• Latest
Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Turun ke Bawah Rp18.000

Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Turun ke Bawah Rp18.000

July 31, 2026
Adopsi Alat Berat EV, Kontraktor Tambang Minta Keringanan Pajak

Adopsi Alat Berat EV, Kontraktor Tambang Minta Keringanan Pajak

August 1, 2026
Pendapatan & Laba Telkom Tumbuh Kuat

Pendapatan & Laba Telkom Tumbuh Kuat

August 1, 2026
Modal Numpuk Gaji, Sosok Ini Jadi Tuan Tanah-Kuasai 1.400 Ha Lahan

Modal Numpuk Gaji, Sosok Ini Jadi Tuan Tanah-Kuasai 1.400 Ha Lahan

August 1, 2026
Jurus MI Berburu Imbal Hasil Terbaik di Tengah Sentimen Negatif

Jurus MI Berburu Imbal Hasil Terbaik di Tengah Sentimen Negatif

August 1, 2026
Cerita Salim Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi Hingga Jadi Konglomerat RI

Cerita Salim Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi Hingga Jadi Konglomerat RI

August 1, 2026
Komplek Gelora Bung Karno dan Kemayoran Setor Kas Negara Segini

Komplek Gelora Bung Karno dan Kemayoran Setor Kas Negara Segini

August 1, 2026
Ubah Limbah Tebu Jadi Bioetanol, PTPN I Siap Ekspor ke ASEAN

Ubah Limbah Tebu Jadi Bioetanol, PTPN I Siap Ekspor ke ASEAN

August 1, 2026
Lalu Lintas Tol BSD dan Makassar Tambah Ramai, Operator Ini Cuan

Lalu Lintas Tol BSD dan Makassar Tambah Ramai, Operator Ini Cuan

August 1, 2026
Siapa Pembeli Saat Asing Keluar?

Siapa Pembeli Saat Asing Keluar?

August 1, 2026
Pendapatan Hingga Laba Bersih Telkom Tumbuh Kuat

Pendapatan Hingga Laba Bersih Telkom Tumbuh Kuat

August 1, 2026
59 Emiten Berpotensi Ditendang dari BEI, Ini Daftar-Nama Perusahaannya

59 Emiten Berpotensi Ditendang dari BEI, Ini Daftar-Nama Perusahaannya

August 1, 2026
Maybank (BNII) Kantongi Laba Rp 698 Miliar di Semester 1 2026

Maybank (BNII) Kantongi Laba Rp 698 Miliar di Semester 1 2026

July 31, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, August 1, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Turun ke Bawah Rp18.000

1 day ago
in Lifestyle
Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Turun ke Bawah Rp18.000
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir Juli. Mata uang Garuda bahkan kembali bergerak di bawah level psikologis Rp18.000/US$.

Merujuk data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Jumat (31/7/2026), rupiah mampu terapresiasi 0,47% ke posisi Rp17.990/US$. Level penguatan yang semakin besar dibandingkan posisi pembukaan perdagangan pagi tadi, dimana rupiah dibuka menguat 0,19% ke level Rp18.040/US$. 

Penguatan rupiah hari ini sekaligus membalikkan tekanan pada perdagangan sebelumnya, ketika rupiah ditutup melemah 0,17% ke posisi Rp18.075/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,31% ke posisi 100,173.

Meski menguat pada perdagangan Asia hari ini, DXY baru saja mengalami tekanan hebat pada perdagangan sebelumnya dengan anjlok 1,01% ke level 99,864.


Rupiah tetap mampu menguat meski DXY berbalik naik pada perdagangan hari ini. Mata uang Garuda masih mendapat dukungan dari pelemahan tajam dolar AS pada perdagangan sebelumnya.

DXY sebelumnya mencatat salah satu penurunan intraday terbesar terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Tekanan terhadap greenback muncul setelah pasar merespons data inflasi Juni dan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal terakhir.

Data tersebut kembali memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), setelah suku bunga dipertahankan pada rentang 3,50%-3,75% dalam pertemuan pekan ini.

Adapun, dari dalam negeri, Gubernur sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan stabilitas rupiah dan inflasi menjadi fokus utama bank sentral saat ini.

Fokus tersebut muncul di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi dunia akibat perang serta risiko era suku bunga tinggi bertahan lebih lama atau higher for longer.

“Tantangan yang dalam jangka pendek dan betul-betul harus menjadi perhatian kami adalah jaga stabilitas, baik itu dalam kaitannya nilai tukar rupiah dan inflasi,” kata Destry dalam media briefing secara daring, Jumat (31/7/2026).

Menurut Destry, tantangan tersebut telah direspons melalui keputusan Rapat Dewan Gubernur BI periode Juli yang mempertahankan BI Rate di level 5,75%.

“Karena ada kita lihat ketidakpastian di luar yang memengaruhi stabilitas di dalam, terutama terkait asset pricing domestic misalnya SBN rate, yield, asset pricing lainnya, SRBI dan lainnya,” ujar Destry.

Selain nilai tukar, BI juga mencermati tekanan inflasi pangan yang telah berada di atas 5%. Posisi tersebut sudah melampaui sasaran inflasi umum sebesar 2,5% plus minus 1%.

“Dan itu kita lihat ke depan ada tantangan inflasi khususnya inflasi pangan. Core inflation relatif aman dengan total sebesar 3,5% di posisi terakhir, memang jadi perhatian kita inflasi pangan di atas 5%,” ucap Destry.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Adopsi Alat Berat EV, Kontraktor Tambang Minta Keringanan Pajak

Adopsi Alat Berat EV, Kontraktor Tambang Minta Keringanan Pajak

August 1, 2026
Pendapatan & Laba Telkom Tumbuh Kuat

Pendapatan & Laba Telkom Tumbuh Kuat

August 1, 2026
Modal Numpuk Gaji, Sosok Ini Jadi Tuan Tanah-Kuasai 1.400 Ha Lahan

Modal Numpuk Gaji, Sosok Ini Jadi Tuan Tanah-Kuasai 1.400 Ha Lahan

August 1, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .