
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 1% pada perdagangan Selasa (4/8/2026), didorong aksi beli yang meluas di mayoritas saham serta membaiknya sentimen pasar global.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 15.48 WIB IHSG menguat 62,31 poin atau 1% ke level 6.296,81. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 6.238,40 hingga 6.299,35, sekaligus mendekati level psikologis 6.300.
Nilai transaksi mencapai Rp11,16 triliun dengan volume perdagangan 30,37 miliar saham dalam 2,20 juta kali transaksi. Sebanyak 414 saham berada di zona hijau, 244 saham melemah, sementara 305 saham bergerak stagnan.
Adapun pada sesi 1, IHSG berada di level 6.270,15, naik 35,66 poin atau 0,57% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.234,50.
Penguatan hari ini juga didukung oleh investor asing yang mulai membukukan net buy pada sesi 1.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas hingga tengah hari, investor asing membukukan net buy Rp39,5 miliar di seluruh pasar, berbalik arah setelah pada perdagangan sebelumnya mencatatkan net sell Rp708 miliar.
Menariknya, dana asing kembali mengalir ke saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan net buy terbesar senilai Rp78,5 miliar, disusul PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp62,5 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp50,2 miliar, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp36,8 miliar.
Di sisi lain, investor asing masih melanjutkan aksi jual pada sejumlah saham komoditas dan material dasar. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menjadi saham dengan net sell terbesar mencapai Rp137,1 miliar, diikuti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp56,3 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp21,2 miliar, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) Rp16,8 miliar, dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) Rp16 miliar.
(mkh/mkh)



















