• Latest
Emiten Udang Kaesang (PMMP) Krisis! Utang Numpuk, Direksi Resign

Emiten Udang Kaesang (PMMP) Krisis! Utang Numpuk, Direksi Resign

July 7, 2026
Crazy Rich Ngamuk Beli Vila Malah Ambruk, Langsung Gugat Pengembang

Crazy Rich Ngamuk Beli Vila Malah Ambruk, Langsung Gugat Pengembang

October 2, 2026
Geo Dipa Siap Jadi Alat Fiskal Ekonomi Hijau

Geo Dipa Siap Jadi Alat Fiskal Ekonomi Hijau

October 2, 2026
Update Merger BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Digabung

Update Merger BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Digabung

October 2, 2026
Bos OJK Ungkap RI Bakal Punya 5 Bank Syariah Jumbo di 2027

Bos OJK Ungkap RI Bakal Punya 5 Bank Syariah Jumbo di 2027

October 2, 2026
Inovasi Pengusaha Fashion Lokal Saat Tren Konsumen Berubah

Inovasi Pengusaha Fashion Lokal Saat Tren Konsumen Berubah

October 2, 2026
Curi Start, Bos Erajaya Ungkap Strategi Memperkuat Bisnis di 2027

Curi Start, Bos Erajaya Ungkap Strategi Memperkuat Bisnis di 2027

October 2, 2026
BI Buka Keran Repo Surat Utang SMF, Transaksi Tembus Rp1,25 T

BI Buka Keran Repo Surat Utang SMF, Transaksi Tembus Rp1,25 T

October 2, 2026
IHSG Happy Weekend, Menguat 0,46% ke Level 6.036

IHSG Happy Weekend, Menguat 0,46% ke Level 6.036

October 2, 2026
Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG

Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG

October 2, 2026
Baru Dibuka BI, Repo Surat Utang SMI Tembus Rp60 Miliar

Baru Dibuka BI, Repo Surat Utang SMI Tembus Rp60 Miliar

October 2, 2026
Rupiah Akhiri Pekan Menguat 0,40%, Dolar AS Turun ke Rp17.868

Rupiah Akhiri Pekan Menguat 0,40%, Dolar AS Turun ke Rp17.868

October 2, 2026
Asuransi BUMN Bakal Ramping, Aksi Merger Rampung Akhir Tahun

Asuransi BUMN Bakal Ramping, Aksi Merger Rampung Akhir Tahun

October 2, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 2, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Emiten Udang Kaesang (PMMP) Krisis! Utang Numpuk, Direksi Resign

3 months ago
in Economy
Emiten Udang Kaesang (PMMP) Krisis! Utang Numpuk, Direksi Resign
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten udang yang terafiliasi Kaesang Pangarep, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) tengah menghadapi tekanan keuangan berat. Produsen udang beku tersebut kini hanya mengoperasikan satu pabrik akibat kekurangan modal kerja, sementara restrukturisasi utang dengan sejumlah kreditur masih berlangsung.

Di tengah kondisi tersebut, PT Bank Permata Tbk (BNLI) menjadi kreditur dengan eksposur terbesar kepada PMMP. Berdasarkan jawaban perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), outstanding kredit PMMP di Bank Permata mencapai US$53,12 juta ditambah fasilitas dalam rupiah sebesar Rp5,49 miliar. Dengan asumsi kurs Rp18.027 per dolar AS, total eksposur Bank Permata mencapai sekitar Rp963 miliar atau nyaris Rp1 triliun.

Tak hanya Bank Permata, PMMP juga masih memiliki pinjaman kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank SMBC Indonesia Tbk, PT Bank Maspion Indonesia Tbk, serta PT Bank Resona Perdania.

Perseroan menyebut restrukturisasi dengan Bank Permata telah memiliki perjanjian kredit, sementara restrukturisasi dengan kreditur lainnya masih menunggu hasil komite masing-masing bank.

Sementara itu kondisi operasional PMMP juga menunjukkan tekanan yang tidak ringan. Dalam penjelasannya kepada BEI, manajemen mengungkapkan saat ini hanya satu unit pabrik di Situbondo yang masih beroperasi.

Kendala terbesar perusahaan adalah keterbatasan modal kerja, dengan kebutuhan tambahan modal kerja diperkirakan mencapai US$15 juta agar kegiatan operasional dapat berjalan optimal.

Efisiensi telah dilakukan melalui pengurangan tenaga kerja. Sejak 2024 hingga saat ini, perusahaan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 37 karyawan staf dan 79 karyawan harian, sementara 82 staf lain mengundurkan diri.

Tekanan tersebut tercermin dalam laporan keuangan perseroan per 30 September 2025. PMMP membukukan rugi bersih US$38,02 juta, membengkak dibanding rugi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$15,26 juta. Akumulasi defisit pun meningkat menjadi sekitar US$117,24 juta.

Di sisi neraca, total liabilitas PMMP mencapai sekitar US$257,13 juta, melampaui total aset sebesar US$220,73 juta. Kondisi tersebut membuat perseroan mencatat defisiensi modal (ekuitas negatif) sekitar US$36,40 juta, yang mencerminkan kewajiban perusahaan telah melebihi nilai aset yang dimiliki.

Likuiditas perusahaan juga berada di bawah tekanan. Saldo kas dan bank pada akhir September 2025 hanya sekitar US$188.703, sementara pinjaman bank jangka pendek mencapai US$193,35 juta.

Sebagai upaya memperbaiki kondisi keuangan, PMMP berencana melakukan rights issue serta mengonversi sebagian utang menjadi saham guna mengembalikan struktur permodalan menjadi positif.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, Direktur Pemasaran PMMP Patrick Djuanda juga telah mengundurkan diri jabatannya. Surat permohonan pengunduran diri Patrick disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan terhitung efektif sejak tanggal 25 Februari 2026.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya untuk bekerja dan berkembang di PT. Panca Mitra Multiperdana Tbk selama 12 tahun terakhir,” tulisnya, Rabu (25/2/2026).

Patrick mengungkapkan bahwa dirinya telah mempertimbangkan dengan matang keputusannya tersebut dengan alasan pribadi yang tidak dapat disebutkan.

“Saya telah mempertimbangkan keputusan ini dengan matang dan mengundurkan diri karena alasan pribadi. Saya berharap PT. Panca Mitra Multiperdana Tbk. dapat terus maju dan sukses di masa yang akan datang. Saya akan menyelesaikan semua tanggung jawab dan kewajiban terkait handover pekerjaan sesuai dengan kebijakan perusahaan hingga tanggal efektif pengunduran diri saya,” tutupnya.

Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada 31 Maret 2026 penerima manfaat terakhir PMMP adalah Soesilo Soebardjo. Secara langsung dia menggenggam saham PMMP sebesar 22,41% dan melalui PT Tiga Makin Jaya 34,7%.

Selain itu PT Harapan Bangsa Kita tercatat memiliki 7,27%. Harapan Bangsa Kita atau dikenal dengan GK Hebat merupakan perusahaan milik Kaesang Pangarep.

(ayh/ayh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Crazy Rich Ngamuk Beli Vila Malah Ambruk, Langsung Gugat Pengembang

Crazy Rich Ngamuk Beli Vila Malah Ambruk, Langsung Gugat Pengembang

October 2, 2026
Geo Dipa Siap Jadi Alat Fiskal Ekonomi Hijau

Geo Dipa Siap Jadi Alat Fiskal Ekonomi Hijau

October 2, 2026
Update Merger BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Digabung

Update Merger BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Digabung

October 2, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .