• Latest
IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,47% ke Level 6.068

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,47% ke Level 6.068

July 15, 2026
OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

October 1, 2026
Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

October 1, 2026
Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

October 1, 2026
Video: Keyakinan Konsumen Naik, Penjualan AC

Video: Keyakinan Konsumen Naik, Penjualan AC

October 1, 2026
IHSG Masih Tertekan, Melemah 1,02% ke Level 6.009

IHSG Masih Tertekan, Melemah 1,02% ke Level 6.009

October 1, 2026
Jadi Wakil Menteri Keuangan, Luky Alfirman Punya Harta Rp 52,8 Miliar

Jadi Wakil Menteri Keuangan, Luky Alfirman Punya Harta Rp 52,8 Miliar

October 1, 2026
AZKO Perkuat Bisnis Berkelanjutan lewat Sustainability Ambitions 2030

AZKO Perkuat Bisnis Berkelanjutan lewat Sustainability Ambitions 2030

October 1, 2026
Sah! Nanang Hendarno Jadi Dirut Telkom (TLKM), Gantikan Dian Siswarini

Sah! Nanang Hendarno Jadi Dirut Telkom (TLKM), Gantikan Dian Siswarini

October 1, 2026
Jadi Wakil Menteri Keuangan, Nurkholisoh Punya Harta Rp 4,7 Miliar

Jadi Wakil Menteri Keuangan, Nurkholisoh Punya Harta Rp 4,7 Miliar

October 1, 2026
Investor Kakap Borong Saham Lucy In The Sky (LUCY), Rogoh Kocek Segini

Investor Kakap Borong Saham Lucy In The Sky (LUCY), Rogoh Kocek Segini

October 1, 2026
Buka Pasar Lokal, RLCO Bawa Produk Sarang Burung Walet Standar Global

Buka Pasar Lokal, RLCO Bawa Produk Sarang Burung Walet Standar Global

October 1, 2026
Breaking News! IHSG Sempat Anjlok 1% Lebih Kala Ada Reshuffle Kabinet

Breaking News! IHSG Sempat Anjlok 1% Lebih Kala Ada Reshuffle Kabinet

October 1, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 1, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,47% ke Level 6.068

3 months ago
in Market
IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,47% ke Level 6.068
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (15/7/2026), di tengah dominasi sentimen global yang masih dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Merujuk data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG naik 28,51 poin atau 0,47% ke level 6,068,03. Sebanyak 222 saham menguat, 72 saham melemah, dan 328 saham bergerak stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 124,74 miliar yang melibatkan 205,18 juta saham dalam 38.208 kali transaksi.

Adapun emiten yang paling ramai ditransaksikan hari ini adalah BBCA, TPIA, BBRI, BMRI dan BUMI.

Pada perdagangan hari ini, sentimen pasar global dipengaruhi oleh rilis dua data makroekonomi utama pada hari sebelumnya yang memberikan sinyal pergeseran fundamental.

Penurunan inflasi Amerika Serikat akibat efek gencatan senjata dan rekor surplus perdagangan China menjadi fokus utama para investor. Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh juga akan menjadi sorotan.

Memasuki sesi perdagangan hari ini, perhatian pelaku pasar akan beralih pada serangkaian rilis data ekonomi krusial lainnya, termasuk kinerja kuartalan ekonomi China, inflasi tingkat produsen AS, hingga data utang luar negeri dari dalam negeri, serta kelanjutan agenda penting dari bank sentral AS.

Dari domestik, Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menambah daftar saham dengan High Shareholding Concentration (HSC) atau kepemilikan saham yang sangat terkonsentrasi.

Melalui evaluasi terbaru, jumlah emiten yang masuk dalam daftar HSC per Rabu (15/7/2026) pukul 08.00 WIB bertambah menjadi 51 saham. Sebelumnya, pada 3 April 2026, BEI mengumumkan data 10 perusahaan berstatus HSC.

Sebagai catatan, HSC merupakan kategori saham yang mayoritas kepemilikannya dikuasai oleh satu pihak atau kelompok pihak yang terafiliasi, sehingga jumlah saham yang beredar di publik relatif terbatas. Informasi ini dipublikasikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan perlindungan investor di pasar modal.

Saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi dinilai memiliki risiko yang jauh lebih besar dibandingkan saham dengan free float besar.

Pasalnya, kendali harga dan likuiditas berada di tangan segelintir pihak, bukan sepenuhnya oleh mekanisme pasar.

Dengan dikuasai segelintir pihak maka volume transaksi bisa menjadi terbatas, investor akan kesulitan dalam menjual saham saat pasar bergejolak.

Kepemilikan yang terbatas juga memungkinkan harga melonjak sangat tinggi dan jatuh dalam hanya karena transaksi kecil dari pemilik utama. Harga yang bisa dikontrol oleh segelintir pihak ini tentu tidak mencerminkan pasar saham secara keseluruhan.

Sementara itu, Bursa Asia Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Rabu (16/7/2026). Penguatan terbesar terjadi di Korea Selatan, sementara bursa Jepang dan Australia juga bergerak di zona hijau.

Melansir CNBC, pergerakan bursa Asia didorong sentimen positif dari meredanya inflasi Amerika Serikat dan ekspektasi bahwa bank sentral AS tidak akan agresif menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Indeks Kospi melonjak 6,3% pada awal perdagangan, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 4%. Di Jepang, indeks Nikkei 225 dan Topix masing-masing menguat 0,9%, sementara indeks acuan Australia S&P/ASX 200 naik 0,6%.

Sentimen pasar membaik setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan yang lebih besar dari perkiraan. Indeks harga konsumen (CPI) turun 0,4% pada Juni dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga laju inflasi tahunan melandai menjadi 3,5%.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi ekonom yang disurvei Dow Jones, yang memperkirakan penurunan bulanan sebesar 0,2% dan inflasi tahunan 3,8%. Data ini mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi pengetatan moneter agresif oleh bank sentral AS.

Berdasarkan FedWatch Tool milik CME Group, probabilitas kenaikan suku bunga pada rapat Federal Reserve bulan Juli turun menjadi 17% dari sebelumnya 42%. Meski demikian, pasar masih memperkirakan suku bunga akan naik pada akhir tahun ini, dengan probabilitas 63% bahwa suku bunga akan lebih tinggi 25 hingga 50 basis poin setelah pertemuan September.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

October 1, 2026
Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

October 1, 2026
Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

October 1, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .