• Latest
Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Kini Parkir di Rp18.100

Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Kini Parkir di Rp18.100

July 13, 2026
Trump Buka Peluang Ketemu Presiden Iran, Harga Minyak Melemah

Trump Buka Peluang Ketemu Presiden Iran, Harga Minyak Melemah

September 21, 2026
MKNT Rombak Direksi dan Komisaris Usai Kedatangan Pemilik Baru

MKNT Rombak Direksi dan Komisaris Usai Kedatangan Pemilik Baru

September 21, 2026
Houthi Serang Riyadh, IHSG Melemah-Rupiah Anjlok Rp 17.800/USD

Houthi Serang Riyadh, IHSG Melemah-Rupiah Anjlok Rp 17.800/USD

September 21, 2026
Telkom Kuasai Seluruh Saham Telkom Data Ekosistem dari Telkomsigma

Telkom Kuasai Seluruh Saham Telkom Data Ekosistem dari Telkomsigma

September 21, 2026
Rutin Dapat Dividen Jumbo, Kok Low Tuck Kwong Lepas BYAN ke Haji Isam?

Rutin Dapat Dividen Jumbo, Kok Low Tuck Kwong Lepas BYAN ke Haji Isam?

September 21, 2026
Angkasa Pura Angkat Anak Karni Ilyas Jadi Komisaris

Angkasa Pura Angkat Anak Karni Ilyas Jadi Komisaris

September 21, 2026
Diam-Diam Ada Investor Asing yang Borong Saham CPIN di Harga Rp3.141

Diam-Diam Ada Investor Asing yang Borong Saham CPIN di Harga Rp3.141

September 21, 2026
SUCOFINDO Sorot Dua Isu Strategis RI, Ada Program Prabowo

SUCOFINDO Sorot Dua Isu Strategis RI, Ada Program Prabowo

September 21, 2026
Siap-Siap, Bakal Ada Aksi Korporasi Jumbo di Emiten Susu Ultra (ULTJ)

Siap-Siap, Bakal Ada Aksi Korporasi Jumbo di Emiten Susu Ultra (ULTJ)

September 21, 2026
Harga Naik Terus, Bursa Beri Cap UMA ke Saham NASI dan WAPO

Harga Naik Terus, Bursa Beri Cap UMA ke Saham NASI dan WAPO

September 21, 2026
Harga Terbang Tinggi, BEI Gembok Emiten Haji Isam & 5 Saham Ini

Harga Terbang Tinggi, BEI Gembok Emiten Haji Isam & 5 Saham Ini

September 21, 2026
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.780 Pagi Ini

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.780 Pagi Ini

September 21, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, September 21, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Kini Parkir di Rp18.100

2 months ago
in People & Culture
Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Kini Parkir di Rp18.100
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah harus mengakhiri perdagangan awal pekan ini di zona merah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Tekanan terjadi di tengah menguatnya indeks dolar AS.

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda berakhir di level Rp18.100/US$ atau melemah 0,30% pada perdagangan Senin (13/7/2026). Posisi tersebut membuat rupiah kembali berada di level terlemah dalam sebulan terakhir.

Sepanjang perdagangan, rupiah sejatinya sudah berada dalam tekanan sejak pagi. Mata uang Garuda dibuka melemah di level Rp18.075/US$, sebelum koreksinya semakin dalam hingga menembus level psikologis Rp18.100/US$. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terlemah harian di Rp18.140/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 15.00 WIB terpantau menguat tipis 0,04% ke level 100,985.


Pelemahan rupiah hari ini terutama dipengaruhi oleh tingginya permintaan terhadap dolar AS di tengah ketidakpastian global yang kembali meningkat.

Tekanan muncul setelah pasukan Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling melancarkan serangan rudal dan drone pada akhir pekan. Iran menargetkan fasilitas AS di sejumlah negara Teluk pada Minggu, sekaligus menyatakan kembali menutup Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi dunia.

Perkembangan tersebut langsung mengangkat harga minyak pada awal perdagangan Asia. Harga minyak Brent tercatat naik 3,3% ke level US$78,49 per barel.

Kenaikan harga minyak menjadi perhatian karena dapat menambah tekanan inflasi global. Inflasi yang kembali meningkat bisa memperbesar peluang kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).

Saat ini, pelaku pasar mulai condong memperkirakan The Fed dapat menaikkan suku bunga dua kali hingga akhir tahun. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang tersirat untuk dua kali atau lebih kenaikan suku bunga hingga rapat Desember berada di 52,1%, naik dibandingkan 47,6% pada Jumat lalu.

Kombinasi ketegangan geopolitik, kenaikan harga minyak, dan meningkatnya ekspektasi suku bunga AS membuat dolar AS kembali mendapatkan tenaga. Kondisi ini menjadi tekanan bagi rupiah sepanjang perdagangan awal pekan.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Trump Buka Peluang Ketemu Presiden Iran, Harga Minyak Melemah

Trump Buka Peluang Ketemu Presiden Iran, Harga Minyak Melemah

September 21, 2026
MKNT Rombak Direksi dan Komisaris Usai Kedatangan Pemilik Baru

MKNT Rombak Direksi dan Komisaris Usai Kedatangan Pemilik Baru

September 21, 2026
Houthi Serang Riyadh, IHSG Melemah-Rupiah Anjlok Rp 17.800/USD

Houthi Serang Riyadh, IHSG Melemah-Rupiah Anjlok Rp 17.800/USD

September 21, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .