• Latest
IHSG Sesi I Menguat 0,21% ke Level 5.885

IHSG Sesi I Menguat 0,21% ke Level 5.885

July 9, 2026
Update Merger BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Digabung

Update Merger BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Digabung

October 2, 2026
Bos OJK Ungkap RI Bakal Punya 5 Bank Syariah Jumbo di 2027

Bos OJK Ungkap RI Bakal Punya 5 Bank Syariah Jumbo di 2027

October 2, 2026
Inovasi Pengusaha Fashion Lokal Saat Tren Konsumen Berubah

Inovasi Pengusaha Fashion Lokal Saat Tren Konsumen Berubah

October 2, 2026
Curi Start, Bos Erajaya Ungkap Strategi Memperkuat Bisnis di 2027

Curi Start, Bos Erajaya Ungkap Strategi Memperkuat Bisnis di 2027

October 2, 2026
BI Buka Keran Repo Surat Utang SMF, Transaksi Tembus Rp1,25 T

BI Buka Keran Repo Surat Utang SMF, Transaksi Tembus Rp1,25 T

October 2, 2026
IHSG Happy Weekend, Menguat 0,46% ke Level 6.036

IHSG Happy Weekend, Menguat 0,46% ke Level 6.036

October 2, 2026
Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG

Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG

October 2, 2026
Baru Dibuka BI, Repo Surat Utang SMI Tembus Rp60 Miliar

Baru Dibuka BI, Repo Surat Utang SMI Tembus Rp60 Miliar

October 2, 2026
Rupiah Akhiri Pekan Menguat 0,40%, Dolar AS Turun ke Rp17.868

Rupiah Akhiri Pekan Menguat 0,40%, Dolar AS Turun ke Rp17.868

October 2, 2026
Asuransi BUMN Bakal Ramping, Aksi Merger Rampung Akhir Tahun

Asuransi BUMN Bakal Ramping, Aksi Merger Rampung Akhir Tahun

October 2, 2026
Dicoret MSCI & FTSE, GOTO Ungkap Biang Kerok Gejolak Saham

Dicoret MSCI & FTSE, GOTO Ungkap Biang Kerok Gejolak Saham

October 2, 2026
Kerja Sama Angkasa Pura Berakhir, Entitas Usaha GGRM Kelola 1 Bandara

Kerja Sama Angkasa Pura Berakhir, Entitas Usaha GGRM Kelola 1 Bandara

October 2, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 2, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Sesi I Menguat 0,21% ke Level 5.885

3 months ago
in Market
IHSG Sesi I Menguat 0,21% ke Level 5.885
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Kamis (9/7/2026), seiring pelaku pasar masih mencermati sentimen global serta menanti sejumlah katalis ekonomi.

Pada akhir sesi pertama hari ini, IHSG bertengger di level 5.885,69, naik 12,32 poin atau 0,21% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Sebanyak 319 saham menguat, 268 saham melemah, dan 199 saham bergerak stagnan, mencerminkan tekanan jual mulai mereda pada perdagangan sesi pertama. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp10.309 triliun.

Mengutip data Refinitiv, mayoritas sektor perdagangan menguat dengan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh sektor barang baku, energi dan konsumer. Adapun sektor kesehatan, teknologi, properti dan finansial mengalami kontraksi hari ini.

Secara spesifik emiten yang menjadi penopang kinerja IHSG hari ini termasuk AMMN, BRMS, BUMI, VKTR dan BMRI.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan bergerak dengan volatilitas tinggi pada hari ini. Sejumlah sentimen dari luar negeri diperkirakan akan menjadi pemberat bagi IHSG hingga rupiah. Di antaranya perang yang memanas hingga proyeksi baru ekonomi dunia.

Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu (8/7/2026) dengan target melemahkan kemampuan Teheran mengancam pelayaran di Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang pecah.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan balasan atas serangan terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz sehari sebelumnya. Presiden AS Donald Trump juga menegaskan kesepakatan sementara (memorandum of understanding) dengan Iran untuk mengakhiri konflik telah “berakhir” dan mengancam akan memberikan respons yang lebih keras jika serangan terhadap kapal kembali terjadi.

Seorang pejabat AS mengatakan gelombang serangan terbaru akan lebih besar dibandingkan operasi sehari sebelumnya.

Serangan tersebut mengguncang sejumlah kota di pesisir selatan Iran, termasuk Bandar Abbas, pelabuhan terbesar Iran, serta Konarak dan Chabahar yang mengalami pemadaman listrik dan kerusakan fasilitas maritim.

Sebagai respons, media pemerintah Iran melaporkan Teheran tengah menyiapkan serangan balasan besar terhadap pangkalan militer AS di kawasan.

Iran juga mempertimbangkan langkah-langkah lain, mulai dari keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), mengubah doktrin nuklir, hingga menutup Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran strategis dunia.

Eskalasi terbaru kembali memukul harapan tercapainya perdamaian permanen antara Washington dan Teheran. Ketegangan di Timur Tengah juga mendorong harga minyak dunia naik lebih dari US$1 per barel, dengan Brent diperdagangkan di kisaran US$79,28 per barel.

Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi 3%, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 3,5% pada 2025.

Dikutip dari laporan terbaru, revisi ini mencerminkan dampak berkepanjangan dari perang di Timur Tengah, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang membebani prospek ekonomi dunia.

Dalam laporan terbaru World Economic Outlook (WEO) yang dirilis Rabu (8/7/2026), IMF menyebut konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menjadi salah satu risiko terbesar bagi perekonomian global.

Meski demikian, IMF menilai dampak negatif konflik tersebut masih dapat diredam oleh pesatnya investasi di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan teknologi lainnya yang terus menopang aktivitas ekonomi global.

IMF memperkirakan inflasi global justru meningkat menjadi 4,7% pada 2026, lebih tinggi dibandingkan 4,1% pada 2025, seiring kenaikan tajam harga komoditas, terutama energi.

Dalam proyeksinya, IMF mengasumsikan harga minyak rata-rata berada di kisaran US$89 per barel, dengan harga energi saat ini sekitar 25% lebih tinggi dibandingkan sebelum perang pecah pada akhir Februari.

Adapun untuk Indonesia, IMF tetap mempertahankan proyeksinya yakni bakal tumbuh 5,0% di 2026 dan 5,1% pada 2027.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Update Merger BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Digabung

Update Merger BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Digabung

October 2, 2026
Bos OJK Ungkap RI Bakal Punya 5 Bank Syariah Jumbo di 2027

Bos OJK Ungkap RI Bakal Punya 5 Bank Syariah Jumbo di 2027

October 2, 2026
Inovasi Pengusaha Fashion Lokal Saat Tren Konsumen Berubah

Inovasi Pengusaha Fashion Lokal Saat Tren Konsumen Berubah

October 2, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .