• Latest
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.875

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.875

August 14, 2026
Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

November 1, 2026
OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

November 1, 2026
Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

November 1, 2026
Video: Akhir 2026, Rupiah Diramal Bergerak di Rp 17.800

Video: Akhir 2026, Rupiah Diramal Bergerak di Rp 17.800

November 1, 2026
Investor Asing Curhat ke Bos BI, Sesalkan Keputusan MSCI

Investor Asing Curhat ke Bos BI, Sesalkan Keputusan MSCI

November 1, 2026
Laris Manis! Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 T

Laris Manis! Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 T

November 1, 2026
Kena Bobol Rp114 T, Binance Sudah Ganti 95%-Penarikan Dibuka Lagi

Kena Bobol Rp114 T, Binance Sudah Ganti 95%-Penarikan Dibuka Lagi

November 1, 2026
Intip Racikan Investasi Pilihan MI Hadapi Sentimen MSCI

Intip Racikan Investasi Pilihan MI Hadapi Sentimen MSCI

November 1, 2026
Kata Pelaku Pasar Soal RI Mau Bikin Rating Bursa Sendiri

Kata Pelaku Pasar Soal RI Mau Bikin Rating Bursa Sendiri

November 1, 2026
Penyidikan Kasus BPR DCN Malang Rampung, OJK Serahkan 2 Tersangka

Penyidikan Kasus BPR DCN Malang Rampung, OJK Serahkan 2 Tersangka

November 1, 2026
Bisnis Raja Gula dari Semarang Hancur Usai Ribut dengan Pemerintah

Bisnis Raja Gula dari Semarang Hancur Usai Ribut dengan Pemerintah

November 1, 2026
Pakai Info Rahasia Militer, Tentara Cuan Rp7,2 Miliar di Pasar Taruhan

Pakai Info Rahasia Militer, Tentara Cuan Rp7,2 Miliar di Pasar Taruhan

November 1, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Sunday, November 1, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.875

3 months ago
in Market
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.875
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah mengawali perdagangan terakhir pekan ini di zona merah. Mata uang Garuda melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Jumat (14/8/2026), rupiah terdepresiasi 0,08% ke posisi Rp17.875/US$.

Pergerakan tersebut membalikkan penguatan tipis pada perdagangan sebelumnya. Pada Kamis (13/8/2026), rupiah ditutup terapresiasi 0,03% ke level Rp17.860/US$ setelah sempat melemah pada pembukaan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,08% ke posisi 99,887.


Pergerakan rupiah hari ini masih akan dipengaruhi dinamika dolar AS serta penantian terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah yang akan disampaikan dalam Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Dari eksternal, rupiah sebetulnya tengah mendapat ruang untuk menguat setelah data inflasi produsen AS kembali mengurangi peluang kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), pada September.

Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) AS tidak mengalami perubahan secara bulanan pada Juli. Hasil tersebut lebih rendah dari perkiraan ekonom yang memproyeksikan kenaikan 0,2% dan menyusul kontraksi 0,1% pada Juni.

Data ini melengkapi laporan inflasi konsumen yang dirilis sehari sebelumnya. Harga konsumen AS hanya meningkat tipis pada Juli, sedangkan laju inflasi tahunan dan inflasi inti sama-sama melandai.

Rangkaian data tersebut membuat pasar kembali mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga The Fed. Peluang kenaikan suku bunga pada September kini berada di level 35%, turun dari 40% pada Rabu dan 55% sepekan sebelumnya.

Berkurangnya peluang kenaikan suku bunga dapat menekan daya tarik dolar AS dan memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.

Namun, ruang penguatan rupiah masih dapat dibatasi oleh perkembangan harga minyak. Gangguan pasokan akibat konflik Iran dan penutupan Selat Hormuz berisiko mempertahankan harga energi pada level tinggi serta menghambat penurunan inflasi AS.

Harga minyak sempat memangkas penurunannya setelah kelompok Houthi di Yaman dilaporkan menargetkan fasilitas pengolahan minyak Saudi Aramco menggunakan pesawat nirawak. Perkembangan tersebut kembali memunculkan kekhawatiran mengenai pasokan di pasar global.

Pasar juga menantikan data penjualan ritel AS yang akan dirilis pada Jumat waktu setempat. Data tersebut akan memberikan gambaran terbaru mengenai kekuatan konsumsi dan kondisi perekonomian AS.

Selain faktor eksternal, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Agenda tersebut berlangsung di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada hari ini.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam agenda tersebut. Setelah itu, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan Rapat Paripurna DPR untuk penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.

Pelaku pasar akan mencermati asumsi nilai tukar rupiah, pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga, defisit anggaran, serta strategi pembiayaan pemerintah untuk 2027. Arah kebijakan fiskal yang kredibel dan mampu menjaga defisit tetap terkendali berpotensi memperkuat kepercayaan investor serta menopang rupiah.

Di tengah berbagai sentimen tersebut, Mega Capital Sekuritas memperkirakan pergerakan rupiah akan cenderung stabil pada perdagangan hari ini.

“Kami memprediksi pergerakan rupiah stabil di rentang Rp17.850-Rp17.950/US$ hari ini,” tulis Mega Capital Sekuritas dalam Macro & Fixed Income Daily Morning Notes, Jumat (14/8/2026).

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

November 1, 2026
OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

November 1, 2026
Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

November 1, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .