• Latest
IHSG Tak Bergeming Hari Ini, Bertahan di Level 6.000-an

IHSG Tak Bergeming Hari Ini, Bertahan di Level 6.000-an

July 14, 2026
OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

October 1, 2026
Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

October 1, 2026
Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

October 1, 2026
Video: Keyakinan Konsumen Naik, Penjualan AC

Video: Keyakinan Konsumen Naik, Penjualan AC

October 1, 2026
IHSG Masih Tertekan, Melemah 1,02% ke Level 6.009

IHSG Masih Tertekan, Melemah 1,02% ke Level 6.009

October 1, 2026
Jadi Wakil Menteri Keuangan, Luky Alfirman Punya Harta Rp 52,8 Miliar

Jadi Wakil Menteri Keuangan, Luky Alfirman Punya Harta Rp 52,8 Miliar

October 1, 2026
AZKO Perkuat Bisnis Berkelanjutan lewat Sustainability Ambitions 2030

AZKO Perkuat Bisnis Berkelanjutan lewat Sustainability Ambitions 2030

October 1, 2026
Sah! Nanang Hendarno Jadi Dirut Telkom (TLKM), Gantikan Dian Siswarini

Sah! Nanang Hendarno Jadi Dirut Telkom (TLKM), Gantikan Dian Siswarini

October 1, 2026
Jadi Wakil Menteri Keuangan, Nurkholisoh Punya Harta Rp 4,7 Miliar

Jadi Wakil Menteri Keuangan, Nurkholisoh Punya Harta Rp 4,7 Miliar

October 1, 2026
Investor Kakap Borong Saham Lucy In The Sky (LUCY), Rogoh Kocek Segini

Investor Kakap Borong Saham Lucy In The Sky (LUCY), Rogoh Kocek Segini

October 1, 2026
Buka Pasar Lokal, RLCO Bawa Produk Sarang Burung Walet Standar Global

Buka Pasar Lokal, RLCO Bawa Produk Sarang Burung Walet Standar Global

October 1, 2026
Breaking News! IHSG Sempat Anjlok 1% Lebih Kala Ada Reshuffle Kabinet

Breaking News! IHSG Sempat Anjlok 1% Lebih Kala Ada Reshuffle Kabinet

October 1, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 1, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Tak Bergeming Hari Ini, Bertahan di Level 6.000-an

3 months ago
in Lifestyle
IHSG Tak Bergeming Hari Ini, Bertahan di Level 6.000-an
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup nyaris tidak bergerak pada perdagangan hari ini, Selasa (14/7/2026). 

IHSG masih bergerak dengan volatilitas tinggi hari ini. Setelah melonjak 1,92% pada akhir perdagangan kemarin, IHSG sempat mengawali perdagangan di zona merah. 

Pada perdagangan intraday, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.95,02, tetapi tidak mampu bertahan sebelum akhirnya memangkas penguatan dan kembali nyaris ke level perdagangan sebelumnya. 

Nilai dan volume transaksi hari melonjak cukup tinggi dibandingkan dengan rata-rata perdagangan hari-hari sebelumnya. Nilai transaksi mencapai Rp15,36 triliun, melibatkan 26,48 miliar saham dalam 2,59 juta kali transaksi. 

Pada pekan lalu rata-rata nilai transaksi harian hanya Rp 10,27 triliun. Volume transaksi tercatat 20,49 miliar saham. 

Mengutip Refinitiv, pergerakan IHSG hari ini tertahan oleh koreksi emiten bank jumbo. Hal ini juga tercermin dari sektor finansial yang anjlok paling dalam, yakni 1,71%.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Mandiri (BMRI) kompak menjadi pemberat IHSG dengan bobot masing-masing -10,22 poin, -8,82 poin, dan -7,35 poin. 

Sementara itu, emiten konglomerat, khususnya milik Bakrie dan Prajogo Pangestu mencoba mengatrol IHSG tetapi tidak kuat. Bumi Resources Mineral (BRMS) berkontribusi 6,7 poin, Barito Renewables Energy (BREN) 5,8 poin, dan Energi Mega Persada (ENRG) 5,23 poin. 

Sebagai informasi, pada perdagangan kemarin emiten bank jumbo mendorongIHSG melaju kencang pada akhir sesi. Hal itu seiring dengan pengumuman dari lembaga rating Standar & Poor’s (S&P) yang mempertahankan rating investment grade dan outlook stabil mereka. Keputusan ini menjadi kabar baik setelah sebelumnya lembaga rating tersebut dikabarkan akan menurunkan outlook Indonesia.

S&P Global Ratings memutuskan mempertahankan peringkat kredit (sovereign rating) Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dengan outlook tetap stabil.

Keputusan tersebut menjadi angin segar bagi pasar dan pemerintah. Pasalnya, sejak awal 2026 Indonesia beberapa kali mendapat tekanan dari lembaga pemeringkat global, setelah Moody’s dan Fitch Ratings lebih dulu menurunkan prospek (outlook) Indonesia. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan domestik, keputusan S&P menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia masih tetap terjaga.

Dalam laporannya, S&P menyatakan outlook stabil mencerminkan keyakinan bahwa penerimaan pemerintah akan terus pulih, ekspor membaik berkat kenaikan harga komoditas, serta disiplin menjaga defisit fiskal di bawah 3% PDB tetap menjadi jangkar kebijakan.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

October 1, 2026
Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

October 1, 2026
Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

October 1, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .