• Latest
IHSG Bertahan di Tengah Kepanikan Bursa Asia, Sesi 1 Turun 0,04%

IHSG Bertahan di Tengah Kepanikan Bursa Asia, Sesi 1 Turun 0,04%

July 28, 2026
Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

July 28, 2026
Emiten Bengkel Pesawat Garuda (GMFI) Mau Hapus Saldo Defisit Rp 9 T

Emiten Bengkel Pesawat Garuda (GMFI) Mau Hapus Saldo Defisit Rp 9 T

July 28, 2026
DPR Wanti-Wanti Reputasi Jadi Modal PFII Gaet BlackRock Cs

DPR Wanti-Wanti Reputasi Jadi Modal PFII Gaet BlackRock Cs

July 28, 2026
GOTO Siap Umumkan Kinerja Kuartal II-2026, Begini Respon Analis

GOTO Siap Umumkan Kinerja Kuartal II-2026, Begini Respon Analis

July 28, 2026
BEI Rombak Konstituen IDX80, LQ45 dan IDX30

BEI Rombak Konstituen IDX80, LQ45 dan IDX30

July 28, 2026
Gerak IHSG Masih Malu-Malu, Intip Pergerakan Asing di Sesi 1

Gerak IHSG Masih Malu-Malu, Intip Pergerakan Asing di Sesi 1

July 28, 2026
Tabungan Menipis, Warga RI Andalkan Kartu Kredit-Paylater Buat Belanja

Tabungan Menipis, Warga RI Andalkan Kartu Kredit-Paylater Buat Belanja

July 28, 2026
Orang Kaya RI Makin Getol Nabung Dolar, Ini Buktinya

Orang Kaya RI Makin Getol Nabung Dolar, Ini Buktinya

July 28, 2026
Media Asing Sorot IHSG, Disebut Sudah Masuk Bull Market

Media Asing Sorot IHSG, Disebut Sudah Masuk Bull Market

July 28, 2026
Warga RI Kini Belanja Pakai Uang Hasil Pinjam, Ini Buktinya!

Warga RI Kini Belanja Pakai Uang Hasil Pinjam, Ini Buktinya!

July 28, 2026
Top! UNVR Cetak Penjualan Bersih Rp16,9 T di Semester I-2026

Top! UNVR Cetak Penjualan Bersih Rp16,9 T di Semester I-2026

July 28, 2026
Santer Kabar Mau Diakuisisi, Bos Emiten RI Ini Buka Suara

Santer Kabar Mau Diakuisisi, Bos Emiten RI Ini Buka Suara

July 28, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, July 28, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

IHSG Bertahan di Tengah Kepanikan Bursa Asia, Sesi 1 Turun 0,04%

2 hours ago
in People & Culture
IHSG Bertahan di Tengah Kepanikan Bursa Asia, Sesi 1 Turun 0,04%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak terbatas hingga jeda perdagangan pertama, Selasa (28/7/2026), di tengah tekanan pada saham-saham sektor properti. Meski demikian, penguatan sektor bahan baku (basic materials) mampu menahan pelemahan indeks.

Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG melemah 2,62 poin atau 0,04% ke level 6.183,16.

Sebanyak 349 saham menguat, 270 saham melemah, dan 346 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp5,22 triliun dengan volume perdagangan 14,05 miliar saham dalam 913.200 kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.829 triliun.

Dari sisi sektoral, bahan baku menjadi penopang utama IHSG dengan kenaikan 0,89%. Penguatan juga terjadi pada sektor konsumer primer sebesar 0,25% dan konsumer non-primer sebesar 0,09%.

Sebaliknya, sektor properti menjadi pemberat terbesar karena anjlok 3,75%. Tekanan juga dialami sektor utilitas yang turun 1,20%, kesehatan melemah 0,50%, teknologi terkoreksi 0,43%, finansial turun 0,29%, energi melemah 0,23%, serta industri turun 0,21%.

Dari sisi konstituen, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi penopang terbesar IHSG dengan kontribusi sekitar 2,85 poin terhadap indeks. Disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 1,64 poin, PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA) 1,58 poin, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) 1,54 poin, dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) sebesar 1,44 poin.

Kontribusi positif lainnya datang dari PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Timah Tbk (TINS), serta PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Sementara itu, tekanan terbesar terhadap IHSG berasal dari PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) yang memangkas indeks sekitar 7,63 poin. Disusul PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) sebesar 3,22 poin, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 2,62 poin, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 2,49 poin, dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) sebesar 2,08 poin.

Saham lain yang turut membebani pergerakan indeks antara lain PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), serta PT Multipolar Technology Tbk (MLPT).

Pergerakan IHSG yang cenderung mendatar terjadi di tengah sentimen global yang masih berhati-hati. Bursa Asia mayoritas bergerak di zona merah setelah aksi jual saham-saham teknologi dan semikonduktor berlanjut, dipicu kekhawatiran terhadap prospek industri kecerdasan buatan (AI).

Namun, penguatan saham-saham komoditas dan beberapa emiten berkapitalisasi besar di dalam negeri membantu menahan tekanan sehingga pelemahan IHSG relatif terbatas dibandingkan mayoritas bursa regional.

Sebagai informasi, Korea Exchange (KRX) mengumumkan penghentian sementara perdagangan pada pukul 10.13 waktu setempat setelah KOSPI merosot 542,24 poin atau 8,02% ke level 6.213,51 dari penutupan sebelumnya di 6.755,75.

Selain itu indeks Nikkei 225 Jepang turun 4,24% ke 62.177,31, sementara Taiex Taiwan melemah 4,21% ke 41.798,23.

Di China, indeks Shenzhen Component turun 3,42% ke 13.664,80, sedangkan Shanghai Composite melemah 0,98% ke 3.820,52. Saham CXMT Corp, yang sehari sebelumnya melonjak 466% saat debut di Bursa Shanghai, juga terkoreksi sekitar 7% pada perdagangan pagi.

Tekanan juga terjadi di Asia Tenggara. Indeks PSEi Filipina melemah 1,21%, FTSE Bursa Malaysia KLCI turun 0,29%, dan Straits Times Index (STI) Singapura turun 0,20%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong masih menguat tipis 0,06%, sedangkan NZX 50 Selandia Baru naik 0,26%.

Mengutip Reuters, aksi jual di Korea Selatan terjadi di tengah gelombang pelemahan saham teknologi global yang dipicu meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek industri kecerdasan buatan (AI).

Investor mulai mempertanyakan apakah investasi raksasa di sektor AI akan mampu menghasilkan keuntungan yang sepadan, setelah reli spektakuler saham-saham teknologi selama dua tahun terakhir.

Kekhawatiran tersebut semakin menguat setelah Wall Street Journal melaporkan Nvidia tengah berdiskusi untuk memberikan jaminan pembiayaan sekitar US$250 miliar kepada OpenAI sebagai bagian dari proyek pembangunan pusat data berskala besar. Saham Nvidia pun turun sekitar 5% pada perdagangan sebelumnya, sementara Philadelphia Semiconductor Index (SOX) di Wall Street terkoreksi 2,2%.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

July 28, 2026
Emiten Bengkel Pesawat Garuda (GMFI) Mau Hapus Saldo Defisit Rp 9 T

Emiten Bengkel Pesawat Garuda (GMFI) Mau Hapus Saldo Defisit Rp 9 T

July 28, 2026
DPR Wanti-Wanti Reputasi Jadi Modal PFII Gaet BlackRock Cs

DPR Wanti-Wanti Reputasi Jadi Modal PFII Gaet BlackRock Cs

July 28, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .