• Latest
Kelas Cuan ‘Bongkar’ Kiat Cari Untung Investasi di Saham Teknologi

Kelas Cuan ‘Bongkar’ Kiat Cari Untung Investasi di Saham Teknologi

August 13, 2026
Hari Kelima IHSG di Zona Merah, Asing Kabur dari Saham Ini

Hari Kelima IHSG di Zona Merah, Asing Kabur dari Saham Ini

September 16, 2026
Bos BUMN Ungkap Dapat Rp456 M untuk Bangun 12 Titik LRT City

Bos BUMN Ungkap Dapat Rp456 M untuk Bangun 12 Titik LRT City

September 15, 2026
Mau Beli Mobil Listrik, Ini Yang Jadi Pertimbangan Orang RI

Mau Beli Mobil Listrik, Ini Yang Jadi Pertimbangan Orang RI

September 15, 2026
Timah Jadi Komoditas Pertama Dijual di Bursa Mineral ICOMEX

Timah Jadi Komoditas Pertama Dijual di Bursa Mineral ICOMEX

September 15, 2026
Bos Adhi Karya Minta Maaf, Janji Selesaikan Masalah LRT City

Bos Adhi Karya Minta Maaf, Janji Selesaikan Masalah LRT City

September 15, 2026
Pakai EV Bikin Bisnis Cuan, Bos VinFast Bongkar Hitungannya

Pakai EV Bikin Bisnis Cuan, Bos VinFast Bongkar Hitungannya

September 15, 2026
Pemegang Obligasi Tolak Semua Usulan Restrukturisasi Adhi Karya (ADHI)

Pemegang Obligasi Tolak Semua Usulan Restrukturisasi Adhi Karya (ADHI)

September 15, 2026
Suahasil Jadi Menkeu Baru, Ini Harapan OJK

Suahasil Jadi Menkeu Baru, Ini Harapan OJK

September 15, 2026
Gubernur Destry Lantik Mal Isnaini Jadi Kepala DKMP BI

Gubernur Destry Lantik Mal Isnaini Jadi Kepala DKMP BI

September 15, 2026
MSIG Life Buka Suara Soal Penurunan Nilai Aset Rp768 Miliar

MSIG Life Buka Suara Soal Penurunan Nilai Aset Rp768 Miliar

September 15, 2026
Bos Vinfast Bedah Daya Tarik Kendaraan Listrik Bagi Warga RI

Bos Vinfast Bedah Daya Tarik Kendaraan Listrik Bagi Warga RI

September 15, 2026
OJK Sebut Icomex & POJK Bursa Mineral Siap Meluncur 17 September

OJK Sebut Icomex & POJK Bursa Mineral Siap Meluncur 17 September

September 15, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, September 16, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Kelas Cuan ‘Bongkar’ Kiat Cari Untung Investasi di Saham Teknologi

1 month ago
in Market
Kelas Cuan ‘Bongkar’ Kiat Cari Untung Investasi di Saham Teknologi
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Berbagai sentimen global dan arah perkembangan ekonomi dalam negeri turut mempengaruhi kondisi pasar modal tanah air. Hal ini membuat volatilitas pasar saham Indonesia bergerak cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Menghadapi fenomena pasar belakangan ini, Stock Market Analyst CNBC Indonesia Susi Setiawati menilai pasar modal tanah air masih cukup menarik, meski pada Agustus 2026 berpotensi masih ada koreksi. Susi menegaskan koreksi yang akan terjadi masih dalam level wajar, dan dibarengi dengan banyak sentimen positif yang bisa menjadi katalis pasar hingga beberapa waktu ke depan.

“Pasar obligasi dan SRBI [Sekuritas Rupiah Bank Indonesia] sudah ada kenaikan 35% dari permintaan asing. Biasanya kalau pasar obligasi itu sudah ramai harusnya juga akan itu harusnya ngekor ke pasar saham. Apalagi kalau diperhatikan harusnya sudah tidak ada sentimen negatif seperti beberapa bulan ke belakang,” jelas Susi dalam Kelas Cuan Online dengan tema “Ngobrol Bareng GoTo: Akhirnya Untung, What’s Next?”, Selasa (11/8/2026).

Menurut Susi, sentimen positif sudah tergambarkan pada performa sektor yang mulai “menghijau” salah satunya sektor teknologi. Susi setidaknya menyebut dari 20 sektor, 17 di antaranya sudah menghijau, dan hanya sisa tiga sektor yang berada di zona merah.

Masuknya sektor teknologi ke deretan saham yang mulai menghijau menurutnya menjadi tanda-tanda reborn dan berada pada support yang kuat. Jadi, meski saham teknologi sempat turun hingga 16%, Susi menilai hal ini masih dalam batas wajar dan tetap dalam tren penguatan di zona hijau.

Sektor teknologi menurutnya masih cukup menjanjikan, apalagi saat ini, semakin banyak negara yang fokus pada teknologi, seperti yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan juga financial technology (fintech). Perkembangan ini menurutnya membuat pilihan investor semakin beragam, sehingga investor pun makin cerdas dalam menyusun portofolionya. Hal ini membuat mereka menilai perusahaan teknologi bukan hanya dari sisi pertumbuhan (growth), melainkan juga fundamental.

“Jadi sekarang investor sudah mulai melihat fundamental dan profitabilitas. Oleh karena itu, emiten juga mulai berubah dan fokus untuk mengejar pertumbuhan, profit, revenue dan margin yang membaik, cash flow positif, neraca yang kuat,” jelas Susi.

Pertumbuhan kini bukan hanya dari sisi valuasi pengguna, melainkan dari sisi kinerjanya sehingga bukan lagi menggunakan konsep bakar uang. “Menariknya, yang tadinya ‘bakar duit’ terus, kemudian fokus ke profitability,” lanjutnya.

Adapun Susi menyebut, industri teknologi Indonesia memasuki fase baru pada tahun ini, dari mengejar pertumbuhan pengguna menjadi fokus pada transaksi, monetisasi, dan profitabilitas. Ekosistem terintegrasi seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), menjadi contoh bagaimana teknologi menciptakan nilai di setiap lapisan digital dan memiliki rekam jejak yang baik.

Pertumbuhannya, juga sejalan dengan tren utama tahun ini antara lain, digital payment yang melesat, fintech masuk monetisasi, on demand yang tumbuh sehat, merchant teknologi jadi kunci, serta yang terakhir AI, cloud, dan data center yang jadi lapisan baru.

“Adopsi digital pada tahun ini akan makin massif, regulasi sudah support, terutama dari inklusi keuangan, ekosistem sudah mulai terintegrasi yang menciptakan value chain yang sudah berkelanjutan, data jadi akses strategis, dan tentu saja AI. Bisa jadi AI ini juga akan mengurangi beban dan efisiensi untuk industri teknologi,” pungkas Susi.

Dia pun menilai emiten teknologi yang eksis di Indonesia terus memperkuat fundamentalnya, baik dari sisi kinerja, pangsa pasar, dan terus berinovasi menciptakan nilai tambah. Dengan begitu, kinerja fundamentalnya pun akan tercermin dari harga sahamnya. Berdasarkan data keuangan terakhir, GoTo misalnya berhasil mencatatkan laba bersih dalam dua kuartal beruntun, Rp171 miliar dan Rp252 miliar masing-masing untuk kuartal I dan kuartal II-2026.

 

(rah/rah)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Hari Kelima IHSG di Zona Merah, Asing Kabur dari Saham Ini

Hari Kelima IHSG di Zona Merah, Asing Kabur dari Saham Ini

September 16, 2026
Bos BUMN Ungkap Dapat Rp456 M untuk Bangun 12 Titik LRT City

Bos BUMN Ungkap Dapat Rp456 M untuk Bangun 12 Titik LRT City

September 15, 2026
Mau Beli Mobil Listrik, Ini Yang Jadi Pertimbangan Orang RI

Mau Beli Mobil Listrik, Ini Yang Jadi Pertimbangan Orang RI

September 15, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .