• Latest
Rupiah Lanjut Menguat, Dolar AS Kini Parkir di Rp18.060

Rupiah Lanjut Menguat, Dolar AS Kini Parkir di Rp18.060

July 15, 2026
OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

October 1, 2026
Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

October 1, 2026
Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

October 1, 2026
Video: Keyakinan Konsumen Naik, Penjualan AC

Video: Keyakinan Konsumen Naik, Penjualan AC

October 1, 2026
IHSG Masih Tertekan, Melemah 1,02% ke Level 6.009

IHSG Masih Tertekan, Melemah 1,02% ke Level 6.009

October 1, 2026
Jadi Wakil Menteri Keuangan, Luky Alfirman Punya Harta Rp 52,8 Miliar

Jadi Wakil Menteri Keuangan, Luky Alfirman Punya Harta Rp 52,8 Miliar

October 1, 2026
AZKO Perkuat Bisnis Berkelanjutan lewat Sustainability Ambitions 2030

AZKO Perkuat Bisnis Berkelanjutan lewat Sustainability Ambitions 2030

October 1, 2026
Sah! Nanang Hendarno Jadi Dirut Telkom (TLKM), Gantikan Dian Siswarini

Sah! Nanang Hendarno Jadi Dirut Telkom (TLKM), Gantikan Dian Siswarini

October 1, 2026
Jadi Wakil Menteri Keuangan, Nurkholisoh Punya Harta Rp 4,7 Miliar

Jadi Wakil Menteri Keuangan, Nurkholisoh Punya Harta Rp 4,7 Miliar

October 1, 2026
Investor Kakap Borong Saham Lucy In The Sky (LUCY), Rogoh Kocek Segini

Investor Kakap Borong Saham Lucy In The Sky (LUCY), Rogoh Kocek Segini

October 1, 2026
Buka Pasar Lokal, RLCO Bawa Produk Sarang Burung Walet Standar Global

Buka Pasar Lokal, RLCO Bawa Produk Sarang Burung Walet Standar Global

October 1, 2026
Breaking News! IHSG Sempat Anjlok 1% Lebih Kala Ada Reshuffle Kabinet

Breaking News! IHSG Sempat Anjlok 1% Lebih Kala Ada Reshuffle Kabinet

October 1, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 1, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Lanjut Menguat, Dolar AS Kini Parkir di Rp18.060

3 months ago
in Lifestyle
Rupiah Lanjut Menguat, Dolar AS Kini Parkir di Rp18.060
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Mata uang Garuda kembali ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Rabu (15/7/2026). Penguatan terjadi di tengah dinamika dolar AS di pasar global yang tengah menghadapi tekanan. 

Merujuk data Refinitiv, nilai tukar rupiah menutup perdagangan di posisi Rp18.060/US$. Posisi ini membuat rupiah terapresiasi 0,11% pada perdagangan hari ini.

Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak cukup terbatas dengan kecenderungan menguat. Mata uang Garuda bergerak di rentang Rp18.040-Rp18.077/US$.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 15.00 WIB terpantau bergerak stabil di level 100,912. Sebelumnya, DXY mengalami tekanan tajam 0,31% pada perdagangan Selasa (14/7/2026).


Penguatan rupiah masih ditopang oleh tekanan terhadap dolar AS di pasar global setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan.

Inflasi tahunan AS turun menjadi 3,5% pada Juni 2026. Angka tersebut menandai penurunan pertama dalam empat bulan terakhir, lebih rendah dibandingkan posisi Mei 2026 yang sebesar 4,2%, serta berada di bawah proyeksi konsensus sebesar 3,8%.

Secara rinci, indeks energi masih mencatat kenaikan tahunan sebesar 15,7%, sementara harga makanan naik 3,0%. Namun secara bulanan, Indeks Harga Konsumen (IHK) AS mencatat deflasi 0,4%. Realisasi tersebut lebih dalam dibandingkan ekspektasi deflasi 0,1%.

Deflasi bulanan ini menjadi yang pertama sejak Mei 2020. Penurunan tersebut juga menjadi kontraksi bulanan terbesar sejak April 2020, atau pada masa awal pandemi Covid-19.

Data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan membuat ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan moneter bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) ikut mereda.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada Juli turun menjadi 16%, dari 42% pada Senin. Meski begitu, peluang kenaikan suku bunga pada tahun ini masih cukup besar, yakni 80%, turun dari 89% pada Senin.

Melemahnya dolar AS di pasar global pada akhirnya membuka ruang penguatan bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah.

Sentimen positif juga datang dari keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. S&P juga mempertahankan outlook Indonesia di level stabil.

Keputusan ini menjadi angin segar bagi Indonesia, terutama setelah sebelumnya Moody’s dan Fitch merevisi outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai keputusan S&P tersebut lebih adil dibandingkan penilaian lembaga pemeringkat lainnya.

“Saya sudah bilang berkali-kali kan, lembaga-lembaga sebelumnya yang lain, ada kemungkinan mereka offside karena mereka melakukan assessment sebelum data triwulan pertama keluar. Ingat kan itu? Saya bilang ya terlalu cepat, bukan mereka salah, ya terlalu cepat. Jadi ini S&P yang lebih fair saya pikir,” ungkap Purbaya di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, dikutip Rabu (15/7/2026).

Sentimen tersebut turut menjaga persepsi pasar terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia, di tengah tekanan global yang masih tinggi.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

October 1, 2026
Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

October 1, 2026
Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

October 1, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .