• Latest
Bursa Asia Dibuka Beragam, Pasar Amati Obligasi AS

Bursa Asia Dibuka Beragam, Pasar Amati Obligasi AS

September 3, 2026
Kantor Purbaya Target Utang 2027 Tak Lebih dari 40,64% PDB

Kantor Purbaya Target Utang 2027 Tak Lebih dari 40,64% PDB

September 9, 2026
IHSG Ditutup Terkoreksi 0,12% ke Level 6.678

IHSG Ditutup Terkoreksi 0,12% ke Level 6.678

September 9, 2026
Sebab IHSG Tumbang Saat Rupiah Menguat ke Rp17.500 Per Dolar AS

Sebab IHSG Tumbang Saat Rupiah Menguat ke Rp17.500 Per Dolar AS

September 9, 2026
Garap 5 Proyek Tol, Jasa Marga (JSMR) Proyeksi Capex Tembus Rp12 T

Garap 5 Proyek Tol, Jasa Marga (JSMR) Proyeksi Capex Tembus Rp12 T

September 9, 2026
Jika Bunga The Fed Akhir Tahun Naik, Ini Efeknya ke IHSG-Rupiah

Jika Bunga The Fed Akhir Tahun Naik, Ini Efeknya ke IHSG-Rupiah

September 9, 2026
Investor Harus Tahu! S&P Global Beri Kabar Baik Soal Saham BRI

Investor Harus Tahu! S&P Global Beri Kabar Baik Soal Saham BRI

September 9, 2026
Belum Bayar Obligasi & Sukuk, BEI Lanjut Suspensi Saham WIKA

Belum Bayar Obligasi & Sukuk, BEI Lanjut Suspensi Saham WIKA

September 9, 2026
Rupiah Melesat, Dolar AS Tersungkur Balik ke Level Rp17.500

Rupiah Melesat, Dolar AS Tersungkur Balik ke Level Rp17.500

September 9, 2026
Cegah Cuci Uang di Pasar Modal, PPATK-KSEI Teken Mou Barter Informasi

Cegah Cuci Uang di Pasar Modal, PPATK-KSEI Teken Mou Barter Informasi

September 9, 2026
Gen Z Jadi Reseller Online, Modal Segini ke Pasar Asemka Bisa Viral

Gen Z Jadi Reseller Online, Modal Segini ke Pasar Asemka Bisa Viral

September 9, 2026
Sah! Sarjito Ucap Sumpah Jabatan Jadi KE Pengawas Bursa Mineral

Sah! Sarjito Ucap Sumpah Jabatan Jadi KE Pengawas Bursa Mineral

September 9, 2026
Breaking! Rupiah Menguat 0,65%, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.510

Breaking! Rupiah Menguat 0,65%, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.510

September 9, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, September 9, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Bursa Asia Dibuka Beragam, Pasar Amati Obligasi AS

6 days ago
in Economy
Bursa Asia Dibuka Beragam, Pasar Amati Obligasi AS
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa saham Asia Pasifik dibuka beragam pada perdagangan Kamis (3/9/2026), di tengah aksi jual obligasi global dan eskalasi konflik di Timur Tengah yang menekan sentimen investor.

Melansir CNBC, Kondisi tersebut membuat pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik sekaligus pergerakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).

Di Asia, indeks Kospi Korea Selatan tercatat naik 0,86%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 0,19%. Di Jepang, Nikkei 225 bergerak relatif datar, sedangkan Topix menguat 0,65%, sementara indeks S&P/ASX 200 Australia naik tipis 0,12%.

Pergerakan pasar tersebut terjadi setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury melonjak pada perdagangan Rabu. Imbal hasil Treasury tenor dua tahun menyentuh 4,41%, level tertinggi sejak Januari 2025, sedangkan imbal hasil tenor 10 tahun sempat menyentuh 4,818%, level tertinggi sejak November 2023.

Meski demikian, kedua imbal hasil tersebut akhirnya ditutup di bawah level tertingginya pada hari tersebut. Di sisi lain, harga minyak bergerak sedikit lebih tinggi dengan kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 0,9% dan ditutup sedikit di atas US$91 per barel.

Kekhawatiran investor terhadap inflasi masih menjadi salah satu perhatian utama pasar. Namun, Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan kepada CNBC bahwa kenaikan imbal hasil Treasury lebih mencerminkan prospek ekonomi AS yang solid setelah perusahaan-perusahaan mencatatkan laba kuartal II yang mencetak rekor.

Williams mengatakan kenaikan imbal hasil tersebut terutama didorong oleh kuatnya perekonomian AS dan prospek ekonomi yang ditopang investasi besar-besaran pada kecerdasan buatan (AI), pusat data, serta teknologi secara umum. Menurutnya, kondisi tersebut bukan terutama menunjukkan bahwa kondisi keuangan memengaruhi perekonomian, melainkan perekonomian yang memengaruhi kondisi keuangan.

Sebelumnya pada pekan ini, saham-saham AS mengalami tekanan sementara imbal hasil obligasi meningkat di tengah kembali pecahnya pertempuran antara AS dan Iran. Sebelumnya, pejabat AS sempat mengisyaratkan peralihan dari aksi militer terbuka menuju sanksi ekonomi sebelum konflik kembali memanas dan kedua negara saling melancarkan serangan.

Presiden emeritus Council on Foreign Relations Richard Haass mengatakan dirinya kesulitan memahami arah perkembangan konflik tersebut. Menurut dia, beberapa pekan sebelumnya kedua negara tampak beralih menuju pendekatan tekanan ekonomi karena ada anggapan bahwa aksi militer lebih lanjut tidak akan memberikan hasil yang diharapkan.

Pelaku pasar pada perdagangan Kamis akan mencermati data klaim pengangguran mingguan AS. Sementara itu, perhatian utama investor untuk data ekonomi akan tertuju pada laporan ketenagakerjaan atau payrolls AS untuk Agustus yang akan dirilis pada Jumat.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kantor Purbaya Target Utang 2027 Tak Lebih dari 40,64% PDB

Kantor Purbaya Target Utang 2027 Tak Lebih dari 40,64% PDB

September 9, 2026
IHSG Ditutup Terkoreksi 0,12% ke Level 6.678

IHSG Ditutup Terkoreksi 0,12% ke Level 6.678

September 9, 2026
Sebab IHSG Tumbang Saat Rupiah Menguat ke Rp17.500 Per Dolar AS

Sebab IHSG Tumbang Saat Rupiah Menguat ke Rp17.500 Per Dolar AS

September 9, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .