• Latest
Ukraina Temukan Titik Lemah Rusia, Putin Waswas Negaranya Kalah

Ukraina Temukan Titik Lemah Rusia, Putin Waswas Negaranya Kalah

July 29, 2026
Tentara Iran Seret Peti Mati Trump-Netanyahu Saat Milisi Pawai Akbar

Tentara Iran Seret Peti Mati Trump-Netanyahu Saat Milisi Pawai Akbar

September 19, 2026
Pria Ini Pilih Mengemis Sampai Mandi Uang Rp14 Miliar-Punya 2 Toko

Pria Ini Pilih Mengemis Sampai Mandi Uang Rp14 Miliar-Punya 2 Toko

September 19, 2026
Made In Indonesia Jadi Daya Tarik Adopsi Kendaraan Listrik RI

Made In Indonesia Jadi Daya Tarik Adopsi Kendaraan Listrik RI

September 19, 2026
Video: Intip Produk Asuransi Bagi Nasabah Kaya

Video: Intip Produk Asuransi Bagi Nasabah Kaya

September 19, 2026
Terjawab Sudah Alasan Tuyul Ogah Curi Uang di Bank

Terjawab Sudah Alasan Tuyul Ogah Curi Uang di Bank

September 19, 2026
Dominasi Produksi EV ASEAN, RI Harus Berani Lakukan Ini

Dominasi Produksi EV ASEAN, RI Harus Berani Lakukan Ini

September 19, 2026
Aksi Istri Kedua Bongkar Aib Pejabat RI, Ketahuan Korupsi Rp1,3 T

Aksi Istri Kedua Bongkar Aib Pejabat RI, Ketahuan Korupsi Rp1,3 T

September 19, 2026
Gempa M 5,2 Guncang Bayah Banten, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,2 Guncang Bayah Banten, Tidak Berpotensi Tsunami

September 18, 2026
Gurita Bisnis Hashim Djojohadikusumo: dari Migas hingga Telekomunikasi

Gurita Bisnis Hashim Djojohadikusumo: dari Migas hingga Telekomunikasi

September 18, 2026
Vidoe: Teknologi – Daya Beli Jadi Tantangan Bisnis Otomotif Era EV

Vidoe: Teknologi – Daya Beli Jadi Tantangan Bisnis Otomotif Era EV

September 18, 2026
Ikut Putusan MK, Asuransi Syariah akan Transparan Soal Syarat Klaim

Ikut Putusan MK, Asuransi Syariah akan Transparan Soal Syarat Klaim

September 18, 2026
Pasokan Gas Dibatasi, Pengusaha Keramik Teriak Begini

Pasokan Gas Dibatasi, Pengusaha Keramik Teriak Begini

September 18, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, September 19, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Ukraina Temukan Titik Lemah Rusia, Putin Waswas Negaranya Kalah

2 months ago
in Lifestyle
Ukraina Temukan Titik Lemah Rusia, Putin Waswas Negaranya Kalah
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pasukan militer Ukraina mengubah taktik serangannya dengan menyasar pusat-pusat logistik utama Rusia, termasuk raksasa e-commerce terbesar Wildberries. Gelombang serangan drone ini diluncurkan untuk melumpuhkan rantai pasok, meningkatkan beban finansial bisnis Rusia, serta memaksa Presiden Vladimir Putin kembali ke meja perundingan setelah hampir empat setengah tahun perang berlangsung.

Mengutip laporan CNBC International, Rabu (29/7/2026), perusahaan Wildberries mengonfirmasi telah mengevakuasi gudangnya di Kota Ryazan pada Rabu pagi setelah drone Ukraina menghantam beberapa fasilitas industri. Langkah ini menandai pergeseran strategi signifikan Ukraina yang sebelumnya fokus melancarkan serangan jarak jauh ke infrastruktur energi Rusia.

“Gudang-gudang yang menjadi target drone Ukraina sejatinya terlibat dalam memasok komponen drone, peralatan navigasi, dan komponen militer lainnya untuk pasukan Rusia,” ungkap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membeberkan alasan penyerangan tersebut.

Wildberries merupakan pengecer daring terbesar di Rusia yang kerap dianggap sebagai padanan bagi raksasa e-commerce asal AS, Amazon. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2004 tersebut saat ini mempekerjakan sekitar 48.000 karyawan.

Dampak Ekonomi, Respon Perbankan, dan Harapan Ukraina

Dua sumber internal menyebutkan bahwa Pemerintah Rusia telah mengakui perlunya menyuntikkan dana bantuan untuk menyokong operasional Wildberries, di mana bank milik negara VTB diproyeksikan memegang peran kunci. Di saat yang sama, Sberbank Rusia dikabarkan tengah menyiapkan program restrukturisasi pinjaman bagi para vendor Wildberries guna mencegah gelombang kebangkrutan massal pada sektor usaha kecil dan menengah (UKM).

Peneliti Program Rusia dan Eurasia di Chatham House, Natalya Kovaleva, menjelaskan bahwa para pelaku usaha Rusia sebelumnya telah menyerap berbagai kejutan akibat sanksi Barat, kenaikan pajak, pemadaman internet, hingga kelangkaan bahan bakar. Namun, gempuran ke Wildberries merupakan ancaman baru yang dirancang untuk menaikkan biaya perang bagi pebisnis dan warga biasa Rusia.

“Sanksi Barat meretakkan rantai pasok, kenaikan pajak menekan marjin, pemadaman internet mengganggu operasional, dan kelangkaan bahan bakar baru-baru ini mendorong biaya sekaligus menambah tekanan inflasi. Pemilik bisnis di Rusia sebagian besar telah menyerap guncangan ini, tetapi serangan Ukraina ke Wildberries menyajikan perkembangan baru yang signifikan,” terang Peneliti Chatham House Natalya Kovaleva.

“Ukraina berharap bahwa dengan menaikkan biaya perang bagi bisnis-bisnis Rusia, oposisi internal akan meningkat dan Putin mungkin terpaksa ke meja perundingan atau setidaknya menghentikan pemboman terhadap kota-kota di Ukraina,” lanjut Kovaleva menambahkan analisisnya.

Kerentanan Ekonomi Rusia dan Isu Sanksi AS

Di luar serangan logistik, para analis menilai ekonomi Rusia kini sangat rentan terhadap prospek sanksi menyeluruh dari AS. Peneliti Senior di Peterson Institute for International Economics (PIIE), Elina Ribakova, mengonfirmasi bahwa pertumbuhan ekonomi Rusia saat ini mengalami stagnasi di angka nol persen akibat penurunan output industri dan sektor pertahanan.

“Ekonomi Rusia telah mogok. Pertumbuhannya berada di angka nol persen tahun ini-paling bagus kita melihat adanya kontraksi ekonomi dan penurunan output industri pada kuartal pertama. Kontraksi output industri berarti sektor pertahanan juga mengalami perlambatan yang signifikan, sehingga Rusia sangat rentan,” jelas Peneliti Senior PIIE Elina Ribakova.

Isu ekonomi ini mengemuka seiring dengan pertemuan Presiden Zelensky dan Presiden AS Donald Trump di Oval Office untuk membahas lisensi produksi sistem pencegat Patriot serta reaktivasi proses diplomasi. Pertemuan tersebut bertepatan dengan langkah Kongres AS yang mulai meloloskan rancangan undang-undang sanksi energi baru untuk memperketat tekanan ekonomi ke Moskow.

Eskalasi konflik ini kian rumit setelah perang Rusia dan Iran mulai saling terhubung di lapangan. Ukraina baru saja meluncurkan serangan ke kapal komersial Iran di Laut Kaspia hingga tewasnya satu pelaut, sementara tindakan Iran menutupi Selat Hormuz berisiko mendongkrak harga minyak yang memberikan keuntungan finansial tambahan bagi Rusia untuk terus berperang.

(tps/luc)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Tentara Iran Seret Peti Mati Trump-Netanyahu Saat Milisi Pawai Akbar

Tentara Iran Seret Peti Mati Trump-Netanyahu Saat Milisi Pawai Akbar

September 19, 2026
Pria Ini Pilih Mengemis Sampai Mandi Uang Rp14 Miliar-Punya 2 Toko

Pria Ini Pilih Mengemis Sampai Mandi Uang Rp14 Miliar-Punya 2 Toko

September 19, 2026
Made In Indonesia Jadi Daya Tarik Adopsi Kendaraan Listrik RI

Made In Indonesia Jadi Daya Tarik Adopsi Kendaraan Listrik RI

September 19, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .