• Latest
Buka-Bukaan, Begini Strategi Danantara Poles Kinerja BUMN Farmasi

Buka-Bukaan, Begini Strategi Danantara Poles Kinerja BUMN Farmasi

August 27, 2026
Sosok Tuan Tanah Matraman, Duduki Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

Sosok Tuan Tanah Matraman, Duduki Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

October 31, 2026
Mau Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal di 2026

Mau Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal di 2026

October 31, 2026
MSCI Hantam Pasar SBN RI

MSCI Hantam Pasar SBN RI

October 31, 2026
Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah

Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah

October 30, 2026
Ekosistem Emas Jadi Masa Depan RI, Ungkap Peluangnya di Sini

Ekosistem Emas Jadi Masa Depan RI, Ungkap Peluangnya di Sini

October 30, 2026
Mengukur Kinerja Perusahaan Asuransi, Siapa yang Terbaik?

Mengukur Kinerja Perusahaan Asuransi, Siapa yang Terbaik?

October 30, 2026
Laba MTEL Kuartal III Jadi Rp 1,55 T, Manajemen Ungkap Penyebabnya

Laba MTEL Kuartal III Jadi Rp 1,55 T, Manajemen Ungkap Penyebabnya

October 30, 2026
Warga RI Mulai Kredit Kendaraan Lagi, Laba Adira (ADMF) Naik 56%

Warga RI Mulai Kredit Kendaraan Lagi, Laba Adira (ADMF) Naik 56%

October 30, 2026
Pendapatan Bunga Bersih Naik, KB Bank Lanjutkan Transformasi Bisnis

Pendapatan Bunga Bersih Naik, KB Bank Lanjutkan Transformasi Bisnis

October 30, 2026
Pendapatan Melonjak 55,45%, Laba Bersih Emiten Bakrie (BNBR) Susut

Pendapatan Melonjak 55,45%, Laba Bersih Emiten Bakrie (BNBR) Susut

October 30, 2026
Yield SBN Tembus Rekor Tertinggi 7,7%, Ini Respons Menteri Keuangan

Yield SBN Tembus Rekor Tertinggi 7,7%, Ini Respons Menteri Keuangan

October 30, 2026
WIKA Cetak Penjualan Rp15,8 Triliun di Kuartal III-2026, Naik 11,9%

WIKA Cetak Penjualan Rp15,8 Triliun di Kuartal III-2026, Naik 11,9%

October 30, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, October 31, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Buka-Bukaan, Begini Strategi Danantara Poles Kinerja BUMN Farmasi

2 months ago
in Lifestyle
Buka-Bukaan, Begini Strategi Danantara Poles Kinerja BUMN Farmasi
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara terus berupaya melakukan transformasi di perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah ini ditempuh Danantara guna menyehatkan kinerja keuangan dan meningkatkan daya saing perusahaan, khususnya BUMN Farmasi.

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria menyampaikan, masalah yang dihadapi oleh BUMN farmasi sebelum adanya Danantara antara lain investasi pabrik, utilisasi rendah, beban utang tinggi, hingga persoalan jaringan apotek.

Bahkan dirinya mengaku bahwa pada saat Danantara melakukan transformasi, kondisi PT Kimia Farma Tbk tergolong memprihatinkan. Sebab, posisi keuangan perusahaan tersebut sedang tidak sehat lantaran adanya keputusan investasi yang tidak mempertimbangkan tingkat pengembalian (return on investment).

“Yang disebabkan oleh tadi investment yang berlebihan. Investasi yang tidak diukur return on investment. Mereka membangun pabrik yang besar banyak dengan utilisasi yang rendah. Akibat pabrik investasinya begitu besar di pabrik ini tentu ada financing costnya melalui utang dan ada depresiasinya menyebabkan perusahaan rugi, sementara utilisasinya cuma 40%,” kata Dony dalam Squawk Box CNBC Indonesia, Kamis (27/8/2026).

Masalah juga menimpa anak usaha Kimia Farma yaitu PT Kimia Farma Apotek yang memiliki lebih dari 1.000 apotek. Sebelumnya, Kimia Farma Apotek sempat menerima investasi Rp 1,5 triliun dari Indonesia Investment Authority (INA) bersama mitra asal China. Akan tetapi, ketika dilakukan proses verifikasi, muncul persoalan pada data inventory atau persediaan.

“Dalam perjalanannya, data yang disajikan oleh Kimia Farma Apotek itu datanya palsu. Karena datanya palsu, tentu investor ini komplain. Palsu itu bagaimana? Seluruh investory, Anda bisa bayangkan kita punya 1.000 lebih apotek itu datanya, persediaannya itu manual, tidak bisa diverifikasi. Waktu mereka melakukan verifikasi, datanya itu bohong semua,” ungkap Dony.

Pada akhirnya, masalah tersebut berujung pada sengketa dengan investor. Dari situ, Kimia Farma memiliki kewajiban untuk mengembalikan investasi sekaligus denda dan biaya lainnya. Alhasil, Danantara mendorong restrukturisasi dengan mengganti manajemen serta membenahi sistem teknologi informasi di Kimia Farma Apotek.

Dalam rangka menyelamatkan Kimia Farma, Danantara juga melakukan equity injection atau injeksi ekuitas sekaligus restrukturisasi utang. Upaya ini akhirnya mulai memberikan hasil karena Kimia Farma telah mencatatkan keuntungan tahun ini.

Dony melanjutkan, Kimia Farma juga menghadapi persoalan keterbatasan keuangan yang berdampak pada pengurangan jumlah produk yang diproduksi. Saat ini, Kimia Farma hanya memproduksi 99 produk terkait farmasi saja. Di samping itu Kimia Farma juga memperkuat nilai tambah produk yang telah ada agar bisnisnya tidak terus mengalami penyusutan.

“Saya bilang ini kalau diteruskan, ini bisa menjadikan perusahaannya itu mati pelan-pelan. Sehingga kita melakukan equity injection di Kimia Farma holdingnya dan juga selain kita melakukan equity injection, kita juga melakukan rekturisasi hutangnya mereka. Sehingga dari proses transformasi ini, tahun ini Kimia Farma sudah untung. Artinya apa? Transformasi yang kita lakukan secara fundamental, itu menyebabkan perusahaannya sekarang masuk ke dalam posisi yang baik,” terang dia.

Di lain pihak, kondisi Indofarma dinilai berbeda. Skala bisnis, kapasitas produksi, produk unggulan, serta kondisi utang dan aset Indofarma dinilai sudah tidak cukup kuat untuk menopang keberlangsungan bisnis perusahaan tersebut secara mandiri.

Lantas, Danantara menyiapkan parameter khusus untuk menentukan perusahaan BUMN mana yang masih dapat diselamatkan dan yang harus dilikuidasi. Dony menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari penataan ribuan perusahaan di lingkungan BUMN agar struktur bisnisnya menjadi lebih sehat dan efisien.

(dpu/dpu)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Sosok Tuan Tanah Matraman, Duduki Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

Sosok Tuan Tanah Matraman, Duduki Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

October 31, 2026
Mau Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal di 2026

Mau Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal di 2026

October 31, 2026
MSCI Hantam Pasar SBN RI

MSCI Hantam Pasar SBN RI

October 31, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .