84%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi 1 Rabu (1/6/2026) dengan kenaikan 47,39 poin atau 0,84% ke level 5.690,58. Sebanyak 376 saham naik, 270 turun, dan 313 stagnan. 

Pada perdagangan pertama bulan ini, pasar masih terbilang sepi. Nilai transaksi mencapai Rp 5,86 triliun dengan volume 9,89 miliar saham yang dilakukan dalam 876.700 kali transaksi. 

Volatilitas IHSG juga masih terbilang tinggi. Setelah sempat dibuka naik 1%, IHSG sempat mampir ke zona merah sebelum akhirnya melesat ke level tertinggi harian di 5.728,22. 

Mengutip Refinitiv, ada tiga sektor yang dominasi penguatan IHSG hari ini, yaitu bahan baku (3,52%), utilitas (2,17%), dan energi (1,31%). 

Bila dirinci, BBCA yang memantul dari level 5.500-an menjadi pengerek utama IHSG dengan bobot 11,71 poin. Sebagaimana diketahui, BBCA telah turun 11,26% dalam dua hari perdagangan sebelumnya. 

Selain itu, emiten Prajogo Pangestu, yaitu BRPT juga menjadi satu penopang IHSG secara signifikan. BRPT yang naik 10,12% hingga sesi 1 menyumbang 7,31 poin. Kemudian TLKM, BREN, AMMN, hingga MBMA juga masuk dalam daftar top movers siang ini. 

Sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi pasar saham Indonesia saat ini perlu diperbaiki. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga saat ini masih terbelenggu di zona merah dan belum juga mampu bangkit untuk kembali ke zona hijau seperti bursa-bursa regional lainnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif Dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyebut, ada sesuatu yang tidak biasa di balik pelemahan bursa pasar modal Indonesia yang berkelanjutan belakangan ini.

“Kalau merah terus-terusan there must be something wrong dan itu yang harus kita jawab,” ujarnya di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Sebagai informasi, IHSG sepanjang tahun berjalan telah turun 34,95% dan pada bulan lalu turun 7,9% secara bulanan. 

Adapun mengawali hari pertama di semester II-2026, pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih menghadapi banyak tantangan, baik dari faktor dalam ataupun luar negeri.

Dari global, Iran pada Selasa menegaskan tidak akan mengadakan pertemuan dengan utusan tinggi Amerika Serikat, sehingga prospek perdamaian jangka panjang kedua negara masih belum pasti. Teheran menyatakan fokus saat ini adalah menyelesaikan rincian gencatan senjata yang disepakati dua pekan lalu sebelum membahas isu yang lebih rumit, termasuk program nuklirnya.

Iran menegaskan tetap akan mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz bersama Oman dan berencana mulai mengenakan tarif pelayaran pada pertengahan Agustus setelah masa negosiasi 60 hari berakhir. Meski ketegangan masih tinggi, harga minyak terus melemah, namun PBB memperingatkan dampak perang masih berpotensi mendorong kenaikan harga pangan dan energi di negara-negara yang rentan. Kesepakatan sementara AS-Iran juga mencakup upaya mengakhiri konflik Israel-Hezbollah, tetapi implementasinya masih diragukan.

Kemudian pada hari Rabu, S&P Global dijadwalkan merilis data RatingDog China Manufacturing PMI. Sebagai rujukan, pada bulan Mei 2026, aktivitas manufaktur Tiongkok mencatatkan moderasi dengan indeks melandai ke level 51,8 dari rekor tertinggi lima tahun di posisi 52,2 pada bulan April.

Meski melandai, pencapaian ini masih berada di atas proyeksi pasar sebesar 51,4. Pertumbuhan pesanan baru dan output termoderasi namun tetap solid, ditopang secara masif oleh permintaan domestik.

Terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 defisit US$ 1,61 miliar. Defisit ini merupakan defisit pertama sejak 6 tahun lalu.

Kondisi defisit itu disebabkan nilai impor yang lebih tinggi dari ekspor, yakni sebesar US$ 24,81 miliar, sedangkan ekspor RI US$ 23,20 miliar. Ini adalah defisit pertama RI sejak surplus selama 72 bulan beruntun sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menjelaskan defisit pada Mei 2026 disebabkan pada komoditas migas sebesar defisit US$ 3,76 miliar dengan penyumbang defisit komoditas migas hasil minyak dan minyak mentah.

Berdasarkan catatan BPS, impor memang meningkat hingga 22,16% jika dibandingkan Mei 2025. BPS mencatat impor migas sebesar US$ 4,51 miliar meningkat 70,78% secara tahunan atau year on year/yoy. Impor nonmigas US$ 20,30 miliar atau naik 14,69%. Impor tahunan didorong impor non-migas dengan andil 12,95%.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

October 5, 2026
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .