• Latest
Geger Emas 1 Ton Milik Penguasa Toba Hilang Diangkut 17 Kuda

Geger Emas 1 Ton Milik Penguasa Toba Hilang Diangkut 17 Kuda

July 21, 2026
Pesawat Jatuh Hantam Pemukiman Warga, 17 Orang Tewas Seketika

Pesawat Jatuh Hantam Pemukiman Warga, 17 Orang Tewas Seketika

September 27, 2026
Mal Terbesar Roboh Gara-Gara Bos Ogah Perbaiki Gedung, 502 Orang Tewas

Mal Terbesar Roboh Gara-Gara Bos Ogah Perbaiki Gedung, 502 Orang Tewas

September 26, 2026
Heboh Kabar KRL Bekas Jepang JR 209 Mau Diboyong RI, KCI Buka Suara

Heboh Kabar KRL Bekas Jepang JR 209 Mau Diboyong RI, KCI Buka Suara

September 26, 2026
KCI Targetkan KRL Impor Bekas Jepang Mulai Masuk Akhir 2026

KCI Targetkan KRL Impor Bekas Jepang Mulai Masuk Akhir 2026

September 26, 2026
KAI Pesan 16 KRL Baru CLI-225, INKA Baru Kirim Segini

KAI Pesan 16 KRL Baru CLI-225, INKA Baru Kirim Segini

September 26, 2026
INKA Buka Suara Soal KAI Recall 7 KRL CLI-225 & Dipaksa Masuk Bengkel

INKA Buka Suara Soal KAI Recall 7 KRL CLI-225 & Dipaksa Masuk Bengkel

September 26, 2026
KAI Mau Impor 23 KRL Bekas Jepang, Begini Respons INKA

KAI Mau Impor 23 KRL Bekas Jepang, Begini Respons INKA

September 26, 2026
Konglomerat Meninggal Tanpa Ahli Waris, Kekayaannya Rp867 Triliun

Konglomerat Meninggal Tanpa Ahli Waris, Kekayaannya Rp867 Triliun

September 26, 2026
Mahasiswa Ini Tipu 5 Perusahaan Asuransi Rp23 M, Begini Nasibnya

Mahasiswa Ini Tipu 5 Perusahaan Asuransi Rp23 M, Begini Nasibnya

September 26, 2026
Video: Pakai AI, Asuransi Incar Nasabah Muda

Video: Pakai AI, Asuransi Incar Nasabah Muda

September 26, 2026
Bank Amar Pakai AI Sebagai Tools Bukan Pengganti SDM Bank

Bank Amar Pakai AI Sebagai Tools Bukan Pengganti SDM Bank

September 26, 2026
Gegara Nguping, Suami-Istri Ini Untung dari Saham Rp29 Miliar

Gegara Nguping, Suami-Istri Ini Untung dari Saham Rp29 Miliar

September 26, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Sunday, September 27, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Geger Emas 1 Ton Milik Penguasa Toba Hilang Diangkut 17 Kuda

2 months ago
in Lifestyle
Geger Emas 1 Ton Milik Penguasa Toba Hilang Diangkut 17 Kuda
Share on FacebookShare on Twitter




 

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini. Khusus terkait bencana, naskah ini diharapkan bisa membangun kesadaran dan kewaspadaan terhadap mitigasi bencana.

 

Jakarta, CNBC Indonesia — Kisah kesuksesan memang menarik untuk disimak. Buah hasil jerih payah tentunya sangat bernilai baik berupa perjalanan berharga maupun bukti otentik seperti aset investasi.

Sebuah kisah datang dari keluarga Batak yang sudah berbeda generasi bisa menjadi contoh baik bagaimana perolehan uang tak dipakai foya-foya, tetapi untuk investasi emas.

Emas menjadi salah satu instrumen investasi paling menjanjikan karena kebal terhadap guncangan ekonomi global. Harga emas terus naik dan saat ini sudah mencapai angka Rp2,6 juta per gram.

Adapun tak tanggung-tanggung, total emas yang ditabung selama ratusan tahun sudah mencapai 1 ton. Perkenalkan, ini dia keluarga Sisingamangaraja yang eksis dari tahun 1530 sampai 1876.

Hobi Koleksi Emas

Keluarga Sisingamangaraja merupakan penguasa Negeri Toba di Tanah Batak. Orang nomor satunya disebut Raja Sisingamangaraja, yang dimulai oleh Sisingamangaraja I (1530) hingga Sisingamangaraja XII (1876). Alias sudah berjalan 12 generasi atau 346 tahun.

Selama berkuasa, Sisingamangaraja mempunyai hak absolut atas perdagangan kapur barus. Kala itu, Tanah Batak jadi pusat produksi kapur barus selain di Semenanjung Melayu dan Borneo. Dari sana, terjadi ekspor kapur barus yang diminati banyak orang. Bahkan, tanaman itu punya kedudukan penting dalam Islam dan disebut dalam Al-Quran.

Tak heran, jika harga kapur barus di pasar global sangat mahal. Siapapun yang menguasai perdagangan kapur bisa dipastikan kaya raya, termasuk keluarga Batak Sisingamangaraja.

Augustin Sibarani dalam Perjuangan Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII (1988) mencatat, sejak Sisingamangaraja I berkuasa pada 1530 kerajaan sudah memperdagangkan kapur barus ke pedagang Arab dan Eropa untuk dipasarkan ke seluruh dunia. Perlahan, kerajaan kelak tak hanya berdagang, tetapi juga sukses memonopoli pasar kapur barus di Sumatra Utara.

Semua ini praktis membuat Sisingamangaraja kaya raya. Hanya saja, kekayaan tersebut tak dihamburkan-hamburkan. Dalam bayangan orang, raja sudah pasti hidup mewah bergelimang harta di Istana. Namun, hal ini tak terjadi pada trah Sisingamangaraja.

Dari Sisingamangaraja I hingga Sisingamangaraja XII semua punya hobi sama, yakni menabung emas dan perhiasan.

“Raja-raja Sisingamangaraja dari mulai yang ke-1 hingga ke-10, semuanya suka mengumpulkan Blue Diamonds dari Ceylon. Lalu juga Intan-intan Ceylon yang dibawa untuk dari India melalui Barus. Intan-intan Ceylon ini besarnya seperti telur burung,” tulis Augustin Sibarani.

Memang tak diketahui pasti alasan mereka menabung emas. Namun pastinya tabungan emas mereka sangat menumpuk. Hal ini diceritakan lebih lanjut lewat berbagai kronik saat terjadi serangan orang-orang Padri tahun 1818.

Menurut Mangaraja Onggang Parlindungan dalam Tuanku Rao (1964), para penyerang dari Padri yang sudah melumpuhkan basis pertahanan Sisingamangaraja mengambil semua perhiasan dan emas.

Seluruhnya diangkut oleh 17 kuda. Setiap kuda bisa membawa lebih kurang 60 Kg emas. Alias total emas yang diangkut mencapai 1 ton emas yang jika dirupiahkan sekarang seharga Rp1,6 Triliun.

Ini belum memperhitungkan emas yang diselamatkan keluarga Sisingamangaraja saat terjadi penyerangan. Kala itu, pihak keluarga menaruh perhiasan kerajaan ke dalam wadah penanak nasi super besar. Wadah tersebut ditaruh di tempat rahasia dan hanya diketahui beberapa orang saja.

Aksi penyerangan lantas membuat trah Sisingamangaraja berakhir di generasi ke-12. Sisingamaraja XII tewas di tangan Belanda dan mengakhiri sejarah panjang trah keluarga tersebut di Tanah Batak.

Berakhirnya kekuasaan membuat harta segunung milik kerajaan lepas ke tangan orang lain, termasuk Ratu Victoria di Inggris. Dipercaya harta Sisingamangaraja dipakai di mahkota penguasa Inggris tersebut.

“Perhiasan bisa sampai di Inggris karena dibawa oleh seorang bekas tentara Padri yang melarikan diri ke Kelang di Malaysia dan di sana menjualnya,” ungkap Augustin.

(rob/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pesawat Jatuh Hantam Pemukiman Warga, 17 Orang Tewas Seketika

Pesawat Jatuh Hantam Pemukiman Warga, 17 Orang Tewas Seketika

September 27, 2026
Mal Terbesar Roboh Gara-Gara Bos Ogah Perbaiki Gedung, 502 Orang Tewas

Mal Terbesar Roboh Gara-Gara Bos Ogah Perbaiki Gedung, 502 Orang Tewas

September 26, 2026
Heboh Kabar KRL Bekas Jepang JR 209 Mau Diboyong RI, KCI Buka Suara

Heboh Kabar KRL Bekas Jepang JR 209 Mau Diboyong RI, KCI Buka Suara

September 26, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .