• Latest
IHSG Bertahan di Tengah Kepanikan Bursa Asia, Sesi 1 Turun 0,04%

IHSG Bertahan di Tengah Kepanikan Bursa Asia, Sesi 1 Turun 0,04%

July 28, 2026
Ini Dua Kriteria Utama DBS Nilai Proyek Otomotif Layak Dibiayai

Ini Dua Kriteria Utama DBS Nilai Proyek Otomotif Layak Dibiayai

September 16, 2026
IHSG Parkir di Zona Merah, Terkoreksi 0,38% ke level 6.436,85

IHSG Parkir di Zona Merah, Terkoreksi 0,38% ke level 6.436,85

September 16, 2026
Jelang Righ Issue, Pengendali MGLV Jual Saham di Harga Diskon

Jelang Righ Issue, Pengendali MGLV Jual Saham di Harga Diskon

September 16, 2026
Fitch Pangkas Rating Pos Indonesia, Risiko Gagal Bayar Jadi Sorotan

Fitch Pangkas Rating Pos Indonesia, Risiko Gagal Bayar Jadi Sorotan

September 16, 2026
Potret Bos Summarecon Adrianto Pitoyo Jadi Tersangka Suap HGB Bogor

Potret Bos Summarecon Adrianto Pitoyo Jadi Tersangka Suap HGB Bogor

September 16, 2026
INKA Respons Arahan BP BUMN, Percepat Pembenahan Menyeluruh

INKA Respons Arahan BP BUMN, Percepat Pembenahan Menyeluruh

September 16, 2026
Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.675

Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.675

September 16, 2026
DBS Andalkan Jaringan 19 Negara Genjot Bisnis Otomotif Indonesia

DBS Andalkan Jaringan 19 Negara Genjot Bisnis Otomotif Indonesia

September 16, 2026
BP BUMN Dorong Bio Farma Kembali ke Mandat Awal: Bikin Vaksin Sendiri

BP BUMN Dorong Bio Farma Kembali ke Mandat Awal: Bikin Vaksin Sendiri

September 16, 2026
Cara DBS Menilai Risiko Aset ICE di Tengah Transisi EV

Cara DBS Menilai Risiko Aset ICE di Tengah Transisi EV

September 16, 2026
Bukan AS atau IMF, Ini Pemasok Utang Terbesar Indonesia

Bukan AS atau IMF, Ini Pemasok Utang Terbesar Indonesia

September 16, 2026
Meski IHSG Hijau, Asing Net Sell Rp430 Miliar di Sesi I

Meski IHSG Hijau, Asing Net Sell Rp430 Miliar di Sesi I

September 16, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, September 16, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

IHSG Bertahan di Tengah Kepanikan Bursa Asia, Sesi 1 Turun 0,04%

2 months ago
in People & Culture
IHSG Bertahan di Tengah Kepanikan Bursa Asia, Sesi 1 Turun 0,04%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak terbatas hingga jeda perdagangan pertama, Selasa (28/7/2026), di tengah tekanan pada saham-saham sektor properti. Meski demikian, penguatan sektor bahan baku (basic materials) mampu menahan pelemahan indeks.

Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG melemah 2,62 poin atau 0,04% ke level 6.183,16.

Sebanyak 349 saham menguat, 270 saham melemah, dan 346 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp5,22 triliun dengan volume perdagangan 14,05 miliar saham dalam 913.200 kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.829 triliun.

Dari sisi sektoral, bahan baku menjadi penopang utama IHSG dengan kenaikan 0,89%. Penguatan juga terjadi pada sektor konsumer primer sebesar 0,25% dan konsumer non-primer sebesar 0,09%.

Sebaliknya, sektor properti menjadi pemberat terbesar karena anjlok 3,75%. Tekanan juga dialami sektor utilitas yang turun 1,20%, kesehatan melemah 0,50%, teknologi terkoreksi 0,43%, finansial turun 0,29%, energi melemah 0,23%, serta industri turun 0,21%.

Dari sisi konstituen, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi penopang terbesar IHSG dengan kontribusi sekitar 2,85 poin terhadap indeks. Disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 1,64 poin, PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA) 1,58 poin, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) 1,54 poin, dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) sebesar 1,44 poin.

Kontribusi positif lainnya datang dari PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Timah Tbk (TINS), serta PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Sementara itu, tekanan terbesar terhadap IHSG berasal dari PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) yang memangkas indeks sekitar 7,63 poin. Disusul PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) sebesar 3,22 poin, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 2,62 poin, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 2,49 poin, dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) sebesar 2,08 poin.

Saham lain yang turut membebani pergerakan indeks antara lain PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), serta PT Multipolar Technology Tbk (MLPT).

Pergerakan IHSG yang cenderung mendatar terjadi di tengah sentimen global yang masih berhati-hati. Bursa Asia mayoritas bergerak di zona merah setelah aksi jual saham-saham teknologi dan semikonduktor berlanjut, dipicu kekhawatiran terhadap prospek industri kecerdasan buatan (AI).

Namun, penguatan saham-saham komoditas dan beberapa emiten berkapitalisasi besar di dalam negeri membantu menahan tekanan sehingga pelemahan IHSG relatif terbatas dibandingkan mayoritas bursa regional.

Sebagai informasi, Korea Exchange (KRX) mengumumkan penghentian sementara perdagangan pada pukul 10.13 waktu setempat setelah KOSPI merosot 542,24 poin atau 8,02% ke level 6.213,51 dari penutupan sebelumnya di 6.755,75.

Selain itu indeks Nikkei 225 Jepang turun 4,24% ke 62.177,31, sementara Taiex Taiwan melemah 4,21% ke 41.798,23.

Di China, indeks Shenzhen Component turun 3,42% ke 13.664,80, sedangkan Shanghai Composite melemah 0,98% ke 3.820,52. Saham CXMT Corp, yang sehari sebelumnya melonjak 466% saat debut di Bursa Shanghai, juga terkoreksi sekitar 7% pada perdagangan pagi.

Tekanan juga terjadi di Asia Tenggara. Indeks PSEi Filipina melemah 1,21%, FTSE Bursa Malaysia KLCI turun 0,29%, dan Straits Times Index (STI) Singapura turun 0,20%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong masih menguat tipis 0,06%, sedangkan NZX 50 Selandia Baru naik 0,26%.

Mengutip Reuters, aksi jual di Korea Selatan terjadi di tengah gelombang pelemahan saham teknologi global yang dipicu meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek industri kecerdasan buatan (AI).

Investor mulai mempertanyakan apakah investasi raksasa di sektor AI akan mampu menghasilkan keuntungan yang sepadan, setelah reli spektakuler saham-saham teknologi selama dua tahun terakhir.

Kekhawatiran tersebut semakin menguat setelah Wall Street Journal melaporkan Nvidia tengah berdiskusi untuk memberikan jaminan pembiayaan sekitar US$250 miliar kepada OpenAI sebagai bagian dari proyek pembangunan pusat data berskala besar. Saham Nvidia pun turun sekitar 5% pada perdagangan sebelumnya, sementara Philadelphia Semiconductor Index (SOX) di Wall Street terkoreksi 2,2%.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ini Dua Kriteria Utama DBS Nilai Proyek Otomotif Layak Dibiayai

Ini Dua Kriteria Utama DBS Nilai Proyek Otomotif Layak Dibiayai

September 16, 2026
IHSG Parkir di Zona Merah, Terkoreksi 0,38% ke level 6.436,85

IHSG Parkir di Zona Merah, Terkoreksi 0,38% ke level 6.436,85

September 16, 2026
Jelang Righ Issue, Pengendali MGLV Jual Saham di Harga Diskon

Jelang Righ Issue, Pengendali MGLV Jual Saham di Harga Diskon

September 16, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .