• Latest
Ini Alasan Bankir Belum Segera Turunkan Bunga Kredit

Ini Alasan Bankir Belum Segera Turunkan Bunga Kredit

August 1, 2025
Pelemahan Rupiah Berlanjut, Bank Ini Sudah Jual Dolar Rp18.400

Pelemahan Rupiah Berlanjut, Bank Ini Sudah Jual Dolar Rp18.400

October 28, 2026
Usai Demutualisasi, BEI Siapkan Rp596 Miliar Buat Ini

Usai Demutualisasi, BEI Siapkan Rp596 Miliar Buat Ini

October 28, 2026
BEI Pasang Cita-Cita Ambisius, Masuk 10 Besar Bursa Terbesar Dunia

BEI Pasang Cita-Cita Ambisius, Masuk 10 Besar Bursa Terbesar Dunia

October 28, 2026
Direktur Citra Borneo Utama (CBUT) Ronny Hertantyo Meninggal Dunia

Direktur Citra Borneo Utama (CBUT) Ronny Hertantyo Meninggal Dunia

October 28, 2026
Rupiah Digempur Kabar Buruk dari AS

Rupiah Digempur Kabar Buruk dari AS

October 28, 2026
BEI Pasang Cita-Cita Ambisius, Incar 10 Bursa Terbesar Dunia

BEI Pasang Cita-Cita Ambisius, Incar 10 Bursa Terbesar Dunia

October 28, 2026
Jelang Demutualisasi, BEI Bagikan Dividen Tunai Rp1,56 Triliun

Jelang Demutualisasi, BEI Bagikan Dividen Tunai Rp1,56 Triliun

October 28, 2026
RUPSLB BEI Sepakat Demutualisasi, Anggaran Dasar Dirombak

RUPSLB BEI Sepakat Demutualisasi, Anggaran Dasar Dirombak

October 28, 2026
Direktur Citra Borneo Utama (CBRE) Ronny Hertantyo Meninggal Dunia

Direktur Citra Borneo Utama (CBRE) Ronny Hertantyo Meninggal Dunia

October 28, 2026
Akhiri Sesi I, IHSG Turun 1,65% ke 5.179

Akhiri Sesi I, IHSG Turun 1,65% ke 5.179

October 28, 2026
Mitratel Mulai Laksanakan MESOP Tahap III, Harga Rp582 per Saham

Mitratel Mulai Laksanakan MESOP Tahap III, Harga Rp582 per Saham

October 28, 2026
Rupiah Amblas ke Rp 18.100 Per USD, Sentimen Ini Jadi Penekan!

Rupiah Amblas ke Rp 18.100 Per USD, Sentimen Ini Jadi Penekan!

October 28, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, October 28, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Ini Alasan Bankir Belum Segera Turunkan Bunga Kredit

1 year ago
in People & Culture
Ini Alasan Bankir Belum Segera Turunkan Bunga Kredit
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) mengungkapkan alasan mengapa para bank tak kunjung menurunkan suku bunga dasar kredit (SBDK) dan suku bunga tabungan, setelah suku bunga acuan BI Rate turun sebanyak tiga kali sepanjang tahun ini.

Ketua Umum Perbanas, Hery Gunadi mengakui bahwa industri perbankan sedang berada di rezim likuiditas yang agak memadai. Selain penurunan suku bunga acuan bank sentral, imbal hasil instrumen surat berharga, dan ketentuan giro wajib minimum (GWM) Bank Indonesia (BI) juga telah menurun.

“Nah, likuiditas yang bagus ini tentunya akan baik ya buat perbankan dalam hal penyaluran kredit,” kata Hery dalam Perbanas Review of Indonesia’s Mid-Year Economy 2025 di Le Meridien Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (31/7/2025).

Namun, ia menekankan bahwa penyaluran kredit tidak hanya bergantung pada suplai, tapi juga permintaan. Hery menerangkan, kedua hal itu sama-sama berasal dari masyarakat.

“Nah, demand itu kan tergantung dengan makro, pertumbuhan ekonomi. Karena demand kredit itu berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi. Kita melihat ada sedikit karena pengaruh global, tension politik, kemudian perang tarif dan sebagainya,” terangnya.

Sementara itu, suku bunga acuan global yakni bank sentral AS, Federal Reserve yang sempat diharapkan akan menurun, terpengaruh oleh perang tarif. Kini, negeri Paman Sam menghadapi inflasi tinggi dan membuka ruang penurunan Fed Fund Rate (FFR), yang nantinya akan berpengaruh dengan suku bunga acuan negara-negara lainnya.

Meski demikian, Hery menyebut transmisi penurunan suku bunga acuan terhadap SBDK membutuhkan jeda waktu.

“Jadi artinya kalau bank menurunkan rate-nya, kemudian time deposit itu kan nggak otomatis juga. Term deposit kan macam-macam kan, ada yang sebulan, tiga bulan, enam bulan, ada yang setahun. Jadi transmission-nya itu butuh waktu,” jelas Hery.

Ia menyebut transmisi itu terjadi secara gradual. Sebab, walau likuiditas sudah mulai longgar, permintaannya masih seret.

Hery berharap dengan adanya dorongan lewat peraturan fiskal yang lebih baik, seperti belanja pemerintah, pertumbuhan penyaluran kredit akan lebih baik di semester II-2025.

Ia melanjutkan, program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan 3 juta rumah bisa mendorong aktivitas ekonomi. Hery menilai ada banyak multiplier effect dari program-program tersebut.

“Sebenarnya kalau [program-program pemerintah] itu jalan, itu juga itu multiplier effect-nya banyak. Dan sehingga harapannya ke paruh waktu kedua tahun ini ada pertumbuhan ekonomi lebih baik,” tukasnya.

Untuk diketahui, suku bunga kredit perbankan sudah berangsur menurun namun belum signifikan. Data Bank Indonesia mencatat ada bulan Januari, SBDK perbankan berada di posisi 9,20%, dan menurun ke 9,16% per Juni 2025.

Sementara itu penyaluran kredit perbankan sepanjang tahun ini dalam tren melambat, per Juni 2025 di posisi 7,7% secara tahunan.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Bos-Bos Bank Mohon Waspada, Perbanas Ungkap Ada Ancaman Tahun Ini




Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pelemahan Rupiah Berlanjut, Bank Ini Sudah Jual Dolar Rp18.400

Pelemahan Rupiah Berlanjut, Bank Ini Sudah Jual Dolar Rp18.400

October 28, 2026
Usai Demutualisasi, BEI Siapkan Rp596 Miliar Buat Ini

Usai Demutualisasi, BEI Siapkan Rp596 Miliar Buat Ini

October 28, 2026
BEI Pasang Cita-Cita Ambisius, Masuk 10 Besar Bursa Terbesar Dunia

BEI Pasang Cita-Cita Ambisius, Masuk 10 Besar Bursa Terbesar Dunia

October 28, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .