• Latest
IHSG Terkoreksi 0,86% Terseret Kinerja Saham Bayan Resources (BYAN)

IHSG Terkoreksi 0,86% Terseret Kinerja Saham Bayan Resources (BYAN)

August 19, 2026
OJK Minta Industri Keuangan Syariah Tak Cuma Jual Label Syariah

OJK Minta Industri Keuangan Syariah Tak Cuma Jual Label Syariah

November 2, 2026
Bos Blue Bird (BIRD) Borong 675.800 Saham BIRD, Senilai Rp997,43 Juta

Bos Blue Bird (BIRD) Borong 675.800 Saham BIRD, Senilai Rp997,43 Juta

November 2, 2026
Emtek (EMTK) Jual Saham Entitas Usaha PT Indopay Merchant Services

Emtek (EMTK) Jual Saham Entitas Usaha PT Indopay Merchant Services

November 2, 2026
BUMA (DOID) Bikin Anak Usaha Baru di Luar Tambang, Ini Tujuannya

BUMA (DOID) Bikin Anak Usaha Baru di Luar Tambang, Ini Tujuannya

November 2, 2026
Saham HSC Keluar Dari IHSG hingga Rupiah Anjlok ke Rp18.140/USD

Saham HSC Keluar Dari IHSG hingga Rupiah Anjlok ke Rp18.140/USD

November 2, 2026
Antam (ANTM) Mau Bagi Dividen, Potensi Cuannya di Atas 10%

Antam (ANTM) Mau Bagi Dividen, Potensi Cuannya di Atas 10%

November 2, 2026
Fundamental Kuat, Laba Sebelum Pajak Superbank Melesat 376% di Q3-2026

Fundamental Kuat, Laba Sebelum Pajak Superbank Melesat 376% di Q3-2026

November 2, 2026
Ada Masalah Keuangan, 2 Saham Masuk ke Pemantauan Khusus BEI

Ada Masalah Keuangan, 2 Saham Masuk ke Pemantauan Khusus BEI

November 2, 2026
Danantara Investment (DIM) Kantongi Laba Rp705,73 M hingga April 2026

Danantara Investment (DIM) Kantongi Laba Rp705,73 M hingga April 2026

November 2, 2026
Antam (ANTM) Mau Bagi Dividen, Potensi Cuamnya di Atas 10%

Antam (ANTM) Mau Bagi Dividen, Potensi Cuamnya di Atas 10%

November 2, 2026
Medco (MEDC) Mau Tebar Dividen Interim Rp544 M, Cek Jadwal Cairnya

Medco (MEDC) Mau Tebar Dividen Interim Rp544 M, Cek Jadwal Cairnya

November 2, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,79% ke 5.096,83

IHSG Ditutup Menguat 0,79% ke 5.096,83

November 2, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, November 2, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Terkoreksi 0,86% Terseret Kinerja Saham Bayan Resources (BYAN)

3 months ago
in Lifestyle
IHSG Terkoreksi 0,86% Terseret Kinerja Saham Bayan Resources (BYAN)
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Pelemahan terjadi setelah saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melemah signifikan usai memberikan klarifikasi terkait rumor aksi korporasi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada penutupan perdagangan hari ini turun 55,70 poin atau 0,86% ke level 6.394,12. IHSG dibuka di level 6.408,18 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.490 serta terendah 6.373.

Total transaksi hari ini mencapai Rp 14,27 triliun, yang melibatkan 36,01 miliar saham yang berpindah tangan 2,20 juta kali. Sebanyak 238 saham menguat, 363 melemah dan 188 stagnan.

Salah satu penekan utama indeks datang dari saham BYAN yang anjlok 9,41% ke level Rp 15.650. Padahal, pada perdagangan Selasa (18/8/2026), saham produsen batu bara tersebut ditutup melesat 19,97% ke Rp17.275 dan menjadi salah satu motor utama penguatan IHSG.

Koreksi BYAN terjadi setelah perseroan memberikan klarifikasi terkait rumor rencana pengambilalihan sekitar 62,2% saham perseroan oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Manajemen BYAN menyatakan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan atau akuisisi tersebut.

Tekanan juga terlihat pada mayoritas saham. Hingga pukul 09.03 WIB, sebanyak 293 saham melemah, sementara 154 saham menguat dan 516 saham lainnya stagnan.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp683,1 miliar, dengan volume perdagangan sebanyak 1,82 miliar saham dan frekuensi 129,5 ribu kali transaksi.

IHSG diperkirakan bergerak volatil pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Investor cenderung bersikap wait and see menanti keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) serta mencermati perkembangan geopolitik dan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS).

Dari domestik, perhatian utama tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar pada Selasa-Rabu (18-19 Agustus 2026). BI dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada hari ini.

Hasil polling CNBC Indonesia terhadap 14 institusi dan lembaga menunjukkan seluruh responden memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75%.

Jika terealisasi, BI akan mempertahankan suku bunga dalam dua pertemuan berturut-turut setelah sebelumnya menahan BI Rate di level 5,75% pada Juli 2026.

Investor juga akan mencermati pandangan BI mengenai kondisi ekonomi domestik, likuiditas perbankan, serta prospek pertumbuhan kredit hingga akhir tahun.

Pergerakan rupiah menjadi salah satu faktor utama yang membuat pelaku pasar memperkirakan BI belum akan kembali menaikkan suku bunga. Rupiah telah menjauh dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS dan bergerak di kisaran Rp17.800/US$ menjelang RDG Agustus.

Selain itu, dari dalam negeri, investor juga mencermati data utang luar negeri (ULN) Indonesia. Bank Indonesia mencatat posisi ULN pada kuartal II-2026 mencapai US$453,4 miliar atau sekitar Rp8.095,5 triliun, tumbuh 4,4% secara tahunan.

Dari jumlah tersebut, sekitar US$105,9 miliar atau Rp1.891,7 triliun akan jatuh tempo dalam waktu maksimal satu tahun.

Meski demikian, BI menilai struktur ULN Indonesia masih sehat. Rasio ULN terhadap PDB berada di level 30,6%, sementara sekitar 82,1% dari total ULN merupakan utang berjangka panjang.

Sementara itu, sentimen eksternal masih dibayangi ketegangan di Timur Tengah. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Selat Hormuz terbuka untuk pelayaran berlawanan dengan pernyataan Iran yang menegaskan jalur strategis tersebut masih ditutup.

Ketidakpastian terkait negosiasi AS-Iran kembali mendorong harga minyak. Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,4% pada Selasa menjadi US$85,26 per barel, sedangkan Brent menguat 0,17% ke US$91,02 per barel.

Harga Brent telah menguat 4,53% dalam tiga hari perdagangan terakhir, sementara WTI naik 3,5% dalam empat hari terakhir.

Gangguan pelayaran di Selat Hormuz juga masih terjadi. United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan sebuah kapal terkena proyektil tak dikenal saat keluar dari Selat Hormuz. Insiden tersebut merusak ruang mesin dan menyebabkan satu awak kapal menjadi korban.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Minta Industri Keuangan Syariah Tak Cuma Jual Label Syariah

OJK Minta Industri Keuangan Syariah Tak Cuma Jual Label Syariah

November 2, 2026
Bos Blue Bird (BIRD) Borong 675.800 Saham BIRD, Senilai Rp997,43 Juta

Bos Blue Bird (BIRD) Borong 675.800 Saham BIRD, Senilai Rp997,43 Juta

November 2, 2026
Emtek (EMTK) Jual Saham Entitas Usaha PT Indopay Merchant Services

Emtek (EMTK) Jual Saham Entitas Usaha PT Indopay Merchant Services

November 2, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .