• Latest
Rupiah Loyo Pagi Ini, Dolar AS Kembali Naik ke Rp17.900an

Rupiah Loyo Pagi Ini, Dolar AS Kembali Naik ke Rp17.900an

July 22, 2026
Heboh Kabar KRL Bekas Jepang JR 209 Mau Diboyong RI, KCI Buka Suara

Heboh Kabar KRL Bekas Jepang JR 209 Mau Diboyong RI, KCI Buka Suara

September 26, 2026
KCI Targetkan KRL Impor Bekas Jepang Mulai Masuk Akhir 2026

KCI Targetkan KRL Impor Bekas Jepang Mulai Masuk Akhir 2026

September 26, 2026
KAI Pesan 16 KRL Baru CLI-225, INKA Baru Kirim Segini

KAI Pesan 16 KRL Baru CLI-225, INKA Baru Kirim Segini

September 26, 2026
INKA Buka Suara Soal KAI Recall 7 KRL CLI-225 & Dipaksa Masuk Bengkel

INKA Buka Suara Soal KAI Recall 7 KRL CLI-225 & Dipaksa Masuk Bengkel

September 26, 2026
KAI Mau Impor 23 KRL Bekas Jepang, Begini Respons INKA

KAI Mau Impor 23 KRL Bekas Jepang, Begini Respons INKA

September 26, 2026
Konglomerat Meninggal Tanpa Ahli Waris, Kekayaannya Rp867 Triliun

Konglomerat Meninggal Tanpa Ahli Waris, Kekayaannya Rp867 Triliun

September 26, 2026
Mahasiswa Ini Tipu 5 Perusahaan Asuransi Rp23 M, Begini Nasibnya

Mahasiswa Ini Tipu 5 Perusahaan Asuransi Rp23 M, Begini Nasibnya

September 26, 2026
Video: Pakai AI, Asuransi Incar Nasabah Muda

Video: Pakai AI, Asuransi Incar Nasabah Muda

September 26, 2026
Bank Amar Pakai AI Sebagai Tools Bukan Pengganti SDM Bank

Bank Amar Pakai AI Sebagai Tools Bukan Pengganti SDM Bank

September 26, 2026
Gegara Nguping, Suami-Istri Ini Untung dari Saham Rp29 Miliar

Gegara Nguping, Suami-Istri Ini Untung dari Saham Rp29 Miliar

September 26, 2026
Danantara Mau Pegang Saham BEI, Ini Update Terbarunya

Danantara Mau Pegang Saham BEI, Ini Update Terbarunya

September 26, 2026
Gunung Berapi Ini Erupsi, Muntahkan Emas 80 Gram per Hari

Gunung Berapi Ini Erupsi, Muntahkan Emas 80 Gram per Hari

September 26, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, September 26, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Rupiah Loyo Pagi Ini, Dolar AS Kembali Naik ke Rp17.900an

2 months ago
in Economy
Rupiah Loyo Pagi Ini, Dolar AS Kembali Naik ke Rp17.900an
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (22/7/2026), di tengah penantian pelaku pasar terhadap keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI).

Dilansir dari Refinitiv, rupiah dibuka terdepresiasi sebesar 0,22% ke posisi Rp17.920/US$. Pada perdagangan sebelumnya, mata uang Garuda ditutup menguat 0,28% ke level Rp17.880/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah tipis 0,02% ke posisi 101,161. DXY sebelumnya ditutup menguat 0,22% pada perdagangan Selasa (21/7/2026).


Pergerakan rupiah hari ini masih dibayangi perkembangan konflik di Timur Tengah serta keputusan suku bunga BI yang akan diumumkan siang nanti.

Dari eksternal, dolar AS menguat pada perdagangan Selasa dan membukukan kenaikan selama empat hari beruntun. Eskalasi serangan di Timur Tengah kembali mengerek harga minyak serta memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi akan bertahan lebih lama.

Dua kapal tanker yang membawa minyak mentah Arab Saudi menuju Asia dilaporkan berbalik arah di Laut Merah setelah muncul ancaman dari kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran.

Konflik yang meluas mulai mengganggu jalur pelayaran di dua titik penting perdagangan energi dunia. Militer AS juga menyatakan telah menyelesaikan serangan terbaru terhadap Iran pada Senin, menandai serangan selama 10 malam berturut-turut.

Harga minyak mentah AS naik 2,09% menjadi US$84,97 per barel, sedangkan Brent menguat 1,88% ke US$90,90 per barel. Brent bahkan sempat menyentuh US$91,99 per barel, posisi tertinggi sejak 11 Juni 2026.

Harga minyak sebelumnya sempat turun pada awal Mei seiring munculnya optimisme terhadap kesepakatan damai antara AS dan Iran. Data inflasi AS yang lebih rendah juga sempat meredam ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) pada pertemuan pekan depan.

Namun, harga minyak kembali berbalik naik dalam beberapa hari terakhir setelah ketegangan di Timur Tengah meningkat. Sejumlah pejabat The Fed, termasuk Ketua The Fed Kevin Warsh, juga kembali mengingatkan risiko tekanan inflasi.

Dari dalam negeri, BI akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Juli pada siang nanti. Pertemuan tersebut berlangsung selama dua hari pada Selasa-Rabu (21-22 Juli 2026).

Berdasarkan polling CNBC Indonesia terhadap 14 institusi dan lembaga, mayoritas responden memperkirakan BI kembali menaikkan suku bunga acuannya.

Sebanyak delapan responden memproyeksikan BI Rate naik 25 basis poin (bps), dari 5,75% menjadi 6,00%. Sementara enam responden lainnya memperkirakan suku bunga tetap dipertahankan di level 5,75%.

Jika proyeksi mayoritas ekonom terwujud, kenaikan bulan ini akan menjadi pengetatan keempat BI sepanjang 2026. Sebelumnya, bank sentral telah menaikkan suku bunga secara kumulatif sebesar 100 bps sejak Mei hingga mencapai 5,75% pada Juni.

Tekanan terhadap rupiah menjadi salah satu alasan utama mayoritas ekonom memperkirakan BI masih akan menaikkan suku bunga.

“BI Rate diperkirakan naik 25 bps ke 6,00% untuk memastikan stabilitas nilai tukar rupiah di tengah risiko geopolitik yang kembali memanas di Timur Tengah,” ujar Ekonom CIMB Niaga Mika Martumpal kepada CNBC Indonesia.

Chief Economist Valbury Asia Futures Fikri C. Permana juga melihat kenaikan bunga masih dibutuhkan. Menurutnya, selain volatilitas rupiah, BI juga perlu mengantisipasi kemungkinan pengetatan kebijakan moneter global lebih lanjut.

“Faktornya adalah volatilitas rupiah yang masih cukup besar, ekspektasi kenaikan Fed Rate tahun ini yang makin besar, serta dorongan untuk meningkatkan daya tarik aset portofolio domestik,” ujar Fikri

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Heboh Kabar KRL Bekas Jepang JR 209 Mau Diboyong RI, KCI Buka Suara

Heboh Kabar KRL Bekas Jepang JR 209 Mau Diboyong RI, KCI Buka Suara

September 26, 2026
KCI Targetkan KRL Impor Bekas Jepang Mulai Masuk Akhir 2026

KCI Targetkan KRL Impor Bekas Jepang Mulai Masuk Akhir 2026

September 26, 2026
KAI Pesan 16 KRL Baru CLI-225, INKA Baru Kirim Segini

KAI Pesan 16 KRL Baru CLI-225, INKA Baru Kirim Segini

September 26, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .